Internasional

Adly Mansour Dilantik Sebagai Presiden Mesir Interim

Friday, 05 Juli 2013 | View : 846

KAIRO-SBN.

Presiden Mesir, Mohamed Moursi, menolak tuntutan lengser walaupun tekanan menerpanya dari berbagai arah. Keputusan itu disampaikannya beberapa jam sebelum ultimatum dari militer Mesir jatuh tempo, Rabu (3/7/2013). Dalam pidatonya yang disiarkan secara live melalui televisi nasional Mesir, Rabu (3/7/2013) pagi waktu setempat, Presiden Mohamed Moursi menegaskan bahwa prioritas saat ini yang harus dilakukan adalah pertumpahan darah di jalan-jalan harus segera dihentikan untuk menghormati legitimasi konstitutional. “Satu-satunya alternatif untuk menghormati legitimasi konstitusional adalah dengan jalan pertumpahan darah,” Presiden Moursi memperingatkan. “Saya siap untuk “mendedikasikan dan memberikan seluruh hidupnya” demi mempertahankan legitimasi konstitusional,” tandas Presiden dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) tersebut. Bahkan, sebuah pesan yang di-posting di akun Twitter resmi Mohamed Moursi menyerukan agar tentara mundur. “Presiden Moursi bersikeras pada legitimasi konstitusionalnya dan menolak setiap upaya untuk melampauinya,” kata pesan tersebut. “Dia (Moursi) menyerukan pada angkatan bersenjata untuk menarik peringatan mereka dan menolak setiap perintah, baik dalam atau luar negeri,” sambung pesan tersebut. 

Pidato kenegaraan Mohamed Moursi tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah pidato Moursi, Kementerian Kesehatan Mesir mengumumkan 16 pengunjuk rasa yang berdemonstrasi di kampus Universitas Kairo tewas ditembak penembak gelap tanpa identitas dan melukai lebih dari 200 orang lainnya setelah menembaki aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pendukungnya. Aksi demonstrasi menjadi kacau dan anarkistis saat terdengar letupan senjata yang diduga kuat ditembakkan ke udara oleh para pendukung Mohamed Moursi.

Kerusuhan nasional yang melanda Mesir kali ini dinilai oleh pengamat sebagai peristiwa politik yang lebih buruk ketimbang saat terjadi krisis revolusi Mesir 2011 lalu.
Menjawab pidato Presiden Mohamed Moursi yang memilih bertahan, militer Mesir tampak tak mau kalah. Kepala militer Mesir dengan percaya diri mengatakan pihaknya pun telah siap mati demi membela rakyat Mesir. “Komandan Angkatan Bersenjata Mesir mengatakan lebih terhormat bagi kita untuk mati daripada rakyat Mesir harus diteror atau terancam,” demikian pernyataan tertulis Komandan Angkatan Bersenjata militer Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, Rabu (3/7/2013).

Militer Mesir mengultimatum jika Presiden Mesir yang berkuasa kini tak bersedia lengser, maka militer akan masuk istana kepresidenan untuk melancarkan aksi menjatuhkan tampuk kekuasaan yang dipegang Presiden Moursi. Presiden Moursi mengabaikan ultimatum untuk mundur beberapa jam menjelang berakhirnya ultimatum militer pada Rabu (3/7/2013) pukul 16.30 sore. Ultimatum tersebut mengharuskan Presiden Moursi berhenti apabila Moursi tidak bisa menjalankan rencana yang diajukan demonstran yakni tuntutan agar Moursi turun dari jabatannya, atau Moursi akan dipaksa turun. Rencana itu juga mencakup pembentukan pemerintahan sementara untuk menggantikan Moursi, termasuk pemilihan ketua Mahkamah Konstitusi, dan penunjukan pemimpin angkatan darat yang baru, juga digelar pemilihan presiden dan legislatif di bawah peraturan oleh konstitusi baru yang disusun melalui referendum. Hingga batas tenggat waktu yang diberikan militer Mesir kepada Mohamed Moursi, pukul 17.00 waktu setempat, Rabu (3/7/2013), situasi di Lapangan Tahrir Square, Kairo kian dipadati massa pendukung oposisi dan militer Mesir telah menguasai stasiun televisi pemerintah.

Para petinggi militer Mesir menggelar perundingan darurat pada Rabu (3/7/2013) setelah penolakan lengser oleh Presiden Mohamed Moursi. Mohamed Moursi telah mendapat ultimatum dari pihak militer Mesir. Pertemuan para petinggi militer Mesir berlangsung pada 16.30 sore yang sekaligus merupakan batas waktu pemimpin IM untuk lengser dan memenuhi permintaan demonstran. “Mereka tengah berunding, membicarakan detail peta jalan untuk skenario pasca-Moursi,” ungkap seorang sumber kepada AFP. “Di awal pertemuan, para petinggi militer telah bersumpah untuk mempertahankan Mesir dengan segenap kekuatan,” kata sumber tersebut. “Kami sudah bersumpah kepada Allah bahwa kami akan mengorbankan segenap tumpah darah kami untuk bangsa, negara, dan masyarakat Mesir melawan dan menghadapi kelompok-kelompok terorisme, ekstremis, kesombongan, arogansi penguasa, dan orang-orang yang mencari keuntungan,” demikian bunyi sebuah pernyataan tertulis yang menyebutkan janji pemimpin angkatan darat Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, seperti dikutip sumber tersebut, Rabu (3/7/2013). “Mohamed Moursi dan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi sebetulnya telah melakukan pembicaraan tertutup pada Selasa (2/7/2013) untuk membahas krisis politik Mesir saat ini,” demikian menurut seorang sumber di kemiliteran Mesir yang tidak mau ditulis namanya. Pembicaraan itu dilakukan setelah militer mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada orang nomor satu di Mesir itu untuk mundur. “Abdel Fattah al-Sisi telah bertemu dengan pemimpin oposisi Mohamed El Baradei, pemimpin kelompok Sunni, dan Koptik, serta perwakilan partai-partai Islam, termasuk partai Presiden Mohamed Moursi, Persaudaraan Muslim,” demikian sumber itu mengatakan. “Militer diharapkan mengeluarkan pernyataan usai batas waktu,” imbuh sumber itu. 

Akhirnya, Rabu (3/7/2013) malam waktu Kairo, Militer Mesir mengkudeta pemerintahan Presiden Mohamed Moursi yang didukung kelompok Ikhwanul Muslimin dan Salafi. Menteri Pertahanan dan Kepala Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, mengumumkan telah menggulingkan pemerintahan Mohamed Moursi di Kairo, Rabu (3/7/2013) malam waktu setempat. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir, Adly Mansour dilantik sebagai presiden Mesir interim. Berdasarkan road map skenario penggulingan pemerintahan Mohamed Moursi oleh pihak militer, Adly Mansour akan menjabat sebagai presiden Mesir interim hingga disusun konstitusi baru dan dilaksanakan pemilu. (rtr/afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.186.744 Since: 05.03.13 | 0.4253 sec