Ekonomi

Abenomics Picu Yen Anjlok Tertajam Sejak 1982

Friday, 05 Juli 2013 | View : 869

NEW YORK-SBN.

Nilai tukar yen terhadap US$ tahun 2013 mengalami penurunan paling terbesar sejak tahun 1982 setelah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengimplementasikan sejumlah rencana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negeri matahari terbit dan berusaha membebaskan negeri sakura tersebut dari deflasi yang mengancam.

Diskusi Federal Reserve (The Fed) tentang pengurangan stimulus moneter juga mendorong pelepasan uang kertas dolar terhadap mata uang Jepang. Index dolar mengalami reli setengah tahun pertamanya yang terbaik sejak tahun 2010 saat Chairman of the Federal Reserve, the central bank of the United States, Ben Shalom Bernanke pada 19 Juni silam menguraikan kondisi yang akan mendorong pengurangan pembelian aset.

Langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter Shinzo Abe telah memacu penghimpunan 32% pada saham rata-rata Nikkei 225 di tahun 2013 meredam permintaan untuk yen sebagai tempat berlindung,” demikian disampaikan perkiraan dari Departemen Tenaga Kerja pada 5 Juli. “Tren yang dominan menuju pada pelemahan mata uang yen karena pasar menantikan dampak kebijakan Abenomics,” papar kepala strategis ekonomi di Miller Tabak & Co., Andrew Wilkinson di New York. “Untuk sisa tahun ini, kami akan terus melihat kekuatan dolar dan yen yang melemah karena investor masih menunggu prospek-prospek positif dari Abenomics,” jelas Andrew Wilkinson.

Yen anjlok 14,3% menjadi 99,14% per dolar pada tahun 2013 di New York. Mata uang bersama Eropa turun 1,4% menjadi US$ 1,3010 per dolar. Mata uang Jepang melemah 11,3% terhadap euro menjadi 128,97. 

Ketidakstabilan di dalam pasar valuta asing pada 1 Juli 2013 lalu sebesar US$ 4 triliun karena langkah-langkah J.P. Morgan Chase & Co.’s Global FX Volatility Index telah melonjak 36% di tahun 2013 dan telah menyentuh angka paling tinggi dalam satu tahun pada 24 Juni silam.

“US$ menyumbang 62,2% dari total cadangan yang dialokasikan pada periode Januari-Maret, dibandingkan dengan 61,2% pada kuartal sebelumnya,” demikian menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis Jumat (28/6/2013). Euro mencapai 23,7%, persentase yang terkecil sejak tahun 2004, dibandingkan dengan 24,2% pada kuartal keempat tahun 2012 lalu.

“Para pengelola cadangan di seluruh dunia memegang sekitar US$ 194 miliar dalam mata uang Australia dan Kanada,” demikian menurut data pertama IMF soal kepemilikan global dari dua mata uang tersebut.

“Kami masih konstruktif terhadap dolar,” ujar ahli strategi mata uang di unit Sekuritas Royal Bank of Scotland Group Plc., Brian Kim di Stamford, Connecticut. “Saya pikir kisah pertumbuhan akan terus bertahan,” imbuh Brian Kim. Indeks dolar di mana Intercontinental Exchange Inc. memakai itu untuk memantau uang kertas dolar terhadap mata uang dari enam mitra dagang AS, telah meningkat 4,2% di tahun 2013. (bloomberg)

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.056 Since: 05.03.13 | 0.1639 sec