Hukum

Kasus Suap PON Riau Dan Kehutanan, KPK Periksa Saksi-Saksi

Monday, 17 Februari 2014 | View : 663

PEKANBARU-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Said Faisal alias Hendra sebagai tersangka baru dalam kasus perkara dugaan suap pembahasan anggaran venue menembak Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. SF adalah mantan ajudan Gubernur Riau Rusli Zainal. Status itu ditetapkan karena Said Faisal alias Hendra diduga memberikan keterangan palsu saat sidang dalam kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah tentang Pembangunan Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Riau. Said Faisal alias Hendra diduga telah menyampaikan keterangan palsu serta membantu pemufakatan jahat terkait kasus dugaan suap dalam pembahasan Perda PON XVIII Riau. “Perlu diinformasikan, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus pembahasan anggaran PON Riau, penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti yang cukup yang kemudian menyimpulkan, dugaan keterlibatan pihak lain, yakni SF alias H.," beber Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di Kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2014). “Yang bersangkutan (Said Faisal) adalah ajudan dari Gubernur Riau yang dulu ditetapkan sebagai tersangka karena memang ada bukti yang cukup,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP. kepada wartawan di Pekanbaru lewat sambungan telepon, Senin (17/2/2014) sore.

Menurut Johan Budi SP., hal itu juga merupakan hasil pengembangan dari sejumlah tersangka atau terdakwa sebelumnya termasuk mantan majikan yang bersangkutan, Rusli Zainal.

Terkait perkara tersebut, lanjut Johan Budi SP., penyidik KPK pun telah memeriksa tiga orang sebagai saksi dari PT. Adhi Karya untuk Said Faisal alias Hendra pada hari ini Senin (17/2/2014), pemeriksaan terhadap Nur Saadah, Naswir, dan Suharto dilakukan di Riau. Pemeriksaan tersebut dilakukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, Riau. “Ada tiga saksi terkait tersangka SF yang diperiksa di Riau, yaitu Nur Saadah, Naswir, dan Suharto. Ketiganya dari PT. AK (Adhi Karya),” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.

KPK menetapkan Rusli Zainal sebagai tersangka atas dugaan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait pengesahan bagan kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) 2001-2006 dan menyeretnya ke penjara.

R.Z. sudah menjalani proses penahanan oleh KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di basement Gedung KPK. Saat ini, Rusli Zainal sudah mendekam bersama 10 anggota DPRD Riau di Rutan Pekanbaru sejak 10 Oktober 2013.

Dalam perkara pertama, mantan Gubernur Riau itu dinyatakan bersalah dalam kasus suap Revisi Peraturan Daerah yakni Perda Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau dan dijerat Pasal penerimaan suap terkait pembahasan perubahan Perda No.6 Tahun 2010 mengenai PON di Provinsi Riau dengan sangkaan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Untuk sangkaan kedua, R.Z. dijerat terkait pembahasan perubahan Perda No.6 Tahun 2010 mengenai PON di Provinsi Riau, hanya saja kali ini R.Z. diduga memberikan sesuatu kepada anggota DPRD Riau. Dalam kasus tersebut, R.Z. dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Untuk sangkaan ketiga, R.Z. menjadi tersangka dalam kasus korupsi melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian penilaian dan pengesahan penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) pada areal yang diberikan izin UPHHK-HT dengan pengalihan fungsi hutan di Kabupaten Pelalawan, Riau pada tahun 2001-2006 dan pada tahun 2001-2007 di Kabupaten Siak. Dalam perkara ini, politikus Partai Golkar tersebut dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (ant)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.828 Since: 05.03.13 | 0.1375 sec