Internasional

Mohamed Moursi Menjadi Tahanan Rumah

Friday, 05 Juli 2013 | View : 884

KAIRO-SBN.

Pada Rabu (3/7/2013) malam waktu Kairo, Mesir akhirnya Militer Mesir berhasil mengkudeta pemerintahan Presiden Mohamed Moursi. Militer Mesir menggulingkan dan menjadikan Mohamed Moursi yang didukung kelompok Ikhwanul Muslimin dan Salafi sebagai tahanan rumah. Militer Mesir menggusur kekuasaan Mohamed Moursi juga menangkapi sejumlah pejabat serta tokoh Ikhawanul Muslimin adalah cara menuntaskan untuk mengatasi kebuntuan situasi politik antarfaksi yang berkepanjangan dan tak kunjung kondusif selama ini.

Penetapan Presiden Mesir ke-5 tersebut sebagai tahanan rumah terjadi setelah Menteri Pertahanan dan Kepala Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, mengumumkan telah menggulingkan pemerintahan Mohamed Moursi di Kairo, Rabu (3/7/2013) malam waktu setempat. Menyusul itu, Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir, Adly Mansour dilantik sebagai presiden sementara Mesir. Berdasarkan road map skenario penggulingan pemerintahan Mohamed Moursi oleh pihak militer, Adly Mansour akan menjabat sebagai presiden sementara hingga disusun konstitusi baru dan dilaksanakan pemilu. 

“Saya bersumpah untuk menjunjung tinggi sistem republik ini, menghormati konstitusi dan hukum, serta menjaga kepentingan rakyat,” tegas Adly Mansour usai dilantik yang disiarkan secara langsung televisi pemerintah.

Mohamed Moursi menjanjikan aliran investasi asing dan mengurangi tingkat pengangguran menjadi di bawah 7% pada tahun 2016. Faktanya, sejak awal tahun 2010 hingga sekarang lebih dari satu juta masyarakat Mesir kehilangan pekerjaan. Dari jumlah tersebut, 80% berusia di bawah 30 tahun. Dua dari lima penduduk Mesir harus bertahan hidup dengan uang kurang dari US$ 2 per hari atau sekitar Rp 20.000.

Prospek negeri Para Firaun tersebut kian suram. Sejak gelombang revolusi Arab Spring pada pertengahan Desember 2010, peringkat utang Mesir diturunkan terus oleh tiga lembaga pemeringkat utama hingga mencapai status sampah.

Defisit anggaran diproyeksikan mencapai 11-11,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun fiskal berjalan. Cadangan devisa asing juga susut sekitar 60% menjadi US$ 15,2 miliar atau terendah sejak tahun 2004. Pariwisata yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian juga terbenam.

Setahun lebih tiga hari sejak menjabat Presiden Mesir ke-5, Mohamed Moursi terjungkal setelah mendapat tekanan hebat dari masyarakat Mesir yang gundah gulana dengan kondisi ekonomi dan menuntut Mohamed Moursi lengser sejak peringatan satu tahun masa jabatan pada 30/6/2013. Perkembangan krisis politik Mesir tersebut sejak 30 Juni lalu memaksa militer untuk mengintervensi dan mengkudeta Mohamed Moursi dengan harapan bisa membuka jalan untuk menstabilkan ekonomi serta keamanan.

Para analis banyak yang tak menampik bahwa kudeta terhadap Mohamed Moursi didorong oleh kinerja Mohamed Moursi dan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) yang secara cepat mengalami penurunan. “Dalam jangka pendek, keadaan hanya akan memburuk, apa pun yang terjadi esok hari, tak ada satu pun yang bisa memimpin dan memecahkan masalah-masalah ekonomi Mesir dalam waktu singkat,” jelas profesor studi Islam dan Timur Tengah Universitas Hebrew di Yerusalem, Elie Podeh. “Mohamed Moursi dan Ikhwanul Muslimin, dalam satu tahun terakhir, telah gagal total sehingga masyarakat Mesir kecewa. Akibatnya, mereka mendesak dilakukannya kudeta militer, dan hal itu sudah dipenuhi,” tutur analis dari Brookings Doha Center, Salman Shaikh. Kalangan ekonom pun mengiyakan bahwa penyebab utama adalah keterpurukan ekonomi negara sejak tergusurnya Hosni Mubarak pada Februari 2011 silam selain juga setelah tahun lalu Mohamed Moursi mengeluarkan dekrit yang memberi kewenangan luar biasa bagi Mohamed Moursi. Konstitusi yang disetujui partai Moursi pada Desember 2012 silam, akan ditiadakan dan disusun konstitusi yang baru. Dalam konstitusi itu disebutkan bahwa keputusan presiden tak bisa diganggu gugat oleh institusi mana pun termasuk oleh lembaga peradilan. Konstitusi inilah juga merupakan salah satu penyebab yang memicu kemarahan masyarakat Mesir karena Moursi dianggap ingin melanggengkan kekuasaannya dan cara Moursi menempatkan diri sebagai diktator baru Mesir. “Ada beberapa faktor yang mendorong penolakan terhadap Mohamed Moursi, tapi keterpurukan ekonomi adalah yang paling penting. Mesir tidak bisa menanggung krisis berkepanjangan,” tukas kepala riset Business Monitor International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edward Coughlan pada hari Kamis (4/7/2013). (bloomberg/afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.376.933 Since: 05.03.13 | 0.2213 sec