Ekonomi

Jokowi Dikunjungi Bos Foxconn

Friday, 07 Februari 2014 | View : 905

JAKARTA-SBN.

Perusahaan elektronik asal Taiwan, Foxconn Technology Group, berniat berinvestasi di Jakarta melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI. Foxconn Technology Group asal Taiwan dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi hari ini menandatangani kerjasama investasi. Hari ini, kedua pihak menandatangani Letter of Intend (LoI) di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Gubernur provinsi DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ bertemu dengan Chairman Foxconn Technology Group asal Taiwan, Terry Gou hari ini Jumat (7/2/2014) di Balai Kota DKI, Jakarta.

Mantan Wali Kota Solo, Jokowi yang mengenakan pakaian khas Betawi bersalaman dengan Terry Gou setelah MoU dalam rangka kerjasama pembangunan pabrik Foxconn di Jakarta.

Pertemuan Jokowi hari ini dengan Terry Gou ternyata bukan pertama kalinya. Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan ketertarikan Foxconn diungkapkan sejak setahun lalu. Kerja sama berbentuk business to business antara Kawasan Berikat Nusantara dengan Foxconn.

Terry Gou bercerita telah menemui Jokowi setahun lalu ketika sedang mencari-cari lokasi investasi pabrik baru perusahaan elektronik tersebut. “Setahun tahun lalu, kami sudah bertemu di sini," kata Terry Gou usai penandatangan MoU di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Sebagai investor, dia butuh bantuan menghadapi risiko investasi. "Jokowi berjanji bisa selesaikan masalah itu," ujarnya. Terry Gou mengaku telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari lokasi yang tepat untuk membangun pabrik di Indonesia, akhirnya kini Foxconn menentukan pilihan di Jakarta.

Direktur Foxconn, Terry Gou, mengaku tidak khawatir dengan tantangan investasi di Jakarta seperti kemacetan. Terry Gou mengatakan keyakinannya, sosok Jokowi bisa memecahkan masalah soal infrastruktur di Jakarta seperti kemacetan dengan perencanaan yang baik. "Kota seperti New York dan Bejing juga punya masalah dengan kemacetan lalu lintas," tukas dia. "Saya percaya kepada pemerintah," katanya. Jokowi menimpali, dia yakin proyek MRT dan monorail bisa selesai dalam 5-6 tahun.

Soal masalah Jakarta seperti kemacetan, Terry Gou tidak khawatir. Menurut dia, kota besar seperti New York dan Beijing pun bermasalah dengan kemacetan.  Itu sebabnya, Jumat pagi ini, Terry Gou menandatangani letter of intent kerja sama dengan Pemprov DKI atau KBN sebesar US$ 1 miliar. Targetnya adalah mendirikan industri teknologi tinggi dalam bidang teknologi informasi bagi tenaga kerja muda. Produk yang dijanjikan, misalnya, pembuatan cip dan konduktor telepon seluler.

Direktur Foxconn Technology Group Terry Gou mengaku memutuskan berinvestasi di Jakarta karena figur Gubernur DKI Joko Widodo. "Dia punya kemampuan eksekusi yang berbeda," katanya dalam bahasa Inggris di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (7/2/2014). Faktor lainnya, sambung Terry Gou, adalah banyaknya tenaga muda dan sumber daya alam di Indonesia. "Ada banyak generasi muda, SDA. Namun dengan bertemu Jokowi, saya bisa mempercepat prosesnya," lanjutnya. Dia berpromosi, investasi ini bisa menyerap tenaga kerja muda di Jakarta maupun daerah lain. "Dia berasal dari Jawa Tengah. Banyak insinyur muda dari Jawa Tengah bisa pindah ke sini," tambah dia.

Belakangan, Terry Gou mengaku terkesan karena Pemprov DKI menunjukkan keseriusan. Salah satu buktinya, kata dia, Pemprov DKI mengirim satu tim, termasuk dari Kawasan Berikat Nusantara, ke markas Foxconn di Taipei, sepekan lalu. "Dia memverifikasi saya akan investasi di sini atau tidak. Dia tidak hanya bicara. Ini serius. Jadi dengan ini, saya membuat penilaian saya," tuturnya. Jokowi menyambut baik investasi di bidang teknologi informasi itu dan akan mengirim perwakilan ke Taipei untuk menindaklanjuti kerja sama. "Kami mau masuk ke industri high value, high end manufacturing," kata Jokowi, Jumat (7/2/2014).

Jokowi mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, badan usaha milik negara, dan swasta. Perkiraan total investasi Foxconn ini sekitar US$ 1 miliar. Menurut Terry Gou, nilai investasi Foxconn di Jakarta setidaknya US$ 1 miliar atau setara Rp 12 triliun untuk jangka waktu 3-5 tahun. Lahan yang akan digunakan untuk membangun pabrik berada di daerah Marunda, Jakarta Utara. "Ini merupakan investasi yang diinginkan Pak Jokowi. Selain itu, investasi ini bisa membuka peluang kerja bagi warga Marunda," kata Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono.

Untuk mendukung niat ini, Jokowi berjanji mempermudah perizinan dan dan membenahi infrastruktur. Jokowi mengatakan pemerintah provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi untuk persiapan investasi Foxconn di Jakarta. Mulai dari perizinan hingga menyediakan lahan untuk Foxconn. Sebagai langkah awal, Pemprov sudah mengalokasikan lahan 200 hektare di Marunda, Jakarta Utara. Selanjutnya, penandatanganan memorandum of understanding dijadwalkan pada April 2014. "Dalam kesepakatan tadi kita ingin membantu dalam bidang infrastruktur, perizinan, menyiapkan lahan yang dibutuhkan butuh 200 hektar. Tapi, untuk awalnya 20 hektar dulu. Di KBN (Kawasan Berikat Nusantara) ada provinsi, komersial, BUMN dan swasta," tandasnya.

Foxconn akan kembali ke Jakarta pada April 2014 untuk melanjutkan kesepakatan yang telah dilakukan dengan Pemprov DKI ini. Rencananya, Foxconn akan melakukan investasi selama tiga sampai lima tahun mendatang.

Foxconn merupakan perusahaan manufaktur elektronik yang berbasis di Taiwan. Foxconn yang merupakan produsen komponen iPad dan iPhone itu rencananya juga akan membuat BlackBerry di Jakarta. "Kita menandatangani kesepakatan Foxconn memulai investasi di Jakarta," kata Jokowi. Foxconn punya pengalaman panjang dalam industri manufaktur produk teknologi. Mereka melayani perakitan produk dari Sony, HTC, Nintendo, hingga Apple yang menjadi pelanggan terbesar. (tem/kom/jos)

See Also

Pengangguran Di Amerika Serikat Menurun
Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.405.677 Since: 05.03.13 | 0.2154 sec