Internasional

Menlu Amerika Serikat Soroti Perubahan Iklim

Sunday, 16 Februari 2014 | View : 917

JAKARTA-SBN.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry menggunakan kunjungannya ke Indonesia untuk membahas isu perubahan Iklim. Dalam video yang dirilis Kedutaan Besar AS, John Kerry mengatakan, hal yang akan ia soroti dalam pertemuan dengan Marty Natalegawa adalah isu perubahan iklim. "Perubahan iklim merupakan tantangan terbesar kita dan sangat memerlukan kepemimpinan bersama," katanya, yang seperti dimuat wartawan, Jumat (14/2/2014).

John Kerry menyampaikan betapa pentingnya mengantisipasi perubahan iklim global. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim tidak bisa lagi dipandang remeh. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry memperingatkan para hadirin yang menyimak pidatonya di Jakarta bahwa perubahan iklim merupakan ancaman bagi seluruh dunia.

Berbicara selama 30 menit di hadapan para tokoh masyarakat, mahasiswa, dan wartawan di Pusat Kebudayaan Amerika, @america, di Jakarta, Minggu (16/2/2014), John Kerry mengatakan Amerika Serikat terus mendorong semua negara, termasuk Indonesia, untuk mengantisipasi ancaman itu. Dia juga menyampaikan pesan kepada seluruh pemerintah di dunia untuk serius menanggulangi perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrim di berbagai tempat dewasa ini. "Kalau kita ingin mencegah konsekuensi yang paling parah, kita tentunya tidak punya waktu lagi untuk melakukan perdebatan siapa yang paling bertanggung jawab. Jawabannya sederhana .. ini tanggung jawab kita semua. Pada akhirnya semua negara di dunia mempunyai tanggung jawab untuk mengambil bagian. Kalau kita punya harapan untuk meninggalkan ke generasi berikutnya, yaitu Bumi yang sehat dan aman," sambungnya.

John Kerry memberi beberapa contoh dampak perubahan iklim di beberapa negara, diantaranya adalah penderitaan akibat terjangan badai yang menghancurkan daerah Tacloban, Filipina, pada 2013.

Dengan mengutip pepatah berbahasa Indonesia, John Kerry menunjukkan perubahan iklim lebih dari sekedar masalah lingkungan. "Anda punya pepatah di Indonesia 'Luka di kaki, sakit seluruh badan'. Hari ini dalam dunia yang penuh keterkaitan ini, kenyataan menunjukan bahwa penderitaan dimanapun dirasakan dimana-mana. Kita melihat kita merasakannya, badai yang dahsyat yang menghancurkan sebuah desa atau satu wilayah di Asia. Kemudian tanaman tidak tumbuh subur dan tidak memberi keuntungan bagi petani di Amerika Selatan. Lalu ada masyarakat di sebuah negara, terpaksa diungsikan karena kenaikan air laut," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, John Kerry juga memaparkan usaha-usaha yang telah dilakukan Amerika Serikat untuk mengurangi emisi dalam lima tahun terakhir yang menurut klaimnya sudah lebih nyata dibanding 20 tahun yang lalu. "Saya mengakui (ada) tanggung jawab Amerika Serikat karena kami adalah negara dengan emisi kedua di dunia dan nomor satu adalah China. Dan kenyataannya kami menerima tanggung jawab untuk mengubah kebiasaan yang salah, yang selama ini kami gunakan. Presiden Obama telah berkomitmen bahwa Amerika akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebelum 2020," bilangnya.

John Kerry juga menjelaskan hasil kunjungannya ke China sebelum ia tiba di Indonesia. Amerika dan China, menurutnya, sepakat untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan polusi udara yang disebabkan penggunaan bahan bakar fosil.

Amerika dan China, lanjutnya, juga sepakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong penggunaan energi yang efisien dalam industri dan bangunan.

Menurut BBC, Minggu (16/2/2014), yang mengutip dari Departemen Luar Negeri AS, John Kerry dalam pidato nanti bakal menekankan bahwa sudah ada bukti saintifik bahwa perubahan iklim tidak hanya mengancam lingkungan hidup, namun juga perekonomian dunia.

Menlu ke-68 AS itu menjelaskan, dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia sangat rentan terhadap risiko naiknya permukaan laut. Karenanya, AS dan RI perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang tepat bagi semua pihak.

"Perubahan iklim adalah prioritas utama saya sebagai Menteri Luar Negeri dan juga prioritas utama Presiden Obama," terang John Kerry, Menlu yang menggantikan Hillary Clinton.

Selain itu, dalam kunjungan kali ini, John Kerry ingin bertukar pikiran dengan masyarakat Indonesia dan mendiskusikan langkah-langkah yang bisa diambil untuk melindungi planet Bumi.

Usai berbicara di @america, John Kerry menemui Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luo Minh di kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta Selatan.

Menlu AS tersebut, John Kerry melakukan kunjungan ke Indonesia selama tiga hari, dia telah mendarat di Jakarta pada Sabtu (15/2/2014) malam. Rencananya, John Kerry akan menandatangi sebuah MoU bersama pemerintah Indonesia yang mungkin akan menjadi dasar bagi sebuah perjanjian global baru tentang pengurangan polusi dari bahan bakar fosil. Agenda utama kunjungan John Kerry ke Indonesia adalah untuk mengikuti Sidang Komisi Bersama ke-4 dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa pada Senin (17/2/2014) di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta. (voa/bbc)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.312.856 Since: 05.03.13 | 0.1797 sec