Nasional

Gunung Kelud Mengamuk

Thursday, 13 Februari 2014 | View : 727

KEDIRI-SBN.

Saat ini, Gunung Kelud yang terletak dan berada di perbatasan Kediri, Blitar, dan Kabupaten Malang ini berstatus ditetapkan menjadi Awas atau Level IV sejak Kamis (13/2/2014), pukul 22.15 WIB.

Warga di sekitar Kaweron, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berhamburan keluar rumah dihebohkan kabar Gunung Kelud mengamuk setelah beberapa jam sebelumnya dinaikkan statusnya dari Siaga pada Level III, menjadi Awas pada Level IV, Kamis (13/2/2014) malam.

Sekitar pukul 22.50 WIB, gunung tersebut meletus dengan mengeluarkan semburan lava dan lontaran material ke udara hingga ribuan meter. Gunung Kelud menyemburkan asap dan material vulkanik setinggi 3000 meter.

Jumlah daerah terdampak Gunung Kelud pada radius 10 km adalah 35 Desa, sembilan Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Blitar, Kediri dan Malang. Jumlah penduduk terpapar adalah 201.228 jiwa.

Tak hanya di Kediri, hujan abu menyebar sampai ke wilayah Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, Solo, Yogyakarta, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung dan kota lainnya. Hujan abu menyebar di beberapa wilayah yakni Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung.

Kabar Gunung Kelud meletus tersebar melalui pesan singkat atau sms.

Selain bau belerang sudah menyebar dan sedikit terlihat kepulan gumpalan awan hitam di atas gunung itu dari daerah dengan radius berkisar 15-20 kilometer itu dari puncak Gunung tersebut.

Tiang listrik juga dipukul bertalu-talu sebagai tanda bahaya.

Sebelum meletus, status Gunung Kelud (1.730 m) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dinaikkan dari Siaga menjadi Awas. “Sudah muncul gempa tremor dan status kami naikkan menjadi Awas per Kamis (13/2/2014) pukul 21.15 WIB,” terang Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PV-MBG) Muhamad Hendrasto, Kamis (13/2/2014) malam.

Perubahan status Gunung Kelud relatif sangat cepat, dari sebelumnya aktif normal berubah menjadi Waspada pada Minggu (2/2/2014), dan berubah lagi menjadi Siaga pada Senin (10/2/2014) pukul 16.00 WIB, dan Kamis (13/2/2014) pukul 21.15 WIB berubah statusnya menjadi Awas.

Kepala PV-MBG Muhamad Hendrasto mengatakan dengan kondisi Awas dianjurkan agar steril sejauh 10 kilometer.

PV-MBG juga menganjurkan agar masyarakat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, sejumlah warga sudah memadati lokasi titik evakuasi. Warga membawa barang sesuai dengan keperluan. Kepanikan terlihat ketika warga berkumpul di titik-titik evakuasi.

Warga panik mengingat kondisi Gunung Kelud sudah kritis, dan statusnya sudah berubah menjadi Awas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Gunung Kelud telah meletus Kamis (13/2/2014) malam sekitar pukul 22.50 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan letusan Gunung Kelud membuat ribuan warga di radius 10 kilometer (km) dari lereng gunung mengungsi.

Ribuan warga, sambung dia, telah mengungsi dan proses evakuasi masih terus berjalan.

Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, BNPB, BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. “BNPB, BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Hujan abu masih menyebar di beberapa wilayah," imbuhnya.

Erupsi Gunung Kelud, lanjut Sutopo Purwo Nugroho, masih terus berlangsung hingga saat ini sejak erupsi pertama terjadi. "Hujan abu, pasir dan kerikil diperkirakan hingga radius 15 kilometer, khususnya di barat hingga barat daya dari Gunung Kelud," katanya, Kamis (13/2/2014) malam.

Puncak gunung, imbuh Sutopo Purwo Nugroho, terlihat kilat terus menerus yang mengindikasikan erupsi terus berlangsung. Visual kondisinya gelap. 

Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat agar mengungsi dengan tertib dan tidak panik. Masyarakat juga diimbaunya mengungsi ke luar radius 10 kilometer dari lereng Gunung Kelud. Di sisi barat lereng, masyarakat telah mengungsi di Kecamatan Wates, Ponggok, Sanan Kulon, Gurah, Pare dan lainnya.

Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, erupsi Gunung Kelud saat ini masih berlangsung, meskipun terjadi penurunan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memprediksi tidak akan terjadi erupsi besar susulan. "Tremor-tremor masih berlangsung. PVMBG memprediksikan kemungkinan tidak akan terjadi erupsi besar lagi seperti erupsi yang terjadi pada Kamis (13/2/2014) pukul 23.30 WIB. Erupsi pertama pukul 22.50 WIB, kemudian disusul erupsi besar pukul 23.30 WIB," papar Sutopo Purwo Nugroho.

Wakil Kepala Polres Kediri Kompol Alfian mengatakan semua personel sudah disiagakan di lokasi titik-titik pengungsian, terlebih lagi setelah diketahui rekaman terakhir yang menunjukkan gempa tremor. “Semua personel sudah siaga di lokasi titik-titik evakuasi. Kami tinggal menunggu instruksi,” kata dia seperti dilansir Antara. Kompol Alfian menyebutkan ada sekitar 400 personel yang disiagakan di seluruh titik-titik evakuasi.

Selain anggota polisi, disiagakan juga kendaraan untuk keperluan evakuasi warga. Selain personel dari polisi, aparat dari TNI juga sudah mulai disiagakan di lokasi bencana. Hampir 1.000 anggota TNI yang diturunkan menghadapi bencana letusan Gunung Kelud. (ant/jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.214 Since: 05.03.13 | 0.1587 sec