Hukum

KPK Periksa Ajudan Mantan Gubernur Riau Karena Keterangan Palsu

Friday, 21 Februari 2014 | View : 834

JAKARTA-SBN.

Tim penyidik lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan ajudan Gubernur Riau, Said Faisal alias Hendra sebagai tersangka pemberi keterangan palsu dalam kasus dugaan suap pembahasan anggaran PON XVIII Riau tahun 2012. "Iya (diperiksa sebagai tersangka)," kata Said Faisal saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2014).

Saat diminta menjelaskan secara detail tentang kasus yang menderanya dia tidak berkomentar banyak. "Kita ikuti saja prosesnya," katanya.

Said Fisal alias Hendra, mantan ajudan Gubernur Riau Rusli Zainal masuk dalam daftar cegah ke luar negeri tercatat sejak pekan ini hingga enam bulan kedepan. “Pencegahan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dan dapat termonitor ke seluruh Kantor Imigrasi yang ada di Indonesia," ungkap Humas Imigrasi Pekanbaru, Kurniadi kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (21/2/2014).

Sejak kapan persisnya permohonan cegah itu masuk ke Dirjen Imigrasi, Kurniadi mengaku tidak mengetahuinya secara persis. "Yang jelas, pihak bersangkutan benar telah masuk dalam daftar cegah atau tidak dibolehkan bepergian ke luar negeri," bebernya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya dikabarkan telah mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri untuk mantan ajudan Gubernur Riau Rusli Zainal (sebelum Annas Maamun) yakni Said Faisal alias Hendra, terkait kasus pemberian keterangan palsu di persidangan dan dugaan korupsi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pencegahan ke luar negeri tersebut menurut informasi dari KPK berlaku sejak 18 Februari 2014 selama 6 bulan ke depan.

Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, lewat sambungan telepon mengatakan, pihaknya mengirimkan permintaan cegah bepergian ke luar negeri atas nama Said Faisal dalam rangka penyidikan.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru sebelumnya telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK untuk menahan Said Faisal dan menetapkannya sebagai tersangka setelah memberikan keterangan berbelit hingga dianggap berdusta.

Sebelumnya, Said Faisal ditetapkan sebagai seorang yang memberikan keterangan palsu saat bersaksi dalam persidangan atasannya yaitu mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus suap PON.

Sejumlah bukti kuat diperoleh KPK salah satunya rekaman suara terkait transaksi suap pengesahan Peraturan Daerah tentang PON Riau. Dalam lanjutan sidang untuk terdakwa mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal itu, Jaksa KPK berulang kali memutarkan rekaman percakapan terkait penerimaan dana Rp 500 juta untuk Rusli Zainal antara Said Faisal dan Lukman Abbas serta Kepala Cabang PT. Waskita Karya.

Said Faisal saat itu menyatakan bantahan terkait keterlibatannya menjadi perantara pemberian suap.

KPK dikabarkan juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk menguatkan status tersangka Said Faisal.

Penetapan tersangka Said Faisal itu merupakan pengembangan penyidikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh KPK dalam skandal terkait Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau.

Terdapat kemungkinan akan ada tersangka lainnya yang tersangkut kasus pesta olahraga lima tahunan itu. Alasannya KPK menyatakan kasus akan terus dikembangkan tidak hanya berhenti pada Said Faisal saja.

Said Faisal merupakan pejabat di Sekretariat Daerah Provinsi Riau diduga melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain itu, mantan ajudan Rusli Zainal itu dikenai Pasal 15 junto Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 KUHP. (ant)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.764 Since: 05.03.13 | 0.1355 sec