Ekonomi

Facebook Akuisisi WhatsApp US 19 Miliar

Wednesday, 19 Februari 2014 | View : 866

SAN FRANCISCO-SBN.

Berita besar terjadi di dunia teknologi hari ini. Facebook dikabarkan telah setuju untuk membeli WhatsApp senilai US$ 19 miliar. Salah satu aplikasi chatting terpopuler di dunia, dan juga populer di Indonesia, WhatsApp, telah menjadi milik facebook dengan harga lebih dari Rp 200 trilliun.

Menurut jaringan sosial media terbesar ini, Rabu (19/2/2014), mereka akan membelinya dengan cara tunai dan dalam bentuk saham. Struktur pembelian meliputi US$ 4 milliar uang tunai, US$ 12 milliar dalam saham facebook, dan tambahan US$ 3 milliar untuk mempertahankan karyawan WhatsApp. Nantinya pemilik WhatsApp akan mendapatkan US$ 4 miliar  dalam bentuk tunai dan US$12 miliar dalam bentuk saham di Facebook. Sebagai tambahan, saham senilai US$ 3 miliar akan diberikan kepada pemilik dan karyawan peluncur WhatsApp. Unit saham ini akan diberikan setelah 4 tahun kontrak disetujui.

Apabila dalam proses pengajuan pada pemerintah gagal, facebook masih harus membayar US$ 1 milliar uang tunai dan US$ 1 milliar dalam bentuk saham.

WhatsApp mempunyai 450 juta orang pengguna, dengan tingkat pengguna harian mencapai 70% dari jumlah tersebut.

Belum lagi tiap harinya, ada 1 juta orang baru yang menggunakan WhatsApp, membuat mereka lebih dekat lagi untuk mewujudkan misi besarnya, mengalahkan jumlah pengguna sms.

Saat ini, WhatsApp adalah satu-satunya aplikasi chatting di handphone yang telah mendekati jumlah pesan terkirim melalui cara tradisional, sms.

Jumlah pesan terkirim melalui WhatsApp tiap harinya tercatat 50 milliar pesan per hari.

Jumlah karyawan WhatsApp yang diambil oleh facebook mencapai 50 orang, dengan 32 diantaranya adalah engineer. Rasio engineer dan jumlah pengguna di WhatsApp mencapai 14 juta pengguna per engineer.

Kemudian Jan Koum, pendiri WhatsApp, akan bergabung facebook sebagai board. Dalam pernyataan itu juga disebutkan Jan Koum, penemu dan pemilik WhatsApp akan bergabung dalam jajaran direksi Facebook. Nantinya produk pengiriman pesan WhatsApp dan Facebook akan beroperasi sebagi aplikasi terpisah.

Kenapa WhatsApp sampai senilai Rp 200 trilliun? Padahal, kalaupun semua pengguna WhatsApp membayar, total uang yang didapatkan hanyalah US$ 450 juta atau sekitar Rp 5 trilliun.

Mark Zuckerberg bersedia memberikan keterangan tambahan pada Mashable (media IT di Amerika) mengenai akuisisi ini.

Dalam pernyataannya, Facebook menyebutkan kombinasi ini akan membantu mengakselerasi pertumbuhan dan pengguna kedua media ini. Mark Zuckerberg merasa bahwa WhatsApp berada di jalur yang tepat untuk mendapatkan 1 milliar pengguna, dan sangat berharga untuk mendukung visi facebook menciptakan dunia yang lebih terbuka dan terhubung. "WhatsApp telah menghubungkan 1 miliar orang. Layanan yang sudah mencapai sebanyak itu memiliki nilai besar. Aku sudah mengenal Jan sejak lama dan aku senang berpasangan dengannya dan timnya untuk membuat dunia lebih terbuka dan terhubung," tutur Mark Zuckerberg, penemu Facebook, dalam pernyataannya.

Spesifiknya, Mark Zuckerberg membeli WhatsApp untuk membantu misi internet.org, menyediakan akses internet ke dua pertiga dunia yang belum terhubung. Karena pengguna WhatsApp sebenarnya kebanyakan dari Negara dunia ketiga, inilah kenapa WhatsApp menjadi sangat penting dalam misi facebook ke depan.

Mark Zuckerberg juga menegaskan, WhatsApp selamanya tidak akan membunuh facebook messenger. Kalau WhatsApp lebih ke percakapan real-time, facebook messenger akan berperan lebih ke email. WhatsApp juga dijalankan di luar facebook, sehingga tim dari facebook messenger akan bersaing secara sehat dengan WhatsApp sendiri.

Menurut Mark Zuckerberg, prioritas kerja sama ini lebih kepada mengembangkan Facebook dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi. "Strategi eksplisit kami untuk beberapa tahun ke depan adalah fokus untuk berkembang dan menghubungkan seluruh orang di dunia. Saat kami layanan sudah mencapai 1 miliar, 2 miliar, 3 miliar orang, akan semakin banyak jalan yang bisa menghasilkan uang," kata Mark Zuckerberg.

Meskipun telah mempunyai 450 juta pengguna, WhatsApp sama sekali tidak pernah menggunakan jasa PR atau marketing. Semua pertumbuhan datang dari pengguna sendiri.

Menariknya lagi, Mark Zuckerberg, bos facebook, membiarkan WhatsApp berjalan sendiri setelah akuisisi ini, dan bahkan berjanji tidak akan menambahkan WhatsApp dengan iklan facebook. Setelah mengakuisisi WhatsApp, Facebook berjanji tidak akan menaruh iklan pada aplikasi chatting itu, seperti yang terjadi pada Instagram sebelumnya.

Selain itu, Mark Zuckerberg mengaku tidak memprioritaskan kerja sama ini untuk bisnis. Secara personal, Mark Zuckerberg juga berpikir bahwa iklan adalah cara yang tepat untuk menguangkan pesan.

Sejalan dengan Mark Zuckerberg, CEO WhatsApp Jan Koum, lewat blognya, berkata bahwa tidak akan ada iklan yang mengganggu pengguna WhatsApp, seperti yang diutamakan perusahaan selama ini. "Kami tidak akan berubah," ucap Jan Koum.

Namun, Mark Zuckerberg berharap dengan kerja sama ini WhatsApp akan jadi "aplikasi bisnis yang menguntungkan", selain sebagai produk terbaik. Baik Mark Zuckerberg dan Jan Koum menilai kerja sama ini adalah awal yang menjanjikan untuk tumbuh lebih besar di masa depan. (latimes)

See Also

Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.761 Since: 05.03.13 | 0.1423 sec