Politik

Tri Rismaharini Terpilih Sebagai Wali Kota Terbaik Dunia

Friday, 21 Februari 2014 | View : 1379

JAKARTA-SBN.

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, yang merupakan Wali Kota Surabaya wanita yang pertama menjabat untuk periode 2010-2015 dan alumnus Arsitektur ITS Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. terpilih menjadi wali kota terbaik dunia untuk bulan Februari versi Citymayors.com. Risma dipilih karena dinilai berhasil membawa perubahan signifikan terhadap perkembangan Kota Surabaya.

"Dia dengan penuh semangat mempromosikan kebijakan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan," tulis situs Citymayors, Jumat (21/2/2014).

Menurut situs itu, sejak menjabat Wali Kota Surabaya pada 2010 lalu, Risma demikian wanita itu akrab disapa, terus memperjuangkan pengembangan pelabuhan di Jawa Timur yang sudah tersendat sejak 20 tahun lalu. Sejak Risma menjabat Wali Kota Surabaya, pengembangan lalu lintas pelabuhan sudah meningkat hingga 200 persen.

Keberhasilan Risma ini merupakan sukses kedua bagi Wali Kota di Indonesia. Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ juga pernah dinobatkan menjadi Wali Kota terbaik ketiga dunia. Saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Joko Widodo atau Jokowi, mantan Wali Kota Surakarta yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, akhirnya sukses terpilih sebagai Wali Kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012. Di atas Jokowi, Wali Kota terbaik sedunia 2012 adalah Wali Kota Bilbao dari negeri Matador, Spanyol, Inaki Azkuna diikuti Wali Kota Perth, Australia Barat dari negeri Kanguru, Australia, Lisa Scaffidi berada pada peringkat kedua.

Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP hingga Wali Kota saat ini, Surabaya menjadi kota yang bersih dan asri. Bahkan kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan setelah lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya.

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini yang menjabat sejak 28 September 2010 sebelumnya menerima Piala Adipura Kencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/3/2013). Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2013 diperingati dengan pemberian penghargaan Adipura bagi kota/provinsi dan Kalpataru bagi individu yang peduli pada lingkungan hidup.

Wanita yang akrab disapa dengan nama Risma ini berada di bawah naungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia terkenal sebagai sosok wanita yang tegas dan tak kenal kompromi dalam menjalankan tugasnya. Wanita kelahiran 20 November 2011 ini menjadi salah satu nominasi Wali Kota terbaik di dunia, 2012 World Mayor Prize, yang digelar oleh The City Mayors Foundation. Ia terpilih karena segudang prestasi yang sudah ia torehkan selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Ia dinilai berhasil menata kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan penuh taman. Salah satu buktinya adalah pemugaran Taman Bungkul di tengah kota. Dulunya, taman tersebut tidak layak disebut taman, namun kini Taman Bungkul menjadi taman terbesar dan terkenal di kota Surabaya. Selain itu, ia juga telah berperan besar dalam membangun pedestrian bagi pejalan kaki dengan konsep modern di sepanjang Jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman. Di bawah kepemimpinannya pula, ia sukses mengantarkan Surabaya memperoleh penghargaan Adipura di tahun 2011. Risma menjadi kandidat Wali Kota terbaik dunia asal Indonesia bersama dua orang lainnya, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Solo Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa 'Jokowi'.

Tak hanya mengembangkan pelabuhan, Citymayors menilai Risma juga berhasil mengembangkan ruang terbuka hijau di Surabaya. Sejak dipimpin Risma, Surabaya kini sudah memiliki beberapa taman dengan tema yang berbeda, seperti Taman Persahabatan, Taman Skate dan BMX, serta Taman Flora. Taman-taman ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti Wi-Fi, perpustakaan, dan fasilitas olahraga.

Selama menjadi Wali Kota Surabaya, banyak prestasi yang ditoreh Risma. Berbagai program dilaksanakannya untuk menswasembadakan masyarakat. Di antaranya pahlawan ekonomi; merdeka dari sampah; pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah; hingga Rumah Bahasa yang dipersiapkan untuk menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 mendatang.

Dalam menjalankan tugasnya, Risma mengaku belajar dari rakyatnya. Dia selalu memikirkan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan warga Kota Surabaya. Itu sebabnya banyak kebijakannya yang dianggap prorakyat.

Sejak diisukan mundur, wanita 52 tahun tersebut tampak gundah. Rakyat miskin adalah salah satu alasan yang membuatnya kalut. “Mereka yang aku pikirin,” katanya sembari menahan air matanya yang nyaris jatuh.

Selain di bidang lingkungan, Citymayors.com juga memuji kepedulian Risma terhadap peningkatan kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat miskin di Surabaya yang terkenal dengan sebutan ‘kota Pahlawan’ tersebut.

Namun, menurut situs ini, Risma juga masih punya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah membenahi sistem dan pengelolaan kebun binatang di Surabaya terkait dengan kematian mendadak sejumlah satwa beberapa waktu lalu.

Wali Kota Surabaya itu pun sendiri mengaku masih banyak tugas yang belum dapat diselesaikannya. Salah satunya, dia sangat ingin mensejahterakan masyarakat Surabaya. “Tapi, yo, opo carane? Aku bingung (Tapi bagaimana caranya? Saya bingung)," kata Risma kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (12/2/2014).

Wali Kota wanita pertama di Surabaya itu ingin membangun Surabaya seperti negara-negara maju di dunia. Meski Surabaya tidak memiliki keindahan alam atau sumber daya alam seperti kota lainnya, tapi Risma optimistis bahwa suatu saat nanti kota itu tidak kalah dengan negara maju. “Bukan kota lho, ya, tapi level negara di dunia,” pungkas wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur pada tanggal 20 Oktober 1961 itu. (tem/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.004 Since: 05.03.13 | 0.164 sec