Politik

Megawati: Wali Kota Surabaya Tidak Mundur

Friday, 28 Februari 2014 | View : 853

SURABAYA-SBN.

Ketua Umum (Ketum) DPP PDIP Megawati Soekarnoputri berencana berkunjung ke salah satu perguruan tinggi di Surabaya, Sabtu (1/3/2014). Pada kunjungannya nanti, Megawati Soekarnoputri akan mengundang Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, yang merupakan Wali Kota Surabaya wanita yang pertama menjabat untuk periode 2010-2015 dan alumnus Arsitektur ITS Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. untuk mendampingi Ketum PDIP tersebut. "Kami belum mengetahui secara pasti agenda kerja Ibu Megawati di Surabaya besok Sabtu itu," ungkap Wisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya, Kamis (27/2/2014).Wisnu Sakti Buana pun juga akan hadir pada acara tersebut.

Namun yang pasti, menurut Wisnu Sakti Buana, tidak ada agenda yang penting terkait kunjungan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Diantaranya terkait  persoalan isu mundurnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang diusung oleh PDIP. "Silahkan saja diikuti kunjungan dan acara Ibu Mega di Surabaya besok Sabtu ya," tutur Wisnu Sakti Buana.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua DPP PDIP Arief Wibowo mengakui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkeinginan mundur dari jabatannya. Namun, permintaan Risma ditolak oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Kita yang meminta secara resmi dari DPP partai untuk tidak mengizinkan mundur, yah memang tidak bisalah," beber Arief Wibowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, (18/2/2014).

Menurut Arief Wibowo, Risma mendapatkan tekanan politik luar biasa. Karena itu, sambung dia, Megawati Soekarnoputri tak mengizinkan Risma mundur. "Bu Mega meminta Bu Risma untuk tidak mundur kok. Dan meminta menjaga rakyat Surabaya agar menjalankan dengan baik," lanjutnya.

Arief Wibowo menjelaskan, Risma tidak diizinkan mundur karena dianggap pemimpin yang mengerti persoalan Surabaya. Jika Risma mundur, maka warga Surabaya akan kecewa. "Dia pemimpin yang mengerti situasi, mana yang harus selesaikan dan mana yang mesti dibereskan," imbuhnya.

Politisi perempuan Khofifah Indar Parawansa pun meminta kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk tegar dan menyelesaikan jabatannya hingga akhir. Khofifah Indar Parawansa mengibaratkan Wali Kota Surabaya yang sedang diuji ketegarannya oleh Tuhan. "Dan Tuhan, tidak akan memberikan ujian kepada orang yang tidak tegar. Ibu Risma orang yang tegar, untuk itu saya meminta beliau untuk tidak mundur sampai terminal terakhir," papar Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan, Jumat (28/2/2014).

Diberitakan sebelumnya, meski mengaku semakin tertekan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, dirinya tidak akan mundur dari jabatannya karena dukungan dari masyarakat dan kalangan internal Pemerintah Kota Surabaya begitu kuat.  “Saya akan bekerja hingga masa jabatan selesai karena dukungan dari internal ataupun masyarakat agar saya tidak mundur terus mengalir meski sebenarnya saya semakin tertekan,” tegas Risma kepada wartawan, Kamis (27/2/2014) malam.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, sikap Wali Kota Tri Rismaharini saat ini, sedang dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain. "Saya melihatnya ada pihak yang mencoba mengail dari air keruh. Tapi untungnya Ibu Risma tegar," terang Khofifah Indar Parawansa. 

Khofifah Indar Parawansa kemudian mengimbau kepada Wali Kota Surabaya untuk bertemu dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Apalagi, tambahnya, kasus permasalahan Wali Kota Surabaya  sudah menjadi isu nasional. “Bu Risma saya yakin akan manut dengan Ibu Mega. Untuk itu, masalah ini harus diselesaikan  pada tingkat pusat, level DPP PDI Perjuangan, oleh Ibu Megawati. Bukan di level DPD," Khofifah Indar Parawansa memberikan saran.

Juga diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta dengan sangat kepada Tri Rismaharini (Risma) untuk tak mundur dari jabatan Wali Kota Surabaya. Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku mengidolakan sejak Risma masih di Dinas Pertamanan kota pahlawan tersebut. "Saya tidak ingin (pengunduran Risma) terjadi, saya tahu Ibu Risma dia adalah idola saya. Sebagai sesama Wali Kota, saya memahami tekanan situasi politik itu seperti apa, jadi please jangan mundur," ujar Emil di Balai Kota Bandung, Selasa (18/2/2014).

Menurut Emil, Risma merupakan sosok yang patut dijadikan contoh pada Wali Kota di Indonesia. Konsistensi dan ketegasan, lanjut Emil, yang ditunjukkan oleh Risma diharapkan mampu membenahi Surabaya. "Saya itu banyak belajar waktu beliau masih di Dinas Pertamanan, orangnya konsisten dan tegas," jelas dia.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ mengaku telah menelepon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait isu rencana pengunduran diri. Namun, Risma mengaku kepada Jokowi tidak ada permasalahan terkait isu pengunduran Risma tersebut. "Biasalah dalam politik ada masalah seperti itu. Saya sudah telepon katanya ndak ada masalah. Tadi malam saya telepon," tutur Jokowi usai memberikan kuliah umum di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Jokowi meminta Risma untuk menghadapi masalah yang ada. Sebab, menurut Jokowi, setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. "Biasalah. Setiap problem pasti ada jalan keluarnya," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini santer diberitakan media telah melayangkan surat akan mundur dari jabatannya ke DPRD Surabaya dengan alasan tidak cocok dengan Wakilnya Wisnu Sakti Buana. Di beberapa kesempatan Wali Kota wanita pertama di Surabaya itu tidak sepakat dengan pelantikan wakilnya yang baru Wisnu Sakti Buana. Risma tidak terima lantaran proses pemilihan Wakil Wali Kota dianggap tidak sesuai prosedur.

Risma juga terlibat konflik internal dengan DPC PDIP Surabaya. Hal itu diakui oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Achmad Basarah. "DPP sudah bertemu dengan Bu Risma, saya, Mindo, sudah bertemu dengan Bu Risma. Dari pertemuan itu, kami bertiga, saya Pak Tjahjo dan Mindo yang terjadi hanya masalah dinamika internal. Dalam kaitan Bu Risma petugas partai di eksekutif, dengan struktur DPC Surabaya dan DPD Jatim," beber Achmad Basarah. (kom/tri/wk/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.232 Since: 05.03.13 | 0.175 sec