Hukum

Artis Eddies Adelia Tak Penuhi Panggilan Pemeriksaan Perdana

Friday, 28 Februari 2014 | View : 2897

JAKARTA-SBN.

Artis Ronia Ismawati Nur Azizah atau lebih dikenal Eddies Adelia tak memenuhi panggilan penyidik terkait pemeriksaannya sebagai tersangka di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, hari ini karena sakit. Ia dijadikan tersangka karena tersangkut kasus penipuan sang suami Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35). "Eddies Adelia tidak jadi datang memenuhi panggilan penyidik, hari ini, Jumat (28/2/2014)," beber Juru Bicara Polda Metro Jaya sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Jumat (28/2/2014).

Eddies Adelia diduga telah menerima uang sekitar Rp 1 miliar dengan cara ditransfer melalui rekening sebanyak 10 kali. "Eddies mendapatkan sepuluh kali transferan uang dari Ferry yang masuk ke rekening miliknya, senilai Rp 1 miliar," terang Kombes Pol. Rikwanto.

Selalu mengklaim tidak tahu asal usul dana kiriman dari suami di rekeningnya, artis Eddies Adelia yang berperan dalam beberapa sinetron itu ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), lantaran diduga menerima aliran dana dari suaminya Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan (35).

Mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto menyatakan penetapan tersangka Eddies Adelia merujuk pada masukan dari pihak Kejaksaan. “Ada petunjuk dari Jaksa dan ini cukup kuat untuk dilakukan penyidikan lanjutan,” ungkapnya.

Menyoal bagaimana Eddies Adelia bisa tersangkut TPPU, Kombes Pol. Rikwanto menyampaikan, pada pemeriksaan sebelumnya penyidik sempat menanyakan kepadanya apakah mengetahui pekerjaan atau bisnis suaminya. Namun, Eddies Adelia mengaku tidak tahu. “Dia menjawab kebanyakan tidak tahu persis tentang bisnis dan pekerjaan suaminya. Namun, dia menerima dana dengan jumlah cukup besar, beberapa kali dari suaminya. Harusnya, patut diduga dia curiga dan menolaknya karena tak mengerti pekerjaan suaminya serta asal-usul uang itu. Ini salah satu yang bisa dikategorikan dia tersangkut TPPU,” elaborasi mantan Wakapolwil Banyumas ini.

Salah satu alasan Eddies Adelia ditetapkan menjadi tersangka karena ada aliran dana deras masuk ke rekeningnya. Total, kucuran dana senilai sekitar Rp 1 miliar itu masuk ke rekeningnya hingga beberapa kali. Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Eddies Adelia terbukti menerima aliran dana hingga Rp 1 miliar dari suaminya. Namun, dia mengaku tidak mengetahui asal usul uang tersebut dan menyatakan bahwa uang itu adalah nafkah dari suami kepada istri.

Meski begitu, perempuan yang memiliki nama asli Ronia Ismawati Nur Azizah itu tetap terseret kasus suaminya tersebut. Artis Ronia Ismawati Nur Azizah atau lebih dikenal Eddies Adelia terseret kasus penggelapan yang dilakukan suaminya, Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan, 35 tahun. Ferry Setiawan merupakan tersangka penipuan, penggelapan dan TTPU, dengan modus investasi dana terkait pengadaan batubara.

Polisi menilai, pemeran Mumun dalam sinetron Pocong itu Eddies Adelia seharusnya patut mencurigai pemberian uang dari suaminya. Menurut penyidik, aliran uang ke Eddies Adelia itu tidak wajar. "Karena keterangannya dia tidak tahu apa pekerjaan suaminya, namun dia menerima aliran dana tersebut," papar mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/2/2014).

Saat pemeriksaan sebagai saksi, Eddies Adelia mengaku sama sekali tak mengetahui pekerjaan atau bisnis apa yang dijalankan oleh suaminya. Dijelaskan mantan Wakapolwil Banyumas Kombes Pol. Rikwanto, dalam pemeriksaan, penyidik menanyakan kepada Eddies Adelia pekerjaan Ferry Setiawan. Padahal, menurut Kombes Pol. Rikwanto, adanya aliran dana yang masuk ke rekeningnya dalam jumlah yang cukup besar, seharusnya menjadi pertanyaan. Saat itu Eddies Adelia mengaku tidak mengetahui secara pasti pekerjaan Ferry Setiawan. "Dia (Eddies) harusnya curiga uang itu dari mana dan atau bahkan dia bisa menolak uang tersebut," urai mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto.

Atas perbuatan itu, penyidik menjerat artis dari Yogyakarta tersebut dengan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Setelah penetapan statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka, artis cantik Eddies Adelia dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, hari ini, Jumat (28/2/2014). Eddies Adelia seharusnya memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa. Namun, wanita yang terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sang suami, Ferry Ludwankara alias Ferry itu, absen dan mangkir dalam pemeriksaan perdananya. "Eddies Adelia tidak jadi datang karena sakit. Ada kurir yang mengantarkan surat bahwa yang bersangkutan sakit," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Informasi mengenai absennya Eddies Adelia dalam pemeriksaan itu, lanjut Kombes Pol. Rikwanto, diketahui karena ada seorang kurir yang mengantarkan surat dengan keterangan sakit. Dikatakan mantan Wakapolwil Banyumas Kombes Pol. Rikwanto, Eddies Adelia menyampaikan surat keterangan sakit kepada penyidik melalui kurir. "Ada surat diantar kurir yang menyatakan bersangkutan sakit," ungkapnya.

Karena ketidakhadiran itu, penyidik akan melayangkan panggilan kedua kepada Eddies Adelia. Diketahui dia seharusnya diperiksa oleh penyidik Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro  Jaya. Pemanggilan tersebut, sambung dia, akan dijadwalkan penyidik Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. "Nanti kami panggil lagi," imbuhnya.

Bila pada pemanggilan kedua pemeran Mumun dalam sinetron Pocong itu Eddies Adelia tidak juga datang tanpa alasan yang jelas, penyidik akan menyiapkan langkah hukum yang berupa penjemputan paksa. "Ya kalau dalam pemanggilan kedua tidak hadir juga tanpa alasan yang jelas, sesuai prosedur kami lakukan panggilan paksa," tegas dia.

Dikabarkan sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah membekuk Ferry Setiawan dan menetapkannya sebagai tersangka terkait dugaan kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang, dengan modus investasi dana terkait pengaduan batu bara.

Ferry Setiawan sendiri diduga melakukan penipuan terhadap rekan bisnisnya dengan nilai kerugian sebesar Rp 25 miliar, suami Eddies Adelia, Ferry Setiawan ditangkap pihak Kepolisian Polda Metro Jaya. Dikatakan oleh Kombes Pol. Rikwanto jika kepada korbannya Ferry Setiawan menawarkan investasi bodong dalam bidang penjualan batubara. "Yang bersangkutan menghimpun investor untuk kerjasama penjualan batubara, namun kemudian investasinya ini fiktif," tandas mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto.

Suami pembawa acara Eddies Adelia, Ferry Setiawan tersandung dua kasus penipuan. "Setelah ditelusuri, kasus penipuan yang dilakukannya memiliki modus yang sama," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Jumat (1/11/2013).

Ferry Setiawan bersama rekannya, Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun, dilaporkan oleh Doddy Supriady Setiawan pada 10 Oktober 2013 karena diduga melakukan penipuan dengan jumlah kerugian sebesar Rp 24 miliar. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 24 September 2013, Ferry Setiawan alias Ferry Ludwankara, 35 tahun, bersama Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun, juga dilaporkan oleh seorang pengusaha bernama Apriyadi Malik alias AM ke Polda Metro Jaya. Ferry Setiawan dilaporkan karena telah melakukan penipuan sehingga mengakibatkan kerugian mencapai Rp 21 miliar.

Ferry Setiawan sendiri ditangkap aparat Subdit Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada tanggal 18 Oktober 2013 lalu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. "FL ditangkap tanggal 18 Oktober 2013 lalu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta saat baru tiba dari Singapura. Dia sekarang sudah ditahan dan ditetapkan menjadi tersangka," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/10/2013). “Kedua kasus ini sama-sama sedang berjalan penyidikannya,” terang Kombes Pol. Rikwanto.

Meski menggunakan modus yang sama, Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan kedua korban penipuan itu tidak dapat dihubungkan karena kasusnya berbeda. Sejauh ini, penyidik Sub-Direktorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa 9 saksi kasus penipuan yang dilakukan Ferry Setiawan bersama rekannya Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun. Para saksi itu di antaranya dari PT. PLN, Bank Mandiri, dan teman Ferry Setiawan serta Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun.

Rabu (27/11/2013) silam, polisi memeriksa 20 orang saksi terkait kasus penipuan yang dilakukan suami artis Eddies Adelia yang juga Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Ferry Setiawan. Pemeriksaan saksi hari ini merupakan kali kedua digelar maraton sejak Selasa (26/11/2013). "Total 63 orang diperiksa, sementara 20 orang akan diperiksa penyidik kriminal khusus hari ini," papar Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto, Rabu (27/11/2013). Selasa (26/11/2013), Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa 20 orang saksi terkait kasus ini. "Diperiksa berkaitan dengan aliran dana dari rekening Ferry," terangnya lagi.

Dengan pemeriksaan ini, polisi bermaksud menelusuri larinya aliran dana dari Ferry Setiawan. Suami artis Eddies Adelia ini disangka melakukan penipuan puluhan miliar terhadap pengusaha Apriyandi Malik alias AM. "Nanti dianalisis, mana yang ada kaitannya dengan Ferry," ujar ia. Bisa saja daftar tersangka kasus ini bertambah. Namun, polisi belum menyimpulkan itu sekarang. "Nanti diselidiki dari pemeriksaan (saksi)," ucapnya.

Ferry Setiawan dikenal sebagai pengusaha pemasok batu bara ke PT. PLN. Dia diduga mencari modal dengan menggunakan final draft loading fiktif. Sedangkan, Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun ditangkap karena disangka membuat final draft fiktif yang digunakan Ferry Setiawan.

Polisi juga menetapkan Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun, teman Ferry Setiawan, sebagai tersangka. Sebab, dia terbukti ikut membantu tersangka Ferry Setiawan dalam melakukan penipuan investasi batu bara yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 25 miliar bagi korban.

Rizky Rachmad Agung Basuki, 32 tahun dan pria yang merupakan mantan Bendahara Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut, Ferry Setiawan akan dijerat Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan juncto Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang, serta Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Modusnya adalah menipu pengusaha untuk mengajak kerja sama penjualan batu bara. "Namun, investasi ini ternyata fiktif," ujarnya.

Untuk tersangka kasus penggelapan, penipuan, dan pencucian uang Ferry Setiawan, hingga saat ini proses hukum masih menunggu waktu sidang. Penyidik sendiri masih melakukan pemeriksaan intensif kepada Ferry Setiawan. Berkas perkara Ferry Setiawan pun telah diserahkan ke pihak Kejaksaan. Dia kini menjadi tahanan Kejaksaan. (tem/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.541.958 Since: 05.03.13 | 0.1813 sec