Hukum

KPK Kembali Sita Mobil Wawan

Monday, 17 Februari 2014 | View : 874

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Senin (17/2/2014) kembali menyita mobil satu unit Toyota Alphard Vellfire hitam bernomor polisi B 888 VO dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten Thoni Fathoni Mukson yang diduga pemberian tersangka kasus korupsi, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan terkait penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Sebelum disita, mobil tersebut diserahkan orang suruhan anggota DPRD Banten, Thoni Fathoni Mukson. Petugas keamanan mendata mobil mewah satu unit Toyota Alphard Vellfire yang diserahkan atas suruhan Thoni Fathoni Mukson anggota DPRD Banten yang kemudian disita di area parkir KPK, Jakarta, Senin (17/2/2014). Menurutnya, Toyota Vellfire tersebut mulanya diantarkan oleh orang suruhan Thoni Fathoni Mukson ke kantor KPK. Selanjutnya, KPK menyita mobil tersebut. Belum diketahui apakah mobil ini diatasnamakan Wawan atau Thoni Fathoni Mukson. "Hari ini mobil Vellfire hitam yang diserahkan seseorang atas suruhan Thoni Fathoni Mukson, anggota DPRD Banten, lalu dilakukan penyitaan oleh KPK," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2014).

Toyota Vellfire hitam bernomor polisi B 888 VO tersebut kini diamankan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Diduga, mobil itu merupakan pemberian dari Wawan.  "Dilakukan penyitaan oleh penyidik KPK, Vellfire hitam," papar Juru Bicara KPK Johan Budi  SP. di Jakarta.

Untuk kasus Wawan, hingga Senin (17/2/2014), KPK menyita 40 unit mobil, termasuk beberapa mobil super mewah berharga miliaran rupiah dan sebuah motor gede (moge) Harley Davidson.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP. menyatakan hingga saat ini sudah ada 38 mobil yang disita KPK terkait kasus dugaan pencucian uang yang melibatkan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Atas penyitaan itu, sambung Johan Budi SP., total mobil yang disita lembaga antirasuah ini dari adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, berjumlah 38 mobil dan 1 buah motor gede (moge) merek Harley Davidson. Menurut Johan Budi SP., sejauh ini KPK telah menyita 38 mobil dan 1 motor gede terkait penyidikan kasus dugaan TPPU Wawan. Di antara 38 mobil tersebut, imbuhnya, ada yang disita dari anggota DPRD. "Ada yang atas nama Wawan, ada yang tidak atas nama Wawan," elaborasi Johan Budi SP.

Namun, pihaknya memastikan bakal terus menelisik dugaan pencucian uang oleh Wawan. “Penelusuran aset TCW (Tubagus Chaery Wardana) hingga saat ini masih terus dilakukan, sehingga masih terbuka kemungkinan bertambah,” tegas Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2014). "Ini masih berkembang, bisa bertambah jumlahnya," jelasnya lagi.

Johan Budi SP. menerangkan jumlah tersebut merupakan total penyitaan mobil yang diduga terkait pencucian uang Wawan hingga Senin (17/2/2014).

Johan Budi SP. menambahkan, keseluruhan mobil yang disita beberapa diatasnamakan Wawan. Untuk pembuktiannya, nantinya akan diputuskan di persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. "Dugaannya terkait dengan Wawan, nanti diklarifikasi di persidangan, hakim yang memutuskan. Apakah iya atau tidak," tegasnya.

Senin (17/2/2014) KPK menyita kembali dua unit mobil yakni, Toyota Vellfire warna hitam bernomor polisi B 888 VO yang disita dari anggota DPRD Banten Thoni Fathoni Mukson dan Honda CR-V hitam bernomor polisi B 525 HAR yang disita dari kantor perusahaan milik Wawan, PT. Bali Pasific Pragama (BPP).

KPK sebelumnya telah menyita 38 unit mobil lainnya dari berbagai lokasi. Dari 38 mobil tersebut, beberapa diantaranya tergolong mobil super mewah yang harga di atas Rp 1 miliar, bahkan ada yang bernilai diatas Rp 10 miliar.

Dikabarkan sebelumnya, terkait dugaan pencucian uang Wawan, beberapa mobil diantaranya merupakan mobil-mobil super mewah tersebut yakni sedan sport Lamborghini putih, Ferrari merah, Bentley hitam, Rolls Royce hitam, Lexus LS hitam, dan Nissan GTR warna putih. Selain itu, KPK juga menyita sebuah motor besar atau motor gede (moge) merk Harley Davidson berwarna perak yang diduga milik Wawan. “Diduga mobil-mobil ini adalah aset yang dimiliki oleh Wawan dan terkait dengan PT. BPP (Bali Pasific Pragama), yang sudah diberikan kepada anggota DPRD Banten, swasta, dan pegawai PT. BPP,” ujar Johan Budi SP.

Pada Jumat (14/2/2014) malam, KPK menyita Mercedez Benz B 4 FIS teman dekat Wawan, Herdian Koosnadi. Pada hari yang sama, lembaga antikorupsi itu menyita Mini Cooper abu-abu berplat nomor B 888 PZ dari Herdian Koosnadi. Pada Rabu (12/2/2014), KPK menyita satu unit Honda CRV berplat nomor B 287 dari anggota DPRD Banten Fraksi Demokrat bernama Sonny Indra Djaya.

KPK juga menyita Toyota Alphard Vellfire putih bernomor polisi B 510 JDC dari artis Jennifer Dunn. Sebelumnya, KPK menyita satu unit Honda CRV hitam bernomor polisi B 710 MED dari anggota DPRD Banten bernama Media Warman.

Selain itu, KPK menyita satu unit Mercedes Benz B 818 WWN dan satu unit Toyota Vellfire B 818 TTA dari kediaman Ketua Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Kabupaten Pandeglang, Gunawan yang juga anggota DPRD Pandeglang.

Kamis (13/2/2014), KPK menyita enam mobil. Keenam mobil itu adalah dua Toyota Vellfire, satu sedan BMW, dua Mitsubishi Pajero Sport, dan Suzuki AVP. Mobil-mobil itu ada yang disita dari Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin, dan dari karyawan perusahaan Wawan, PT. Bali Pasific Pragama.

Terkait penyidikan kasus dugaan TPPU Wawan, KPK telah memanggil sejumlah anggota DPRD untuk diperiksa, di antaranya Media Warman dari Fraksi Demokrat, Sonny Indra Djaya dari Fraksi Demokrat, Thoni Fathoni Mukson asal Fraksi PKB, dan Eddy Yus Amirsyah untuk diperiksa sebagai saksi.

Pengacara Wawan, Maqdir Ismail mengatakan bahwa kliennya hanya meminjamkan mobil-mobil itu kepada anggoata DPRD Banten. Menurut Maqdir Ismail, Wawan kerap meminjamkan mobil kepada sejumlah pihak. Selain meminjamkan mobil ke anggota DPRD, lanjut Maqdir Ismail, kliennya meminjamkan mobil untuk operasional kegiatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten. Maqdir Ismail juga mengklaim tidak ada motif tertentu yang melatarbelakangi peminjaman mobil tersebut. Menurutnya, Wawan meminjamkan mobil-mobil itu atas dasar pertemanan.

KPK menahan suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sejak 4 Oktober 2013. Adik kandung Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ini Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK untuk beberapa kasus korupsinya di KPK dan dijerat kasus berlapis. Selain kasus pertama, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Chasan sekaligus suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu merupakan tersangka kasus dugaan turut menyuap Akil Mochtar saat menjadi Ketua MK terkait pengurusan dan penanganan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan juga menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) kedokteran umum di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran (TA) 2012 dan terjerat juga kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2011-2013.

Terakhir, tak sampai disitu, berdasarkan pengembangan kasus, belakangan KPK menemukan bukti dugaan pencucian uang dari suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany tersebut. Tubagus Chaery Wardana juga disangka dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sejauh ini KPK sudah menyita sejumlah hartanya demi kepentingan penyidikan. Harta-harta itu disita lantaran diduga berasal dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Terkait dugaan pencucian uang Wawan, KPK sebelumnya mengklaim bahwa adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah ini memiliki 100 item lebih aset. Di antaranya kamar kos-kosan yang disewakan di Bandung, Jawa Barat. (kom/tem)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.640.923 Since: 05.03.13 | 0.2045 sec