Hukum

KPK Sita Mobil Tim Sukses Wali Kota Tangsel

Friday, 21 Februari 2014 | View : 760

JAKARTA-SBN.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita satu unit mobil yang diduga terkait dengan pengusutan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang disangkakan pada adik Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah dan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Kali ini lembaga antirasuah tersebut menyita sebuah mobil Isuzu Panther berwarna perak dengan bernomor polisi B 1312 LS terkait penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. “Terkait penyidikan TPPU dengan tersangka TCW (Tubagus Chaery Wardana), KPK hari ini dilakukan penyitaan mobil Isuzu Panther bernomor polisi B 1312 LS,” ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo dalam jumpa pers di Kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2014).

Mobil atas nama Wawan tersebut yang dulu pernah dipakai oleh tim sukses Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany ketika maju dalam pemilihan kepala daerah Tangsel, Wali Kota Tangerang Selatan. Menurut Johan Budi SP., mobil tersebut tercatat atas nama Wawan dan sempat dipakai tim sukses Airin Rachmi Diany. Johan Budi SP. menjelaskan, mobil atas nama Wawan tersebut pernah digunakan tim sukses Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany yang merupakan istri Wawan ketika maju dalam pemilihan kepala daerah (pemilukada) Tangsel. "Tim suksesnya TCW (Wawan) di Pemilukada Tangsel. Tapi ini punyanya TCW, atas nama TCW," beber Juru Bicara KPK Johan Budi SP. di Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Satu unit mobil Isuzu Panther silver B 1312 LS milik Wawan itu diserahkan oleh karyawan perusahaan Wawan, PT. Bali Pasific Pragama (PT. BPP). Hari ini pegawai PT. Bali Pasific Pragama mengantarkannya ke kantor KPK. Menurut Johan Budi SP., mobil itu diserahkan oleh tim sukses pemilukada Tangsel kepada pegawai perusahaan milik Wawan, PT. Bali Pasific Pragama. Mobil itu, lanjut Johan Budi SP., kemudian diserahkan oleh pegawai PT. Bali Pasific Pragama yang merupakan perusahaan yang dikelola Wawan ke KPK. Kemudian, penyidik KPK pun lantas memutuskan melakukan penyitaan mobil itu dari pegawai PT. BPP. “Mobil tersebut atas nama TCW. Dikasih untuk kerja tim sukses,” ungkap Johan Budi SP. “Diserahkan pegawai PT. BPP tetapi mobil itu berasal dari Tim Sukses Pemilukada di Tangsel. Jadi tim sukses pemilukada di Tangsel, diberikan oleh pegawai PT. BPP kemudian diserahkan ke KPK," papar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP., di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2014).

Johan Budi SP. belum menjelaskan lebih lanjut tentang orang pertama yang menyerahkan mobil atau tim sukses Wali Kota Tangsel yang dimaksudnya itu.

Isuzu Panther berwarna perak tersebut diamankan di Gedung KPK, Jakarta. Kini, mobil yang tampak berdebu di lapisan body-nya itu berada di halaman kantor KPK.

Kehadiran mobil tersebut menambah 'koleksi mobil' KPK yang didapat dari penyitaan terkait kasus TPPU Wawan.

Sebelumnya, KPK juga menyita mobil Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi B 8341 CW dari saudara kandung istri Wawan, Airin Rachmi Diany, pada Rabu (19/2/2014) malam.

Isuzu Panther itu mobil ke-42 yang disita KPK dalam penyidikan kasus pencucian uang yang menjerat Wawan. Dengan penyitaan mobil-mobil tersebut, total mobil yang disita KPK terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh Wawan, penyidik KPK telah mengamankan secara keseluruhan mencapai 42 unit mobil. KPK juga menyita sebuah sepeda motor besar atau motor gede (moge) merek Harley Davidson.

Terkait penyitaan itu, mobil-mobil yang disita itu harganya beragam, mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Mulai dari mobil yang lazim digunakan masyarakat kebanyakan, seperti Toyota Avanza dan Suzuki APV, hingga mobil super mewah car berharga miliaran rupiah per unit, seperti diantaranya adalah Bentley, Rolls Royce, Nissan GT-R, Lamborghini, dan Ferrari.

Wawan memberikan sebagian mobil-mobil itu kepada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten dan politisi di wilayah Banten yang dekat dengan Wawan, artis, serta pegawai PT. Bali Pasific Pragama . Mobil-mobil itu disita dari rumahnya, kantor perusahaannya, swasta, kalangan anggota DPRD Banten, dan ada juga mobil yang disita KPK dari kalangan artis, Jennifer Dunn. Dari artis sinetron Jennifer Dunn, disita satu unit Toyota Alphard Vellfire yang diakui Jennifer Dunn sebagai pemberian Wawan. Mobil tersebut disita karena pembeliannya diduga berasal dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan oleh Wawan.

Pihak KPK masih terus melakukan penelusuran aset-aset Wawan untuk selanjutnya dilakukan penyitaan.

Dari informasi yang dihimpun, Wawan juga memiliki banyak aset berupa rumah, tanah, SPBU, SPBG, mobil, motor, kos-kosan, diskotek, hingga rumah, dan apartemen di luar negeri. Bahkan, Wawan dikabarkan memiliki kapal pesiar.

KPK telah menetapkan Wawan sebagai tersangka untuk beberapa kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan tersangka TPPU.

Untuk kasus pertama, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Wawan disangkakan turut melakukan penyuapan kepada Akil Mochtar selaku Hakim Konstitusi saat Akil Mochtar menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penanganan dan pengurusan perkara sengketa Pemilukada Kabupaten Lebak, provinsi Banten.

Selain itu, Wawan juga menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dan melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan di lingkungan Provinsi Banten.

Menurut Ketua KPK Abraham Samad, pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait penerimaan mobil Wawan oleh sejumlah pihak tersebut. Terbuka kemungkinan bahwa penerima mobil Wawan dijerat dengan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (tem/jos)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.640.927 Since: 05.03.13 | 0.1929 sec