Hukum

Hakim Agung Lapor Ke Mabes Polri

Wednesday, 26 Februari 2014 | View : 785

JAKARTA-SBN.

Hakim Agung Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, S.H., M.H. berencana melaporkan acara Hitam Putih ke Markas Besar Kepolisian atas pencemaran nama baik. Ia hendak melaporkan pemberita dan sumber berita yang menuding dirinya menerima Rp 700 juta dalam putusan kasasi ihwal perselisihan artis Julia Perez alias Jupe dan artis pedangdut Dewi Murya Agung atau lebih dikenal dengan nama Dewi Persik alias Depe. "Besok saya bikin laporan. Saya sudah sangat terganggu," cetus Prof. Dr. Gayus Lumbuun  saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Selasa (25/2/2014).

Guru besar hukum administrasi negara Prof. Gayus Lumbuun menyatakan isu tentang suap tersebut pertama kali dilontarkan pembawa acara bincang-bincang tersebut kepada Jupe, sapaan Julia Perez. Prof. Gayus Lumbuun dituding menerima suap dari Jupe agar majelis hakim kasasi menjatuhkan vonis penjarake pada Dewi Persik alias Depe. "Saya tidak fokus pada orang atau lembaga atau nama pemberita televisi. Tapi saya meminta penegak hukumlah yang menentukan siapa orang yang merekayasa kemudian liputannya oleh siapa saja yang bertanggung jawab, saya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian," tandas Hakim Agung Prof. Gayus Lumbuun.

Gayus Lumbuun menyatakan siap untuk bertanggung jawab secara hukum jika memang menerima suap dari Jupe. Ia bersedia bekerja sama dengan kepolisian dan lembaga hukum lain seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk melacak dan menelusuri rekening pribadinya. "Kalau memang transfer, pasti ada bukti. Silakan saja ditelusuri, saya akan bertanggung jawab," tukas Gayus Lumbuun.

Perkara kasasi Jupe dan Depe ditangani tiga majelis hakim dengan Gayus Lumbuun sebagai pembaca pertama. Jupe dikabarkan menggelontorkan besel kepada anggota majelis hakim, terutama Gayus Lumbuun, sehingga Depe mendapat vonis penjara 3 bulan.

Hakim agung Gayus Lumbuun melaporkan stasiun televisi Trans7 dan beberapa stasiun televisi swasta lainnya ke Mabes Polri karena merasa nama baiknya sebagai hakim agung sudah dicemarkan melalui tayangan media elektronik tersebut.

Bersama hakim agung Surya Jaya dan Dudu Duswara, Gayus Lumbuun mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2014) siang, guna mengadukan beberapa stasiun televisi swasta nasional yang tayangannya dianggapnya mencemarkan nama baiknya dan menebar fitnah.

Stasiun televisi Trans7, misalnya, dalam tayangan Hitam Putih pada 17 Februari lalu dengan bintang tamu artis Julia Perez dan pembawa acara Deddy Corbuzier, di tengah dialog mereka membicarakan adanya bukti transfer kepada hakim agung Gayus Lumbuun sebesar Rp 700 juta. “Tayangan tersebut benar-benar sudah memfitnah saya, baik sebagai pribadi maupun hakim agung. Saya melaporkan ke Mabes Polri perekayasa transfer sebagai inisiator, pengguna hasil rekayasa tersebut dan pihak yang pertama kali tanpa meminta konfirmasi kepada saya menayangkan dalam acara Hitam Putih di Trans7 dan beberapa stasiun televisi lainnya," papar Gayus Lumbuun.

Menurut dia, materi tayangan tersebut hanyalah buah dari rekayasa, tanpa sedikit pun kebenarannya. Dia berharap laporan tersebut ditindaklanjuti oleh polisi dengan mengusut tuntas siapa perekayasa bukti transfer tersebut dan mereka yang ikut andil pada tayangan di televisi itu. “Saya berharap melalui proses hukum ini semua pihak, termasuk media, lebih berhati-hati dalam membuat pemberitaan dengan memperhatikan dampak dan akibatnya,” pungkas Gayus Lumbuun.

Guru besar hukum administrasi negara itu menegaskan pengaduannya ke Mabes Polri dimaksudkan agar ada proses hukum terhadap pencemaran kehormatan pribadinya sebagai hakim agung maupun institusi Mahkaham Agung. (ant/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.937 Since: 05.03.13 | 0.2795 sec