Hukum

Kasus Suap Mantan Ketua MK, Pemilukada Papua

Thursday, 20 Februari 2014 | View : 788

JAKARTA-SBN.

Dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (20/2/2014), Jaksa Pulung Rihandoro memaparkan enam dakwaan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar tersebut.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Muhamad Akil Mochtar didakwa empat perkara korupsi dan dua perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pada dakwaan ketiga Akil Mochtar memeras Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem Rp 125 juta sebagai biaya konsultasi sengketa Pemilukada Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, Kota Jayapura, dan Kabupaten Nduga.

Dalam salah satu perkara korupsi, Akil Mochtar didakwa selaku Hakim Konstitusi melakukan pemerasan Rp 125 juta terhadap Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem terkait proses lima sengketa pemilukada di MK.

Hal itu terungkap saat tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK membacakan surat dakwaan Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jaksa Pulung Rinandoro menyampaikan kronologi Akil Mochtar melakukan pemerasan atau penerimaan uang Rp 125 juta terhadap Wakil Gubernur Papua itu.

Mulanya sekitar 2010, Alex Hesegem selaku Wakil Gubernur Papua periode 2006-2011 beberapa kali menelpon Akil Mochtar yang saat itu selaku Hakim Konstitusi di MK untuk berkonsultasi menanyakan perkara sengketa Pemilukada Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.

Alex Hesegem juga meminta bantuan dari Akil Mochtar untuk mempercepat putusan atas permohonan sengketa hasil pemilukada-pemilukada tersebut.

Atas konsultasi tersebut, Akil Mochtar meminta Alex Hesegem untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekeningnya di Bank BCA KCP Rahardi Usman Pontianak. Selanjutnya, Alex Hesegem mentransfer uang Rp 50 juta ke rekening Akil Mochtar itu pada 14 September 2010.

Pada sekitar Juni 2011, Alex Hesegem kembali berkonsultasi dengan Akil Mochtar dan menanyakan tentang putusan terkait permohonan gugatan sengketa hasil Pemilukada Kota Jayapura dan Kabupaten Nduga. Alex Hesegem juga meminta bantuan Akil Mochtar agar mempercepat putusan kedua perkara tersebut.

Atas konsultasi tersebut, Akil Mochtar kembali meminta Alex Hesegem untuk mengirimkan sejumlah uang.

Dan Alex Hesegem kembali menuruti permintaan sang pengetuk palu vonis itu, dengan mentransfer uang Rp 50 juta dan Rp 25 juta pada 20 Juni 2011 ke nomor rekening yang sama milik Akil Mochtar seperti sebelumnya.

Perbuatan Akil Mochtar selaku hakim yang meminta atau memaksa Alex Hesegem itu didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), juncto Pasal 65 ayat (1) KUH-Pidana. (tri/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.390.363 Since: 05.03.13 | 0.2696 sec