Politik

Mohammad Nuh Terkejut Perihal Gelar Profesor HC Capres 2014 Haji Rhoma Irama

Thursday, 27 Februari 2014 | View : 760

JAKARTA-SBN.

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (RI) sejak 22 Oktober 2009, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA mengaku terkejut mendengar raja dangdut Rhoma Irama bergelar profesor. Apalagi, gelar profesor tersebut tersiar di beberapa baliho kampanye Rhoma Irama selaku bakal calon presiden (capres).

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2007-2009 itu mewanti-wanti agar penyematan gelar akademis tak dilakukan secara sembrono. Sebab, ada ancaman sanksi atas hal tersebut.

"Iya ada sanksinya, coba dibaca di UU Sisdiknas," ucap alumnus magister dan doktoral pada Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2014).

Aturan tentang sanksi pidana penggunaan gelar akademis yang tidak sesuai ini diatur Pasal 68 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Di ayat 2 dan 4 pasal tersebut disebutkan: "Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tak memenuhi persyaratan, dipidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)."

Dalam ayat 4 Pasal 68 disebutkan: "Setiap orang yang memperoleh dan/atau menggunakan sebutan guru besar yang tidak sesuai dengan Pasal 23 Ayat (1) dan/atau Ayat (2) dipidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)."

Menurut Mendiknas Mohammad Nuh, gelar profesor di Tanah Air lazimnya diberikan kepada seseorang yang masih mengajar. Sejumlah syarat mesti dipenuhi bagi seseorang yang menyandang label profesor.

"Pertama dia harus doktor. Kedua institusi pemberinya harus jelas. Selain itu, seorang guru besar sebelum menyandang gelarnya harus menyampaikan karyanya, baik penelitian maupun lainnya yang akan dinilai Kemendiknas dan tim lainnya," urai mantan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 2003-2006 ini menjelaskan, pemberian gelar profesor oleh pemerintah Indonesia melalui tanda tangan Menteri Pendidikan Nasional.

"Ini lazimnya kalau di Indonesia. Kalau di luar, saya tidak tahu," paparnya seraya menyatakan, aturan guru besar itu berlaku umum. Dan bila gelar profesor itu disematkan dari luar negeri, sepatutnya hal itu diuji penyetaraannya terlebih dahulu di dalam negeri.

"Jadi, itu sama saja kalau dia itu lulus sarjana di luar negeri, tidak serta merta kita akui. Harus ada namanya penyetaraan. Kita lihat institusinya apakah itu sudah terakreditasi, lalu kurikulumnya, baru kalau sudah memenuhi syarat, kita tetapkan itu setara," jelas Menteri Pendidikan Nasional Indonesia.

Dikabarkan, baliho raja dangdut dan bakal capres Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama membuat heboh. Baliho bertuliskan 'Presiden Kita Bersama Prof Rhoma Irama' itu terbentang di Jalan Tanjung Barat Raya, Jakarta Selatan. Menurut Tim Suksesnya Capres 2014 Haji Rhoma Irama, gelar profesor yang diperoleh Rhoma Irama itu merupakan gelar honoris causa di bidang musik dari American University of Hawaii.

Berdasarkan penelusuran wartawan di jagad internet melalui ‘mbah google’, pada salah satu forum pendidikan, www.degreeinfo.com, diinformasikan bahwa universitas tersebut tak terakreditasi pemerintah setempat.

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.664.690 Since: 05.03.13 | 0.1978 sec