Nasional

Akbar Faisal: Waktu Tepat Anas Buka Lembaran Baru Kasus Century

Monday, 03 Maret 2014 | View : 659

JAKARTA-SBN.

Inisiator Pansus Bank Century yang kini berlabuh di Partai Nasional Demokrat atau NasDem, Akbar Faisal, meminta mantan Ketua Umum PB HMI dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum membuka lembaran baru dengan membongkar kasus bailout Bank Century.

Menurut Akbar Faisal, ini merupakan waktu yang tepat bagi Anas Urbaningrum untuk membeberkan kasus senilai Rp 6,7 triliun itu. "Saya berharap mas Anas ini waktu yang tepat bagi beliau, bagi mas Anas, bagi sebagai anak bangsa maupun lagi orang yang sedang menghadapi masalah besar ini untuk membuka lembaran-lembaran berikutnya," katanya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2014).

Akbar Faisal berharap, persoalan mega korupsi yang berlarut-larut ini bisa segera dituntaskan sebelum  berganti periode pemerintahan yang baru. "Kita ingin masalah bangsa ini selesai, tidak ada lagi urusan ketika masuk pemerintahan yang berikutnya," tukasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kembali bernyanyi. Anas Urbaningrum melalui penasihat hukumnya, Carrel Ticualu, S.E., S.H. yang dulunya menjabat sebagai Sekretaris DPP  Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum membeberkan dirinya pernah diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk ‘mengamankan’ kasus bailout Bank Century. "Iya, tentang Century benar, Ketua Fraksi Partai  Demokrat (FPD), Anas Urbaningrum pada waktu itu diminta untuk mengamankannya," ungkap pengacara Anas Urbaningrum, Carrel Ticualu, S.E., S.H. yang adalah mantan Sekretaris Departemen PP Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum hengkang menyeberang ke partai lain, Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura kepada wartawan, beberapa waktu lalu, Kamis (6/2/2014). Mantan Sekretaris DPP  Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum, Carrel Ticualu, S.E., S.H.  kini tercatat sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) Hanura dari Dapil Jakarta III dengan nomor urut 7.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, suami Atthiyah Laila itu pernah diminta langsung untuk mencegah Panitia Khusus (Pansus) Bank Century, untuk tidak melibatkan Presiden, baik itu dari segi politik atau hukum.

Mantan anggota pansus Century, Akbar Faisal mengungkapkan bahwa pernyataan Anas Urbaningrum mengenai kasus Bank Century membuktikan bahwa ada bau busuk yang ditutup-tutupi oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kasus ini. “Jujur saja, saya kaget terhadap pernyataan Anas, ini seperti pengakuan dosa Anas terhadap tugas yang diberikan kepadanya. KPK harus membuat langkah cepat, periksa juga yang mulia presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” tandas Akbar Faisal.

Akbar Faisal juga meminta KPK untuk segera periksa nama-nama yang disebutkan oleh Anas Urbaningrum. Ia heran mengapa untuk kasus-kasus korupsi yang tidak melibatkan Istana, KPK tampak sangat kuat. “Selesaikan sebelum pemilu, saya khawatir jika masalah ini belum selesai sampai sesudah pemilu nanti, akan tidak selesai,” pungkas Akbar Faisal.

Polemik skandal Bank Century kembali mengemuka ke publik setelah anggota Timwas Century dari Fraksi PAN, Chandra Tirta Wijaya, menyatakan akan menggunakan hak menyatakan pendapat untuk memakzulkan Wapres Boediono karena tidak pernah memenuhi undangan anggota dewan terkait kasus Bank Century.

Fraksi PAN yang dimotori Chandra Tirta Wijaya mendesak Tim Pengawas Century melakukan pemanggilan ketiga terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono terkait kasus Bank Century. “Kami mendorong untuk melakukan pemanggilan ketiga bagi Pak Boediono,” tukas anggota Timwas Century Fraksi PAN Chandra Tirta Wijaya, di Gedung DPR RI, di Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Dia mengatakan Fraksi PAN menghendaki tenggat pemanggilan ketiga atas Boediono dilakukan sebelum DPR RI memasuki masa reses dan dilakukan secara baik terkait jabatan Boediono sebagai Wapres. "PAN mendorong, mendesak untuk pemanggilan ketiga sebelum pileg. Kami meminta tak ada pemanggilan paksa. Tapi, apabila Boediono tak hadir, PAN akan mempelopori hak menyatakan pendapat untuk pemakzulan Boediono," tutur Chandra Tirta Wijaya lagi dalam jumpa pers di DPR RI, Senayan, Jumat (28/2/2014). “PAN tidak mau ada pemanggilan paksa, karena kami ingin tetap ada etika yang baik. Pak Boed berada di lembaga kepresidenan dan DPR juga lembaga tinggi, jadi kami ingin menghormati,” tandas dia lagi.

Chandra Tirta Wijaya menjelaskan, partainya menolak dilakukan pemanggilan paksa lantaran ingin mengedepankan etika dalam berbangsa dan bernegara. "Tapi kalau tidak juga digubris, maka mekanisme selanjutnya dimungkinkan (pemakzulan), karena ini sudah berlarut-larut selama 5 tahun bahwa ada penyalahgunaan kekuasaan dan kasus hukum di Bank Century," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menegaskan upaya pengajuan hak menyatakan pendapat atau pemakzulan terhadap Wakil Presiden atau Wapres Boediono bukan sikap partainya.

Sejumlah fraksi DPR RI menyatakan akan memakzulkan Wapres Boediono jika menolak memenuhi undangan Tim Pengawas Kasus Bank Century. “Itu bukan sikap PAN, saya sudah koreksi. Tidak ada konsultasi kepada PAN. Jadi, kami tidak mengenal istilah itu, karena Panitia Pengawas hanya mengawasi pelaksanaan hukum, tidak dalam konteks politik. Politik sudah selesai di DPR,” tegas Hatta Rajasa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Hatta Rajasa yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II menegaskan proses politik Bank Century sudah selesai di DPR RI. Dia juga sudah memerintahkan seluruh anggota Fraksi PAN mengawal proses hukum, bukan lagi membawa kasus itu ke ranah politik. “Pemakzulan adalah proses politik, bukan kewenangan Tim Pengawas. Itu juga bukan sikap PAN. Harus dicatat,” tegas dia.

Dia berjanji akan memanggil anggota Fraksi PAN yang mengusulkan pemakzulan itu. Sebab, penolakan atas pemakzulan Wapres Boediono adalah prinsip dasar partainya. “Akan saya tegur. Itu persoalan yang sangat prinsip. Kita harus memahami hal-hal yang bersifat prinsip,” tukas dia.

Wapres Boediono sendiri telah diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Bank Indonesia ketika pengambilan keputusan dan pengucuran FPJP untuk Bank Century terjadi. Dalam kaitan ini, Wapres Boediono berkeyakinan bahwa penyelamatan atau pengambilalihan Bank Century merupakan langkah yang tepat. Dia berdalih, penyelamatan Bank Century telah membuat Indonesia dapat melewati krisis keuangan pada 2009 dan bahkan perekonomian Indonesia masih tumbuh di tengah perekonomian global yang terpuruk pada saat itu. Bahkan, kata dia, pada 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menempati peringkat kedua dunia di bawah China.

Lewat keterangan tertulis kepada pimpinan DPR RI, Wakil Presiden Boediono mengatakan dia merasa sudah cukup memberikan keterangan kepada penyidik KPK. Selain itu, dia juga menolak menghadiri panggilan Timwas Century lantaran khawatir justru akan mengganggu proses hukum yang tengah berjalan di KPK. (oke/ant)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.652.255 Since: 05.03.13 | 0.152 sec