Politik

Pesan Wali Kota Surabaya Bagi Kepala Dinas Dan Camat Baru Saja Diangkat

Wednesday, 12 Februari 2014 | View : 1029

SURABAYA-SBN.

Pada awal tahun 2014 ini, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu, Ir. Tri Rismaharini, M.T. memang telah dihadapkan beberapa permasalahan besar. Pertama, kasus kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya yang menuai kontroversi karena dianggap janggal. Hingga kini belum ada titik terang dari kasus yang menjadi bagian tanggung jawabnya itu. Kedua, Risma diisukan mundur karena dinilai tidak suka dengan wakil barunya, Wisnu Sakti Buana.

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, yang merupakan Wali Kota Surabaya wanita yang pertama menjabat untuk periode 2010-2015 dan alumnus Arsitektur ITS Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. memilih tak banyak bicara dalam dua pekan terakhir.

Sempat nongol dalam wawancara penuh curhat di sebuah stasiun televisi nasional, Risma terlihat galau ketika memamerkan ruangan kerjanya di  Surabaya. “Semua sudah saya ringkesin,” kata Risma kepada wartawan yang menemuinya, Rabu (5/2/2014) sore pekan lalu. “Aku sudah siap meninggalkan ruangan ini,” dia menambahkan.

Hampir seluruh meja kerjanya terlihat kosong. Lemari pakaian yang terletak di kamar bagian dalam ruang kerjanya, yang biasanya penuh, tinggal tersisa sehelai baju dinas warna hitam yang digantung.  Tak ada lagi baju formal yang biasa disediakan sebagai pengganti. Selain kemeja hita, tinggal satu tas kecil berisi mukena. Juga tiga topi model tentara,  dibungkus plastik bening di atas meja rias yang tersaput kabut debu.

Memimpin Kota Surabaya sejak Oktober 2010, Risma kini dilanda tekanan sejumlah kekuatan politik di Ibu Kota Jawa Timur itu.

Seperti dilansir Majalah Tempo Edisi #Save Risma, salah satu tekanan justru datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  yang mengajukannya sebagai calon wali kota, tiga tahun silam.

Partai ini menyorongkan Wisnu Sakti Buana, Ketua PDIP Surabaya, sebagai Wakil Wali Kota pengganti tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Risma.  Lebih dari sekadar tak cocok, ada kepentingan bisnis di balik penetapan.

Risma menyatakan sama sekali tidak masalah jika harus mundur. “Saya sudah berikan semuanya,” kata satu dari tujuh kepala daerah terbaik pilihan Tempo 2012 ini.

“Capek saya ngurus mereka, yang hanya memikirkan fitnah, menang-menangan, sikut-sikutan,” tutur dia. Ketika ditanya siapa yang dimaksud dengan “mereka”, ia tak menjawab.

Belakangan santer terdengar kabar bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berniat mengundurkan diri.

Ketika ditanya wartawan tentang hal ini, Risma tak langsung menjawab. Dia justru tertawa cukup keras.

Kemudian ia juga sempat terdiam cukup lama dengan memandangi wartawan. "Ndak...ndak..," kata Risma akhirnya sambil tertawa saat ditemui wartawan di Balai Pemuda, Selasa (4/2/2014).

Sebelumnya pertanyaan serupa sudah kerap dilontarkan padanya. Namun ia tak pernah menjawab secara gamblang. "Nanti ada waktunya saya bicara. Tunggu saya sembuh, ya," katanya kala itu.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu mengaku tidak tahu asal usul isu pengunduran dirinya tersebut. Lagi-lagi ia hanya tertawa menanggapinya. "Biar sajalah," kata dia santai.

Wanita 52 tahun ini diisukan mundur karena merasa tidak cocok dengan wakil barunya, Wisnu Sakti Buana.

Pasalnya, Wisnu Sakti Buana disebut-sebut sebagai orang yang berusaha melengserkan Risma sejak awal menjabat sebagai Wali Kota. Selain itu, pemilihan dan pelantikan Wisnu Sakti Buana menuai kontroversi karena ditengarai tidak sesuai prosedur.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpesan beberapa hal kepada para Kepala Dinas dan Camat yang baru saja diangkat, Rabu (5/2/2014).

Di antaranya, Risma menegaskan supaya anak buahnya tersebut harus selalu belajar. "Jangan karena kita sebagai pemimpin, lantas merasa tahu segalanya. Enggak boleh begitu," kata Risma di Graha Sawunggaling, Surabaya.

Selain itu, Risma menekankan nilai kejujuran, berani, dan bertanggung jawab. Menurut Risma, seorang pemimpin harus berani menegur bawahannya yang salah demi kebaikan bersama. Transparansi pekerjaan pun juga harus jelas.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu juga mewajibkan Kepala Dinas dan Camat untuk memahami proses administrasi. Sebab, belakangan ini ada kepala dinas yang terseret kasus dugaan korupsi akibat tidak memahami rangkaian administrasi.

Bila ada kepentingan administrasi yang belum dimengerti, Risma mengharuskan anak buahnya itu bertanya kepada siapa pun. Bahkan bila perlu mereka bertanya kepada polisi, kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jika ada "tawaran-tawaran" menggiurkan, Risma berharap anak buahnya itu dengan tegas menolaknya. "Kalau ingin tunjangan yang besar, lebih baik keluar saja, enggak usah jadi pegawai negeri," ujar dia.

Risma meminta anak buahnya untuk fokus bekerja. Risma berharap Kepala Dinas dan Camat yang baru saja dilantik melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Seperti diberitakan sebelumnya Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, langsung menjadi trending topics di Twitter setelah ia tampil menyentuh dalam acara yang disiarkan Metro TV, Rabu (12/2/2014) malam.

Dalam wawancara tersebut, Najwa Shihab, pemandu acara, menanyakan isu pengunduran diri Risma sebagai Wali Kota Surabaya. Risma lalu menjawab dengan penuturan yang menyentuh hati. Ia mengaku menghadapi tekanan dalam jabatannya sebagai wali kota.

Risma menuturkan kisah anak-anak yang menjadi pekerja seks komersial di kawasan Dolly, Surabaya. Ia terisak. Risma bahkan tak mampu menjawab pertanyaan Najwa selanjutnya. "Saya tidak tega," katanya sembari menyeka air matanya.

Wawancara Risma yang dinilai mengharukan tersebut kemudian menjadi trending topics di Twitter.

Warga Twitter memberikan dukungan kepada Risma. Banyak pula yang memuji Risma. "Ibu berjilbab ini mujahid sejati," tulis akun @ihsan_AF. "Bu Risma Wali Kota dengan puluhan penghargaan, penuh dedikasi, tulus.. Tapi ada aja yang mau lengserin...," tulis akun @muntasir92.

Risma mendapat banyak dukungan karena keberhasilannya mengubah Kota Surabaya menjadi kota yang asri. Di bawah kepemimpinannya, Surabaya pernah meraih sejumlah penghargaan internasional, seperti The 2013 Asian Townscape Sector Award dari PBB untuk Taman Bungkul Surabaya.

Bukan hanya itu, Risma juga sempat menjadi sorotan internasional. Wanita yang akrab disapa dengan nama Risma ini berada di bawah naungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia terkenal sebagai sosok wanita yang tegas dan tak kenal kompromi dalam menjalankan tugasnya. Wanita kelahiran 20 November 2011 ini menjadi salah satu nominasi Wali Kota terbaik di dunia, 2012 World Mayor Prize, yang digelar oleh The City Mayors Foundation. Risma dikategorikan sebagai kandidat Wali Kota terbaik dunia pada tahun 2012 bersama dengan Joko Widodo yang waktu itu menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Joko Widodo atau Jokowi, mantan Wali Kota Surakarta yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, akhirnya sukses terpilih sebagai Wali Kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012. Di atas Jokowi, Wali Kota terbaik sedunia 2012 adalah Wali Kota Bilbao dari negeri Matador, Spanyol, Inaki Azkuna diikuti Wali Kota Perth, Australia Barat dari negeri Kanguru, Australia, Lisa Scaffidi berada pada peringkat kedua. (tem)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.465 Since: 05.03.13 | 0.1175 sec