Ekonomi

Dinasti Peugeot Berakhir

Tuesday, 18 Februari 2014 | View : 676

PARIS-SBN.

PSA Peugeot Citroen pada Selasa (18/2/2014) waktu setempat dijadwalkan menyetujui kesepakatan penyertaan modal dengan Dongfeng Motor Corporation dari China.

Kesepakatan ini menunjukkan berakhirnya salah satu dinasti industrial tertua di Prancis.

Sumber di Peugeot menyebutkan Dewan Direksi siap menyetujui perjanjian suntikan modal dari Dongfeng Motor Corporation dan Pemerintah Prancis, masing-masing 800 juta euro atau setara dengan US$ 1,1 miliar dengan ganjaran 14% saham perseroan.

Total dana yang bisa digalang oleh Peugeot bisa mencapai hampir empat miliar euro melalui penjualan saham.

Keluarga Peugeot yang mengendalikan perusahaan sejak berdiri pada 1810 sebagai penggilingan kopi dan produsen sepeda akan mendapati 25% saham dan 38% hak suaranya terdilusi.

Kesepakatan itu juga menunjukkan penyelamatan bagi grup usaha otomotif terbesar kedua di Eropa tersebut.

Peugeot nyaris kolaps tahun lalu sebelum mendapat refinancing yang dijamin negara sebesar tujuh miliar euro untuk unit usaha kreditnya.

Peugeot termasuk yang paling parah terdampak kemerosotan penjualan kendaraan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Selain harus memangkas ribuan lapangan pekerjaan, Peugeot juga menderita kerugian lima miliar euro pada 2012.

Bagi Dongfeng Motor Corporation, produsen otomotif terbesar kedua di China, perjanjian itu menandai akuisisi besar lainnya terhadap perusahaan-perusahaan Barat.

Bulan lalu, Lenovo Group Ltd. mengakuisisi Motorola Mobility dari Google Inc. senilai US$ 2,91 miliar.

Berdasarkan kesepakatan itu, jatah keluarga Peugeot di Dewan Direksi akan berkurang dari empat menjadi dua. Thierry Peugeot juga akan kehilangan posisinya sebagai Chairman.

Tapi, tiga pemegang saham utama tersebut tidak diperbolehkan menambah kepemilikan selama 10 tahun. Hal ini dilihat untuk membatasi pengaruh Dongfeng Motor Corporation di Peugeot yang mempekerjakan hampir 90.000 orang di Prancis.

Kesepakatan final itu diperkirakan ditandatangani akhir bulan depan saat Presiden China Xi Jinping berkunjung ke Paris. (afp)

See Also

Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.782 Since: 05.03.13 | 0.1594 sec