Hukum

Deddy Kusdinar Hari Ini Siap Hadapi Sidang Tuntutan

Tuesday, 18 Februari 2014 | View : 824

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusdinar, akan menghadapi sidang pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (18/2/2014). Tuntutan itu terkait status terdakwa Deddy Kusdinar dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana dan prasamna olahraga di Hambalang, Jawa Barat. "Ya, Benar, hari ini pembacaan tuntutan," tulis penasihat Hukum Deddy Kusdinar, Rudi Alfonso lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (18/2/2014) pagi.

Sebelumnya sidang Deddy Kusdinar sudah mendengarkan keterangan sejumlah saksi. Di antaranya mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alfian Malarangeng dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Lebih jauh, JPU KPK menjelaskan, Deddy Kusdinar yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) P3SON Hambalang melakukan penyalahgunaan kewenangan dengan mengatur PT. Adhi Karya sebagai pemenang penggarap proyek.

Deddy Kusdinar juga menerima uang sebesar Rp 1,25 miliar dari konsorsium PT. Adhi Karya dan PT. Wijaya Karya. Akibat tindakannya itu, negara dirugikan sebesar Rp 463,668 miliar.

Dalam dakwaan Jaksa KPK sebelumnya, Deddy Kusdinar dianggap dan didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, atau orang lain, atau suatu koorporasi atas perbuatannya dalam dugaan korupsi di proyek Hambalang.

Dalam dakwaan, Deddy Kusdinar disebut telah diminta oleh Sekretaris Kemenpora saat itu, Wafid Muharam, untuk mempersiapkan bahan usulan pengajuan penambahan anggaran ke DPR RI. Bahan tersebut akan disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, termasuk di dalamnya memuat pengajuan tambahan anggaran untuk proyek Hambalang.

Perbuatan Deddy Kusdinar juga dianggap memperkaya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng melalui adik kandungnya yaitu Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallaranggeng. Deddy Kusdinar juga dinilai memperkaya mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Wafid Muharam.

Termasuk, Anas Urbaningrum, bekas petinggi PT. Adhi Karya Teuku Bagus Mokhamad Noor, dan petinggi PT. Dutasari Citralaras, Machfud Suroso. Tak terkecuali Olly Dondokambey, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto, petinggi CV Rifa Medika Lisa Lukitawati Isa, Anggraeni, Dewi Kusumastituti, Adirusman Dault serta Imanulah Aziz.

Sejumlah perusahaan juga disebutkan turut merasakan keuntungan dari perbuatan Deddy Kusdinar. Perusahaan itu adalah PT. Yodya Karya, PT. Methapora Solusi Global, PT. Malmass Mitra Teknik, PD Laboratorim Teknis Sipil Geoinves, PT. Ciriajasa Cipta Mandiri, PT. Global Daya Manunggal, PT. Aria Lingga Perkasa, PT. Dutasari Citra Laras, KSO Adhi Karya-Wijaya Karya. Termasuk, 32 perusahaan maupun perorangan subkontrak Adhi Karya-Wijaya Karya. “Melakukan atau turut serta melakukan pengaturan dalam proses pengadaan barang/jasa. Yakni, pengadaan jasa konsultan perencana, pengadaan jasa konsultan manajemen konstruksi, pengadaan jasa konstruksi pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, alias proyek Hambalang,” JPU KPK menjelaskan.

Lebih lanjut, Jaksa KPK menyatakan, Deddy Kusdinar melakukan perbuatan tersebut bersama-sama Andi Alfian Mallaranggeng Teuku Bagus Mohammad Noor, Wafid Muharam, Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangengg, Machfud Suroso, Lisa Lukitawati Isa, Muhammad Arifin dan Saul Paulus David Nelwan.

Deddy Kusdinar juga dinyatakan Jaksa KPK, meminta uang Rp 10 juta kepada Malemteta Ginting dari PT. Ciriajasa Cipta Mandiri selaku pemenang lelang jasa konsultan manajemen konstruksi. Uang itu kemudian digunakan untuk kepentingan yayasan milik Deddy Kusdinar di Kuningan Jawa Barat.

Lebih jauh lagi, Jaksa KPK dalam dakwaannya juga menyebutkan, terdakwa Deddy Kusdinar juga kecipratan uang dari manajer KSO Adhi Karya dan Wijaya Karya, Purwadi Hendro sebesar Rp 250 juta dan Rp 750 juta. Uang yang diterima lewat Muhammad Arifin itu dinyatakan untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Terdakwa Deddy Kusdinar juga dinyatakan melakukan penunjukan langsung PT. Yodya Karya. Penunjukan itu terkait konsultan perencana sebagaimana tertuang dalam kontrak 14 Januari 2011 senilai Rp 8,5 miliar. Termasuk, menandatangani kontrak pekerjaan konsultan perencana tahun 2011. Padahal, Deddy Kusdinar sudah tidak lagi memegang jabatan pembuat komitmen di proyek Hambalang.

Selanjutnya, PT. Yodya Karya meski terlambat menyelesaikan pekerjaan, tetap diberikan perpanjangan kontrak oleh Deddy Kusdinar sebagai konsultan perencana tahun 2011. (tri)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.797 Since: 05.03.13 | 0.1375 sec