Nasional

Sejumlah Bandara Tutup Terbungkus Abu Gunung Kelud

Friday, 14 Februari 2014 | View : 766

KEDIRI-SBN.

Erupsi Gunung Kelud yang terjadi kemarin hari Kamis (13/2/2014) tadi malam mengakibatkan hujan abu di sejumlah kota. Erupsi pertama terjadi pada pukul 22.50 WIB kemudian disusul erupsi besar pukul 23.30 WIB.

Letusan Gunung Kelud membuat sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta dilanda hujan abu. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah wilayah pagi ini masih dilanda hujan abu. Hujan abu menyebar di beberapa wilayah yakni Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung, Purwokerto, dan lainnya.

Efek dari letusan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur berimbas pada penerbangan yang ada di pulau Jawa. Bahkan, akibat letusan ini tiga bandara ditutup sementara, yaitu penutupan sejumlah bandara hingga waktu yang belum ditentukan akibat landasan tertutup abu vulkanis. Sejumlah bandara ditutup dan tidak beroperasi pada hari ini, Jumat (14/2/2014).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, akibat hujan abu Gunung Kelud, 3 bandara utama ditutup, yakni Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Adi Sumarmo Solo, dan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo Purwo Nugroho. Tiga Bandara yang ditutup tersebut yakni, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Adisumarmo di Surakarta dan Adi Sucipto di Yogyakarta. “Bandara Juanda, Adi Sumarmo, dan Adi Sucipto untuk sementara ditutup karena terdampak hujan abu Gunung Kelud," ujar Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan menyatakan, tiga bandara akan ditutup pagi ini karena terdampak hujan abu Gunung Kelud. "Pasca erupsi Gunung Kelud, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Juanda Surabaya berhenti operasi dan ditutup hari ini," ujar Bambang S. Ervan di Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Disampaikan Bambang S. Ervan, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta ditutup hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan karena jarak pandang saat ini hanya antara satu sampai lima meter. "Kondisi bandara dan jalan raya sudah tertutup abu vulkanik," katanya.

Seperti dikabarkan, Bandara Adi Soemarmo di kota Solo hari ini juga ditutup. Jarak pandang di bandara kurang dari 500 m. Bahkan, maskapai Trigana sudah membatalkan penerbangan pagi ini yang seharusnya dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo.

Otoritas Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo menutup sementara jalur penerbangan menyusul tebalnya abu di landasan pacu. "Iya benar sekali, Bandara Adi Soemarmo mulai pukul 6.30 WIB terpaksa kami tutup. Penutupan ini sendiri sampai kapan, kami belum bisa menentukan kapan bandara akan kembali dibuka. Tebalnya abu vulkanik erupsi Gunung Kelud menutupi seluruh landasan pacu, sehingga dikhawatirkan bisa mengancam penerbangan," terang General Manager PT. Angkasa Pura Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman, Jumat (14/2/2014).

Menurut Abdullah Usman, tidak ada pengalihan jalur penerbangan. Karena tiga bandara lainnya yakni, Bandara Adi Sucipto, Bandara Ahmad Yani,dan Bandara Juanda juga ditutup. “Tidak ada pengalihan penerbangan, karena kondisi sama juga dialami tiga bandara lainnya di Jawa ini juga ditutup karena tebalnya abu vulkanik Gunung Kelud," terangnya.

Menyangkut para penumpang yang sudah telanjur datang ke bandara Adi Sumarmo Solo karena belum mengerti bila bandara ditutup, pihak bandara hanya menyediakan ruang tunggu bagi mereka.

Menyangkut masalah lainnya yang berkaitan dengan penerbangan, seluruhnya diserahkan kepada tiap-tiap maskapai penerbangan. "Untuk penumpang itu urusan tiap maskapai apa yang harus dilakukan. Kalau tempat menunggu penumpang yang sudah telanjur datang ke bandara, kami sediakan. Jadi, bandara ini ditutup hingga batas waktu yang belum bisa kami tentukan," pungkasnya.

Bandara Juanda, Surabaya, pagi ini juga sudah ditutup. "Jarak pandang di runway saat ini kurang dari 100 m. Kondisi apron dan jalan raya di sekitar bandara sudah tertutup oleh abu vulkanik," kata Bambang S. Ervan.

Dua penerbangan uji coba rute baru maskapai Garuda Indonesia pagi ini juga sudah dibatalkan dikarenakan kondisi bandara yang tertutup abu vulkanik.

"Untuk sementara ditutup, sejak pukul 05.00 WIB pagi. Bandara mulai ditutup karena abu letusan Kelud yang menghalangi landasan," terang Juanda Airport duty officer, Herdiyono, melalui sambungan telepon, Jumat (14/2/2014). Menurutnya ada debu yang harus dibersihkan dari landasan. Sebab butiran abu yang tebal membuat landasan licin dan berbahaya bagi penerbangan.

Sampai saat ini belum ada pengalihan pesawat yang menuju bandara Juanda, karena telah ditutup langsung oleh pihak Juanda. Otomatis kalau bandara sudah ditutup, tidak ada penerbangan. "Sampai saat ini belum bisa ditentukan sampai kapan, tergantung keadaan gunung Kelud nanti, biasanya untuk pembersihan selama setengah jam" jelasnya.

General Manager PT. Angkasa Pura I Trikora Harjo mengatakan akibat gangguan debu erupsi Gunung Kelud semua maskapai yang akan berangkat dari Bandara Juanda mengalami penundaan (delay). Operasional bandara untuk sementara waktu juga dihentikan karena peralatan navigasi tertutup debu.

Meski terganggu debu, pengoperasian perdana Terminal 2 Juanda yang dimulai Jumat (14/2/2014) pagi ini tetap dilaksanakan. Menurut Trikora, baik di Terminal 1 maupun Terminal 2 untuk sementara jadwal penerbangan ditunda sampai cuaca membaik. "Kami bersyukur karena pagi ini pengoperasian perdana Terminal 2. Sayangnya penerbangan perdana tidak bisa diberangkatkan karena cuaca buruk," kata Trikora Harjo, Jumat (14/2/2014).

Station Manager Garuda Indonesia di Juanda, Taufik Kusni, membenarkan bahwa pesawatnya delay akibat debu vulkanik letusan Gunung Kelud. "Ketinggian debu pada saat ini mencapai 46 ribu kaki. Padahal kami biasanya terbang di ketinggian 29-30 ribu kaki," jelas Taufik Kusni.

Dengan kondisi debu seperti itu, sambung dia, tidak akan ada penerbangan dalam waktu dekat. Taufik Kusni juga tidak bisa memastikan kapan Garuda akan terbang. "Meskipun penerbangan perdana di T2, kami belum bisa terbang karena kondisi alam buruk. Kami masih menunggu cuaca alam membaik," tambah Taufik Kusni.

Jawaban serupa juga disampaikan oleh petugas di Bandara Ahmad Yani (Semarang), Adi Sumarmo (Surakarta), dan Abdul Rahman Saleh (Malang).

Namun, Bandara Abdul Rahman Saleh, Malang, masih beroperasi normal dan tidak ada penutupan bandara. Jarak pandang Bandara Abdul Rahman Saleh saat ini masih diatas 1500 m sehingga masih aman untuk beroperasi. Hal ini dikarenakan yang terkena dampak erupsi hanya Kota Malang yang berada di wilayah utara. "Sedangkan Bandara Abdul Rahman Saleh posisinya ada di wilayah Selatan kota Malang, sehingga hanya sedikit terkena imbas abu vulkanik dan tidak signifikan sehingga masih beroperasi seperti biasa," paparnya.

Hal serupa juga terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang. Bandara Ahmad Yani Semarang masih normal dengan jarak pandang di atas 1500 m sehingga operasional bandara Ahmad Yani masih berjalan seperti biasa.

“Madiun (Lanud Iswahyudi) juga tutup," jawab petugas Bandara Adi Sumarmo ditanya tentang bandara alternatif.

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) menyebutkan tiga bandara ditutup setelah letusan Gunung Kelud. "Penutupan bandara dilakukan di Surabaya, Solo, dan Yogyakarta," kata Direktur Keselamatan dan Standar LPPNPI Wisnu Darjono saat dihubungi wartawan, Jumat (14/2/2014).

Wisnu Darjono menjelaskan penutupan bandara dilakukan lantaran jarak pandang kurang dari 500 meter. Wisnu menuturkan bahwa dalam penerbangan dibutuhkan jarak pandang minimal 1.000 meter. Para pemandu lalu lintas udara atau air traffic controllers (ATC) sudah meminta seluruh maskapai untuk tidak melakukan penerbangan ke bandara-bandara itu. "Bandara Juanda sudah ditutup sejak pukul 04.00 WIB," ucapnya. Adapun Bandara Adi Sumarmo (Solo) dan Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta) ditutup mulai pukul 06.00 WIB.

Wisnu Darjono menuturkan bahwa Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, Jawa Timur, sebenarnya masih bisa beroperasi. Namun, ia melanjutkan, jalan akses menuju bandara itu tertutup abu akibat letusan Kelud.

Wisnu Darjono menjelaskan, setelah letusan Kelud, LPPNPI membuka posko pemanduan navigasi di Bandara Soekarno-Hatta untuk pengumpulan data. "Juga untuk memberi informasi kepada maskapai dan personel dalam penerbangan," terang dia.

Bandar Udara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta pun ditutup sementara akibat terganggu abu vulkanik dari Gunung Kelud yang meletus pada Kamis (13/2/2014), pukul 22.50 WIB. "Sekarang bandara ditutup. Abu tebal di sini, pesawatnya juga tertutup abu," kata salah seorang calon penumpang penerbangan Yogyakarta-Jakarta, Diah Soelistyowati (58), melalui sambungan telepon yang diterima di Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Menurut dia, sebelumnya tiga penerbangan yakni Wings Air dari Yogyakarta-Surabaya, Citilink dari Yogyakarta-Jakarta, dan Garuda Indonesia dari Yogyakarta-Jakarta mengumumkan pembatalan sejak pukul 6.00 WIB tadi.

Ia mengatakan belum mengetahui kapan bandara akan kembali normal beroperasi. Saat ini sejumlah penumpang memutuskan menukarkan tiket ke maskapai masing-masing. "Saya belum tahu apakah akan menunggu atau pindah melalui Ahmad Yani, Semarang. Tapi tadi banyak juga yang tukar tiket supaya bisa terbang dari Semarang," ujar dia.

Kondisi Yogyakarta saat ia berangkat menuju bandara sekitar pukul 5.30 WIB masih gelap dan jarak pandang terganggu karena tertutup abu vulkanik dari Gunung Kelud. Menurut Diah Soelistyowati, tidak tampak tanda-tanda matahari akan terlihat seperti hari sebelumnya. "Abu nya lebih parah dari letusan Merapi, ini tebal sekali. Hidung sudah mulai terasa sakit," lanjutnya. (jos/lip6/oke/mer/det)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.234 Since: 05.03.13 | 0.1603 sec