Hukum

Kasus Tewasnya Sisca Yofie, Ade Ismayadi Dipaksa Ancaman Wawan

Tuesday, 25 Februari 2014 | View : 1453

BANDUNG-SBN.

Sidang lanjutan dalam kasus perkara pembunuhan Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam dengan agenda pemeriksaan dua terdakwa yaitu Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Epul (24) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan. R.E. Martadinata, Kota Bandung, Senin (24/2/2014).

Terdakwa Ade Ismayadi alias Epul mengaku terpaksa melakukan tindakan kriminal terhadap Sisca Yofie, karena dipaksa Wawan, pamannya sendiri. Hal itu diungkapkan dalam Pengadilan Negeri (PN) Bandung yang diketuai Hakim Parulian Lumban Toruan.

Dalam kesaksiannya, Ade Ismayadi alias Epul membeberkan jika pekerjaannya sehari-hari adalah seorang penyalur uang di sebuah koperasi dan juga bekerja sebagai pencuci piring, di Hotel Aston Pasteur.

Delapan bulan terakhir, Ade Ismayadi, istri, dan satu orang anaknya tinggal satu atap dengan keluarga Wawan, dan juga dua rumah tangga lainnya yang masih satu keluarg‎a.

Singkat cerita, pada 5 Agustus 2013, tepat di hari penjambretan yang menewaskan Sisca‎ Yofie, Ade Ismayadi baru bangun tidur sekitar pukul 13.30 WIB.

Lantas pukul 14.00 WIB, Wawan alias Awing datang dan meminjam motor miliknya untuk membeli cat dan kembali pulang ke rumah sekira pukul 15.30 WIB. "Saat pinjam motor, Wawan bawa tas selendang, tapi saya gak tahu isinya. Pas pulang juga sama saya tidak tahu dia bawa apa. Saya kira itu bawa proposal 17 Agustusan ke donatur, karena Wawan sering disuruh sama Pak RT," beber Ade Ismayadi, di muka sidang PN Bandung, Senin (24/2/2014).

Saat menjelang Magrib, Ade Ismayadi membantu kakeknya untuk membagikan tajil berbuka puasa di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

Tiba-tiba, Wawan menghampiri dirinya ke masjid dan menyuruh untuk ikut dengannya. "Pas keluar di situ Wawan masih ngajakin ngajuin proposal. ‎Wawan lalu ngajak saya ke gudang, terus di situ dia baru bilang mau ngejambret. Wawan bilang 'kamu gak usah takut. Kalau kamu takut nanti tungguin aja 15 meter (jarak)," ucapnya.

Ade Ismayadi yang semula tidak mau ikut tiba-tiba dipaksa oleh Wawan. Bahkan Wawan sempat menunjukan sebilah golok panjang yang seolah mengancam Ade Ismayadi untuk ikut menemani dirinya melakukan penjambretan.

Dengan terpaksa, Ade Ismayadi yang panik mengaku mau menuruti perkataan Wawan. Bahkan saat Wawan menyuruhnya untuk mengganti pakaian dan membawa helm, termasuk disuruh untuk memboncengnya. "Waktu itu Wawan sudah bau minuman. Kalau lagi mabuk dia suka maksa‎. Lalu saya bawa motor, Wawan yang nunjukin arah. Lalu pas jalan disuruh berhenti di pos kamling. Di situ saya disuruh minum beer. Sudah itu lalu ke atas (lokasi penjambretan)," jelasnya.

‎Setelah sampai lokasi, Wawan dan Ade Ismayadi melihat sebuah mobil yang terbuka dengan seorang wanita di sampingnya.

Setelah melewati korban, Wawan pun menyuruh agar Ade Ismayadi memutar balik motornya dan berhenti sekitar 10 meter dari mobil korban.

‎Singkat kata, Wawan yang berhasil menjambret tas korban pun langsung kabur.

Terdakwa Wawan ternyata sempat memaki kasar saat Sisca Yofie merangkul lehernya dan terseret hingga hampir 1 kilometer pada Senin (5/8/2013) silam. Ini terungkap dalam kesaksian Ade Ismayadi saat diperiksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (24/2/2014).

Ade Ismayadi menjelaskan makian itu terdengar saat mereka kabur naik sepeda motor bersama Wawan beberapa saat setelah mencuri tas Sisca Yofie. "Nggak terdengar suara wanita (Yofie)berteriak. Cuma ada suara Wawan memaki-maki 'an*g, go*k entah sama siapa. Kalau ke saya cuma bilang, terus, terus (melarikan motor)," Ade Ismayadi menjawab Majelis Hakim.

Di tengah perjalanan Ade Ismayadi merasa motornya oleng. Pada saat yang sama, Ade Ismayadi juga merasa motor yang dia kemudikan lebih berat dan melaju oleng ke kiri-kanan. Namun dia mengaku tak merasakan adanya gangguan pada gear motor. "Saya kira lebih berat karena ceweknya (Sisca Yofie) masih merangkul Wawan (dari belakang dan menggantung). Nggak terasa ada yang nyangkut di gear,"aku dia.

Kepada majelis, Ade Ismayadi mengaku rasa berat itu dia rasakan saat membonceng Wawan yang baru mencuri tas dari mobil korban di depan rumah Jalan Setra Indah Utara II Nomor 11.

Tepatnya, setelah dia sempat menoleh dan melihat Sisca Yofie mengejar lalu tancap gas 50 km per jam pada gigi ke-3 begitu Wawan duduk di belakangnya. "Pas belok kiri pertama sekitar 70 meter dari rumah (kos Sisca Yofie) motor bahkan oleng," aku dia.

Ade Ismayadi pun langsung bertanya ke Wawan. "Kenapa? Wawan bilang ini ceweknya (Sisca Yofie) ikut (menggantung ke leher Wawan dari belakang). Namun saat dia bertanya kepada Wawan, Ade Ismayadi malah dimarahi dan disuruh untuk memacu motor lebih kencang. Saya minta turun tapi Wawan bilang. Jangan berhenti kamu mau mati?" Saya terus jalan saja," dia menuturkan.

Sejak itu Ade Ismayadi mengaku terus fokus mengemudikan motor sambil melihat ke depan. Ia mengaku tak sempat lagi melihat tindakan Wawan yang diboncengnya, termasuk saat Wawan berusaha membacok Sisca Yofie dengan golok. "Tapi tubuh Wawan terasa bergerak-gerak di belakang," tutur pemuda 20-an tahun ini.

Setibanya di Jalan Cipedes Tengah atau sekira 800 meter dari lokasi penjambretan, motor Suzuki Satria yang digunakan untuk menjambret tiba-tiba berhenti.

Ade Ismayadi mengaku baru tahu menyeret tubuh Sisca Yofie setelah kabur sejauh sekitar 800 meter di pertengahan Jalan Cipedes Tengah. Sebelum lapangan Abra motor tiba-tiba berhenti sendiri. Mesinnya mati. Beberapa saat kemudian, Wawan pun turun dari motor dan memotong rambut korban yang tersangkut di gear motor. "Udah itu motor nyala lagi dan langsung kabur. Sesampainya di Griya (Jalan Pasteur) saya pisah dan dikasih uang Rp 50 ribu. Saya juga disuruh buang tas korban, dan saya buang itu ke selokan sekalian sama jaket yang saya pakai," tuturnya.

Hingga akhirnya, lima hari setelah kejadian, Ade Ismayadi alias Epul yang merasa ketakutan menyerahkan diri kepada kepolisian di Mapolsekta Sukajadi. (mer/tem)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.870 Since: 05.03.13 | 0.1386 sec