Hukum

Ketua MA Dukung Hakim Agung Melapor Ke Mabes Polri

Wednesday, 26 Februari 2014 | View : 1235

JAKARTA-SBN.

Merasa nama baiknya sebagai hakim agung sudah dicemarkan dengan menebarkan fitnah atas tuduhan menerima transfer dana Rp 700 juta terkait vonis artis pedangdut Dewi Murya Agung atau lebih dikenal dengan nama Dewi Persik alias Depe, empat hakim agung Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, Prof Dr Surya Jaya, Dr Salman Lutan, dan Dr Dudu Duswara mendatangi Mabes Polri untuk menindak lanjuti hal tersebut. Menanggapi hal ini, MA akan melihat bagaimana proses hukumnya untuk memberikan langkah selanjutnya.

"Sementara ini belum akan memberikan bantuan hukum. Kita lihat dulu prosesnya bagaimana," ungkap Kabiro Hukum MA Ridwan Mansyur, di gedung Sekretariat MA, Jl. A. Yani, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2014).

Kabiro Hukum MA, Ridwan Mansyur mengatakan, jika kasus ini sudah bergulir, Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) sebagai organisasi hakim tentu akan memenuhi hak-hak hakim agung ini. Terkait pelaporan, ia menilai jika itu adalah hak setiap warga negara untuk melapor. "Memang kita negara hukum, tidak boleh sembarang orang mengeluarkan statemen yang merugikan orang lain, kebebasan berpendapat memang dibuka tapi harus dibatasi hak-hak orang lain," ujarnya.

Kabiro Hukum MA, Ridwan Mansyur menambahkan, jika suatu pernyataan yang tidak didasari fakta, maka dapat menyebabkan pembunuhan karakter. Hal tersebut tak hanya dapat merugikan pribadi para hakim agung, juga keluarganya. "Para hakim ini merasa haknya terganggu, akibat statemen itu menganggu, seperti pembunuhan karakter. Tidak hanya merugikan dirinya, tapi juga keluarganya," ucap Ridwan Mansyur.

Dalam sebuah acara televisi, diindikasikan majelis hakim yang menangani kasasi Dewi Persik vs Julia Perez menerima transferan dana sebesar Rp 700 juta. Para hakim agung yang melapor ke mabes polri antara lain Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, Prof Dr Surya Jaya, Dr Salman Lutan, dan Dr Dudu Duswara.

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mendukung Hakim Agung Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, S.H., M.H. yang melapor ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) terkait tuduhan menerima uang Rp 700 juta dari artis Julia Perez alias Jupe. "Kami mendukung, kalau memang itu fitnah," ujarnya saat konferensi pers usai acara Laporan Tahunan Kinerja MA 2013 di Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Menurut dia, dengan laporan tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak seenaknya menuduh hakim menerima suap, tanpa didukung bukti yang kuat. "Jangan sampai ada orang menuduh hakim seenaknya, menuduh terima ini, terima ini, tapi itu sekadar fitnah," tukasnya.

Hakim Agung Prof. Dr. Gayus Lumbuun, S.H., M.H. pada Rabu (26/2/2014) ini melapor ke Mabes Polri terkait berita tentang dirinya yang menerima transfer senilai Rp 700 juta dari pemain film dan penyanyi Julia Perez alias Jupe untuk bisa memenjarakan Dewi Persik alias Depe.

Guru besar hukum administrasi negara itu, Prof. Gayus Lumbuun mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan melaporkan orang, tapi akan melaporkan para pihak yang merekayasa timbulnya pemberitaan ini yang menyebabkan pencemaran nama baik pribadinya dan lembaga MA. "Saya mengambil langkah hukum ini, agar Polri bisa memeriksa kasus ini. Kalau benar terjadi transfer itu, saya akan bertanggung jawab secara hukum sebagai hakim," ucapnya.

Namun, ia pun menegaskan, meminta kepolisian yang mempunyai unit-unit teknologi informasi dan perbankan bisa mengungkapkan kasus tersebut.

Prof. Gayus Lumbuun berharap, pihak kepolisian dapat mengungkapkan agar orang-orang yang merekayasa, menyiarkan dan meliput berturut-turut dengan berbagai cara bisa mendapat sanksi hukum.

Beberapa waktu terakhir ini beredar foto berisi bukti transfer atas nama Yulia Rachmawati yang merupakan nama asli Julia Perez kepada Gayus Lumbuun.

Julia Perez dalam beberapa kesempatan kepada media massa sudah menyatakan kalau bukti transfer uang dari dirinya ke Gayus Lumbuun itu adalah rekayasa. (ant/tem)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.876 Since: 05.03.13 | 0.1681 sec