Hukum

Kasus Tewasnya Sisca Yofie, Rekonstruksi Dadakan Jaksa Dan Hakim

Tuesday, 25 Februari 2014 | View : 1321

BANDUNG-SBN.

Sidang lanjutan dalam kasus tewasnya Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam dengan agenda pemeriksaan dua terdakwa yaitu Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Epul (24) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan. R.E. Martadinata, Kota Bandung, Senin (24/2/2014) diwarnai dengan rekontruksi 'dadakan' yang digelar oleh Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan yang digelar di ruang sidang VI PN Bandung, Senin (24/2/2014), Ketua Majelis Hakim Parulian Lumban Toruan meminta agar JPU menghadirkan barang bukti. "Motor saja. Mobil kan ada di luar, tidak ada yang bisa menjamin keamanan disana," ucap Hakim Parulian Lumban Toruan.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya JPU dibantu petugas dari pengadilan membawa motor Suzuki Satria yang dipakai kedua terdakwa untuk melakukan penjambretan.

Di saat itu pula, hakim meminta kedua terdakwa mempraktikkan detik-detik korban bisa terseret hingga akhirnya terdakwa Wawan memotong rambut korban. "Huuu.. gak mungkin, enggak masuk logika. Bohong kamu!" teriak salah seorang keluarga korban yang hadir di persidangan.

Berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung yang mengagendakan pemeriksaan terdakwa Wawan dalam sidang lanjutan atas tewasnya Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam, terungkap jika Wawan alias Awing melakukan pembacokan terhadap korban lantaran panik. "Itu (pembacokan) panik aja saya lakukan. Biar lepas (dari rangkulan Sisca)," ucap Wawan dihadapan majelis hakim, Senin (24/2/2014).

Menurut Wawan pembacokan itu dilakukannya saat berada disebuah jembatan yang berjarak sekira 200 meter dari lokasi penjambretan awal. Korban dibacok dengan cara diayunkan golok kearah belakang sebanyak tiga kali.

Setelah dilakukan pembacokan, tubuh korban berangsur turun dari rangkulannya dan hanya terasa memegang jaket Wawan. "Dari situ tiba-tiba gak kerasa pegang jaket lagi dan saya lihat hanya tersangkut di gear. Pas motor berhenti saya potong rambutnya dari bawah kearah atas," jelasnya.

Ditanya soal motif penjambretan. Wawan mengaku jika itu murni kehendaknya sendiri dan tanpa ada disuruh oleh siapa pun. Dia mengaku motif penjambretan hanya untuk kebutuhannya sehari-hari.

Selain fakta-fakta itu, dalam persidangan juga terungkap jika Wawan pernah satu kali melakukan penjambretan didaerah Jalan Mochamad Toha. Namun aksinya tidak berhasil lantaran mendapat perlawanan dari korbannya.

Cara terdakwa Wawan mengeksekusi Sisca Yofie terbilang sadis. Namun Wawan menegaskan apa yang dilakukannya hanyalah bentuk kepanikan. Seperti niat awal, menurut Wawan, dia hanya hendak menjambret ketika melihat mobil Sisca Yofie terbuka di depan indekos Jalan Setra Indah Utara II Nomor 11, Sukajadi, Bandung.

Sisca Yofie yang merangkul dalam kondisi motor maju usai meraih tas, dihujamkan golok sebanyak tiga kali. Tarik menarik pun terjadi, pada akhirnya wanita cantik itu terseret hingga ratusan meter.

"Niat saya di sini cuma jambret, kalau saya pukul pakai golok karena (Sisca) merangkul, saya pukul tiga kali ke belakang," terang Wawan dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan sadis Sisca Yofie, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (24/2/2014). Sisca Yofie yang malah 'terbawa' membuat motor Suzuki Satria terhenti di Jalan Cipedes Tengah atau tepatnya sebelum lapangan Abra.

Di situlah manajer sebuah perusahaan leasing dieksekusi Wawan dengan cara ditebas golok karena rambutnya menghentikan laju motor. "Saya pegang rambutnya memutus dari arah bawah ke atas," katanya sembari mencontohkan di hadapan Majelis Hakim.

Usai melakukan rekonstruksi singkat itu, hakim langsung memberi penekanan terhadap kedua terdakwa. Hakim menegaskan agar kedua terdakwa mengakui segala perbuatannya dan memastikan jika keterangan selama persidangan tidak dilebih-lebihkan atau dikurangi.

"Kamu ini tetap mengakui penjambretan atau pembunuhan? Kalau penjambretan hukuman terberatnya bisa sampai hukuman mati, tapi kalau pembunuhan itu 15 tahun sampai dengan 20 tahun penjara," tegas Hakim Parulian Lumban Toruan.

Namun dalam per‎sidangan kedua terdakwa tetap pada pendiriannya, yakni penjambretan.

Sidang yang dipimpin Parulian Lumban Toruan kemudian dengan tegas bertanya. "Apakah kamu ada yang bayar? Apakah ada yang menyuruh?" tanya hakim yang dijawab Wawan dengan geleng-gelang.

Sebelum Wawan, hakim memeriksa terdakwa lain Ade Ismayadi alias Epul. Sidang yang digelar di ruang VI dipadati pengunjung, juga keluarga mendiang Sisca Yofie di deretan kursi paling depan. Keluarga Sisca Yofie, turut mengikuti jalannya sidang.

Usai persidangan kedua terdakwa pun langsung dibawa ke mobil tahanan dan dikembalikan ke Rutan Kebon Waru. Rencananya sidang lanjutan dengan agenda tuntutan dari JPU akan digelar pada Senin (3/3/2014) mendatang. (mer/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.376.063 Since: 05.03.13 | 0.2134 sec