Internasional

Menlu AS Desak Indonesia Dorong Stabilitas Laut China Selatan

Monday, 17 Februari 2014 | View : 938

JAKARTA-SBN.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengunjungi Indonesia pada 15 Februari-17 Februari 2014. John Kerry tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, pada Sabtu (15/2/2014) malam.

Kunjungan tersebut untuk melakukan Sidang Komisi Bersama ke-4 Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Marty Natalegawa. John Kerry kemudian akan melakukan sidang bersama Marty Natalegawa di Kantor Kementerian Luar Negeri, Senin (17/2/2014).

Kunjungan John Kerry ke Indonesia ini merupakan bagian dari lawatannya ke beberapa negara Asia, seperti Korea Selatan, China, dan Indonesia, dari tanggal 13 Februari hingga 18 Februari 2014.

John Kerry sebelumnya pernah menyambangi RI dalam pertemuan KTT APEC di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2013. Ketika itu, ia datang untuk mewakili Presiden AS Barack Obama.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John F. Kerry, mendukung Menteri Luar Negeri RI, Marty M. Natalegawa, agar fokus mendorong terciptanya Code of Conduct (CoC) atau kode tata kelakuan baik di kawasan Laut China Selatan untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu.

Di hadapan ratusan media lokal dan internasional di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Pejambon, Jakarta, Senin (17/2/2014), John Kerry mengakui AS sangat bersyukur dengan peranan yang dimainkan Indonesia dalam kerjasama China-ASEAN, termasuk hal yang terkait dengan pentingnya Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan.

Menurut John Kerry, stabilitas kawasan di masa mendatang akan bergantung kepada Code of Conduct yang sedang diupayakan tersebut. Oleh karena itu, dia mendukung Marty Natalegawa untuk fokus ke isu tersebut dan mendorong semua pihak agar patuh dan mempercepat proses negosiasi.

“Semakin lama pembuatan CoC, maka ketegangan akan terus berlangsung. Saya memberikan rekomendasi kepada Pak Marty agar dapat fokus pada isu tersebut,” katanya.

Marty Natalegawa mengakui bahwa sebelum melakukan Sidang Komisi Bersama di Kantor Menlu RI di Kompleks Kantor Kemenlu hari ini, dia dan John Kerry telah melakukan pertemuan informal untuk membahas isu-isu regional dan global. “Pembahasan sebenarnya sudah dilakukan sejak kemarin malam pada pertemuan informal dalam jamuan makan malam. Khususnya yang sifatnya global dan regional,” papar Marty Natalegawa.

Menurut Marty Natalegawa, dalam pertemuan informal tersebut kedua menlu membahas sejumlah permasalahan yang bersifat regional dan global.

Kedua menlu, sambung Marty Natalegawa, terutama membahas hal-hal yang berkaitan dengan situasi di Asia Pasifik, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur, secara umum.

Marty Natalegawa dan John Kerry juga membahas perkembangan situasi di kawasan Laut China Selatan. Khususnya terkait dengan inisiatif Indonesia tentang perjanjian di kawasan untuk mengesampingkan penggunaan kekerasan dan memilih penyelesaian diplomasi.

John Kerry melanjutkan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan Menteri Luar Negeri China di Beijing beberapa hari lalu. Kedua menlu tersebut mendiskusikan kekhawatiran perkembangan sikap klaim daerah laut di Laut China Timur dan Laut China Selatan. “Namun demikian, AS yakin hukum internasional akan diterapkan secara ketat di semua negera,” katanya.

Seperti dikabarkan sebelumnyaPertemuan para Menhan se-ASEAN yang digelar selama dua hari itu membahas soal sengketa Laut China Selatan (LCS), yang melibatkan China dan sejumlah negara ASEAN.

Ke-10 negara anggota ASEAN telah menyerukan dibentuknya Code of Conduct (CoC) untuk mencegah sengketa berkepanjangan. Rancangan CoC itu pun mendapat dukungan dari AS.

China mulai dituding telah membuat sengketa LCS ini berlarut-larut karena sebelumnya memilih untuk melakukan pembicaraan bilateral dengan negara yang bersengketa, bukan ASEAN secara keseluruhan. Untungnya, Beijing akhirnya berjanji untuk membicarakan masalah ini dengan ASEAN.

Selain ASEAN, China berseteru dengan Jepang atas kepemilikan sebuah pulau di Laut China Timur. "Ini bukan tentang memusuhi China atau negara lain. Tapi pertemuan ini tentang kepentingan kemakmuran ekonomi, stabilitas, dan keamanan dunia," tandas Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang dilantik pada Selasa (26/2/2013), Charles Timothy ‘Chuck Hagel’.

Pertemuan para Menteri Pertahanan seluruh negara anggota ASEAN, selain dihadiri ke-10 Menhan dari anggota ASEAN, dihadiri Menhan dari Jepang, China, Korea Selatan, AS, Rusia, India, Australia, dan Selandia Baru. Pertemuan Menhan ASEAN ini digelar mulai Rabu (28/8/2013), dan berakhir pada Kamis (29/8/2013). (lip6/ant)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.312.850 Since: 05.03.13 | 0.2188 sec