Nasional

Bandara Juanda Surabaya Beroperasi Kembali

Sunday, 16 Februari 2014 | View : 1375

SURABAYA-SBN.

Akibat letusan pertama Gunung Kelud terjadi pada pukul 22.50 WIB kemudian disusul erupsi besar pukul 23.30 WIB, Kamis (13/2/2014), tujuh bandara di kawasan Pulau Jawa yang terpapar abu vulkanik itu ditutup. Akibatnya, hampir semua maskapai penerbangan menunda penerbangannya. Sebab, abu vulkanik mengurangi jarak pandang sehingga pesawat tak bisa terbang.

Di sejumlah bandara jarak pandang hanya 500 meter, padahal dalam penerbangan dibutuhkan jarak pandang minimal 1.000 meter.

Abu tebal akibat letusan Gunung Kelud menutupi apron Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (14/2/2014). Untuk sementara aktivitas penerbangan di Bandara Juanda ditutup karena abu vulkanik Kelud dianggap membahayakan penerbangan.

PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, akan membuka kembali bandara itu mulai pukul 18.00 WIB hari ini Sabtu (15/2/2014). Sejak Jumat (14/2/2014), bandara itu ditutup bagi operasionalisasi penerbangan menyusul letusan Gunung Kelud, pada Kamis (13/2/2014) malam. 

Pengelola Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, PT. Angkasa Pura, resmi kembali membuka operasionalnya. Petugas Airport Duty Officer (ADO) Mardi Budoyo mengatakan, geliat aktivitas di bandara tersebut sudah menuju normal.

Namun, kata dia, sejak dibuka, hingga Minggu (16/2/2014) pagi belum akan ada aktivitas penerbangan. Baik dari atau pun menuju Bandara Juanda.Hal tersebut, dikatakan dia, lantaran belum ada satu pun permintaan maskapai untuk melakukan penerbangan atau pun pendaratan.

Setelah tidak melayani penerbangan sejak Jumat (14/2/2014) pagi akibat hujan debu vulkanik Gunung Kelud, pukul 18.01 WIB, Sabtu (15/2/2014) nanti, Bandara Internasional Juanda Surabaya akan kembali dibuka untuk penerbangan.

Pembukaan kembali Bandara Internasional Juanda Surabaya adalah hasil keputusan dari pertemuan pihak otoritas bandara setempat, bersama PT. Angkasapura I selaku pengelola, beserta lembaga Navigasi dan BMKG Juanda siang tadi. Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Moh Alwi mengatakan bahwa Bandara Juanda akan dibuka pada petang nanti pukul 18.00. "Pengoperasian pada pukul 18.00 WIB merupakan hasil rapat koordinasi dengan semua pihak yang ada di Bandara Juanda, mulai dari GM Bandara Juanda, GM Airnav, BMKG, dan semua perwakilan airline di Bandara Juanda," kata Moh. Alwi ketika jumpa pers di kantor Otoritas Bandara Wilayah III, Sabtu (15/2/2014).

"Semula rencana pembukaan penerbangan sejak tadi pagi, namun karena pihak pengelola masih membutuhkan waktu untuk pembersihan sejumlah sarana seperti runway, taxiway dan apron, serta pihak maskapai juga membutuhkan waktu untuk persiapan, maka kami putuskan bandara kembali dibuka pukul 18.01 WIB," kata Kepala Otoritas Bandara Juanda M. Alwi.

Menurut Moh. Alwi, pejabat utama Bandara Juanda sudah melakukan peninjauan di wilayah bandara. Hasil dari peninjauan dan rapat koordinasi menegaskan bahwa pukul 18.00 WIB, bandara akan dioperasikan kembali. Dia berharap pengoperasian nanti sesuai dengan yang direncanakan. "Kami mohon doanya kepada semua pihak," katanya.

''Operasionalnya sore tadi sudah mulai normal. Tepat pukul 18.00 WIB sudah kembali beroperasi,'' papar Mardi Budoyo, saat dihubungi, Sabtu (15/2/2014).

"Setelah Gunung Kelud meletus, tak ada maskapai penerbangan yang berani melintas di langit sekitar letusan Kelud. Namun, rencana pembukaan ini juga tetap menunggu kondisi cuaca terkini," kata Manajer Umum PT. Angkasa Pura I, Trikora Harjo, di Surabaya, Sabtu (15/2/2014).

Menurut dia, abu vulkanik gunung itu menyebar ke sejumlah wilayah di timur laut Gunung Kelud dengan ketinggian mencapai 15.000 kaki. Lalu, ke Barat Laut Gunung Kelud dengan ketinggian hingga 55.000 kaki. "Tidak ada maskapai yang berani menerbangkan pesawatnya karena abu vulkanik Gunung Kelud sangat berbahaya bagi mesin pesawat," ujarnya.

Sementara itu, jelas dia, info terkait pengoperasian kembali Bandara Internasional Juanda memang banyak yang simpang siur sehingga mengkhawatirkan sejumlah penumpang yang ingin memanfaatkan layanan penerbangan di sana. "Bahkan, ada pula pengumuman yang beredar dari Kementerian Perhubungan bahwa Juanda kembali operasi pada pukul 14.00 WIB. Info itu juga menyebar melalui perangkat BlackBerry beberapa masyarakat sehingga mereka bingung kapan tepatnya dibuka kembali," katanya.

Di sisi lain, terkait besaran kerugian AP I akibat erupsi Gunung Kelud, Direktur Operasional PT. Angkasa Pura I (Persero), Yusran Sayuti, menyatakan, sampai sekarang pihaknya belum bisa menghitung nominal tersebut. "Abu vulkanik Gunung Kelud sempat menutup landasan pacu dan area parkir taksi di sejumlah bandara milik BUMN sehingga beberapa infrastruktur itu akhirnya ditutup sementara. Seperti, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Solo," katanya.

Dari Surabaya dilaporkan, selama dua hari menghentikan aktivitas, PT. Angkasa Pura I yang mengelola Bandara Juanda diperkirakan merugi Rp 2,5 miliar. Hal itu dikatakan GM PT. Angkasa Pura I Trikora Harjo. Dalam sehari, tak kurang dari 386 penerbangan memanfaatkan bandar udara ini.

Kalau dikalkulasi dari jumlah penumpang, tambah dia, Surabaya ada 50.000 penumpang per hari, Yogyakarta 16.000 penumpang per hari, Semarang 4.000 penumpang per hari, dan Solo 1.500 penumpang per hari. "Untuk kerugian di Surabaya, dari pajak kebandaraan alias airport tax saja bisa mencapai Rp 2 miliar sehari dengan perincian 50.000 penumpang dikalikan Rp 40.000," urainya.

Angka tersebut, lanjut dia, baru dari sisi "airport tax". Padahal, di Bandara Internasional Juanda juga banyak tenant yang tidak buka, dan lainnya. Untuk itu, kini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan "General Manajer" di masing-masing bandara. "Hal itu guna mengantisipasi adanya tambahan jam operasi yang diajukan maskapai untuk menutupi kerugian akibat penutupan bandara," katanya.

“Bandara Juanda ditutup hanya sampai pukul 13.00 WIB hari ini. Setelah itu beroperasi lagi,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan kepada wartawan.

Mardi Budoyo menerangkan, aktivitas penerbangan pertama terjadwal dari Juanda, tercatat pukul 05.15 WIB, Minggu (16/2/2014), yaitu, dari Juanda menuju, Soekarno Hatta, Jakarta.

Namun, kata Moh. Alwi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk terbang dari dan menuju Bandara Juanda. Pesawat yang datang harus benar-benar stabil dan layak udara. Sedangkan pesawat yang akan berangkat dari Bandara Juanda harus dilakukan pemeriksaan pada mesin pesawat, harus ada penggantian saluran udara (filter) serta compressor wash, dan maskapai harus selalu melakukan monitoring pada pesawat. "Keempat langkah itu harus dipenuhi dulu oleh setiap maskapai yang mau terbang," imbuh Moh. Alwi.

Kata M. Alwi, pihak maskapai memang memerlukan persiapan khusus untuk operasi pesawat. Sebab, debu vulkanik diindikasikan telah masuk dalam mesin sehingga butuh penanganan sesuai dengan prosedur maintenance yang berlaku. "Penanganan itu meliputi penggantian saringan udara, pembersihan kompresor, hingga pemanasan mesin," jelasnya.

Proses tersebut, sambung Moh. Alwi, memerlukan waktu sekitar tiga jam. Jika setiap maskapai memiliki 20 pesawat Boeing, tinggal dikalikan berapa jam waktu yang diperlukan. "Kalau dari luar Juanda atau kedatangan, kami sudah siap. Namun untuk keberangkatan tinggal nunggu waktu, mereka selesai apa tidak. Penerbangan dari terminal 2," kata Moh. Alwi.

Mardi Budoyo juga mengatakan, landasan udara Bandara Juanda, sudah bersih dari abu vulkanik dan pasir halus akibat letusan Gunung Kelud.

Sejak erupsi, Kamis (13/2/2014), abu vulkanik dan pasir muntahan Gunung Kelud, dikatakan Mardi Budoyo, nyaris melumpuhkan aktivitas operasional dan menghentikan semua jadwal penerbangan bandara utama di Jawa Timur itu.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, dalam pesan singkatnya, Sabtu (15/2/2014) membenarkan informasi tersebut. Kata dia, sudah tidak ada kendala apa pun terkait penerbangan dari dan menuju Bandara Juanda. ''Jika ada maskapai yang siap, malam ini pun sudah boleh terbang,'' ujar dia.

Bambang S. Ervan menambahkan, meski abu vulkanik tak lagi turun di lokasi bandara-bandara tersebut, kondisi bandara masih tak memungkinkan untuk dioperasikan. Sebab, abu vulkanik masih menutup area bandara sehingga perlu dibersihkan agar tak merusak fasilitas penerbangan.

Hingga saat ini, Bambang S. Ervan mengatakan, Kemenhub tetap menghimbau kepada semua maskapai utuk memberikan keringanan kepada penumpang yang telah membeli tiket. Mekanismenya penumpang bisa menjadwal ulang perjalanan atau melakukan pengembalian uang atau refund sehingga tiket yang sudah dibeli tidak serta-merta hangus. "Kita menghimbau maskapai untuk meringangkan beban masyarakat karena ini kan bencana alam," tuturnya.

Bambang S. Ervan mengaku, petugas Kemenhub di lapangan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait penanganan paska letusan Gunung Kelud.

Adapun Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso mengatakan, tim dari Ditjen Perhubungan Darat sudah diterjunkan ke lokasi. "Kami sudah kirim tim untk ikut bantu di lapangan," ujarnya singkat melalui pesan elektronik. (ant/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.604.215 Since: 05.03.13 | 0.1723 sec