Internasional

PM Thailand Tinggalkan Bangkok

Wednesday, 26 Februari 2014 | View : 703

BANGKOK-SBN.

Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra, Rabu (26/2/2014), meninggalkan Ibu Kota negeri Gajah Putih, Bangkok. Saudara mantan PM Thailand tersebut bertolak ke basis kekuatan politiknya di wilayah utara. “Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra, yang menjadi sasaran pengunjuk rasa anti-pemerintah yang memblokir sebagian besar kota Bangkok selama berminggu-minggu, telah meninggalkan Ibu Kota negara itu dan tinggal 150 kilometer (setara 90 mil) dari Bangkok,” kata Juru Bicara kantor Yingluck Shinawatra pada Senin (24/2/2014). Namun, Juru Bicara tersebut tidak memberitahukan dengan jelas lokasi tempat Yingluck Shinawatra berada sekarang.

Para staf kantor Yingluck Shinawatra, sebagaimana dilaporkan Reuters, mengatakan kepada para wartawan di Thailand bahwa Yingluck Shinawatra tidak berada di Bangkok dan meminta media untuk mengikuti sebuah konvoi yang berjarak 150 kilometer di luar kota Bangkok, tempat Yingluck Shinawatra "sedang melakukan tugas resmi".

Akan tetapi, staf kantor PM Thailand itu tidak memberi informasi sudah berapa hari Yingluck Shinawatra bekerja dari luar Ibu Kota Thailand. Yingluck Shinawatra terakhir kali tampil di depan publik di Bangkok pada Selasa (18/2/2014) dan dijadwalkan menghadiri sidang korupsi di Ibu Kota negara itu pada Kamis (27/2/2014).

Rentetan tembakan di Bangkok semakin sering terdengar dan menjadi hal biasa baru bagi warganya. Aksi protes yang berlangsung di Thailand sekarang ini sesekali diselingi oleh ledakan bom dan tembakan. Aksi tersebut bertujuan untuk segera menggulingkan Yingluck Shinawatra dari pemerintahan serta menghapus pengaruh kakaknya, mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang dianggap oleh banyak orang sebagai kekuatan sesungguhnya di balik pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Babak baru yang berbahaya mulai muncul selama krisis politik yang berlangsung hampir empat bulan ini. Bom meledak di sebuah distrik belanja yang sibuk hari Minggu (23/2/2014) untuk melukai setidaknya 22 orang dekat situs demonstran antipemerintah. Sebanyak 22 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Tak ada yang bertanggungjawab atas serangan bom tersebut, tapi Yingluck Shinawatra menyebutnya sebagai serangan terorisme. “Saya mengutuk keras penggunaan kekerasan dalam beberapa hari belakangan, mengingat nyawa anak-anak telah terenggut,” kata dia di laman Facebook. “Insiden kekerasan adalah aksi para teroris untuk tujuan politik tanpa mempedulikan nyawa manusia,” sambungnya.

Hampir tiap hari ada laporan tembakan dan ledakan granat di Bangkok. Tembakan dan ledakan itu sebagian besar mengincar Ibu Kota baru-baru ini yang seringkali menargetkan pada para demonstran. Polisi mengaku tidak mengenal orang-orang bersenjata yang melepas tembakan secara sporadis pada Rabu (26/2/2014) pagi waktu setempat.

Para pendukung PM Thailand Yingluck Shinawatra sudah berjanji untuk mengambil langkah keras kepada demonstran yang menguasai jalanan akhir November lalu untuk menuntut Yingluck Shinawatra mundur.

Para pemimpin koalisi propemerintah Front Bersatu untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD) bersumpah untuk menghadapi pemimpin antipemerintah Suthep Thaugsuban dengan bersiap untuk konfrontasi lebih lanjut. “Suthep Thaugsuban sewaktu menjadi Deputi Perdana Menteri, pernah memerintahkan tentara untuk mengakhiri demonstrasi. Lebih dari 90 orang terbunuh dan 2.000 luka-luka akibat bentrok itu,” demikian Reuters.

Aksi itu berlangsung sekitar satu jam di tiga wilayah di Bangkok. Para demonstran berkemah di sepanjang sisi pusat-pusat perbelanjaan dan hotel-hotel mewah. Tidak ada yang terluka terkait penembakan itu. “Kami tidak tahu pihak mana yang melepaskan tembakan, tapi tujuan dari orang-orang bersenjata ini adalah untuk mengintimidasi,” ujar Juru Bicara wakil kepolisian nasional Anucha Romyanan. (rtr)

See Also

Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.892 Since: 05.03.13 | 0.1414 sec