Hukum

Kejari Jaktim Eksekusi Dewi Persik

Thursday, 13 Februari 2014 | View : 2298

JAKARTA-SBN.

Dewi Murya Agung alias Dewi Persik dijemput paksa oleh enam petugas Kejari Jakarta Timur atas kasus penganiayaan antara dirinya dengan artis Julia Perez. Petugas Kejaksaan Negeri Jakarta Timur sebenarnya sudah tiba di rumah artis pedangdut Dewi Murya Agung atau lebih dikenal dengan nama Dewi Persik alias Depe sejak pukul 12.00 WIB. Namun, artis dangdut bernama asli Dewi Murya Agung atau biasa dikenal Dewi Persik baru keluar dari kediamannya sekitar pukul 17.00 WIB.

Dewi Persik alias Depe nampaknya belum bisa terima putusan tiga bulan penjara yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA), terhadap dirinya. Makanya, ia berusaha menghalanginya. Berbagai alasan sebelumnya telah disampaikan Dewi Persik, dari menunggu ibunya datang dari Jember hingga keberatannya pada perlakuan Kejari yang dianggapnya tak adil. Kepada petugas, ia beralasan menunggu kedatangan penasihat hukum dan ibunya yang kini masih berada di Jember, Jawa Timur. "Katanya sih masih menunggu kuasa hukum sama ibunya yang datang dari Jember," ungkap Asep Sentana, salah satu tim eksekusi, Kamis, (13/2/2014), di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Padahal sebelumnya, petugas Kejaksaan belum akan melakukan penjemputan paksa. Mereka tetap menghormati Depe sebagai terpidana. Mereka juga berharap supaya Depe datang ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur untuk melaksanakan eksekusi.

"Kami sudah melakukan kordinasi. Kami menghormati terpidana. Tidak ada penjemputan paksa. Depe akan hadir ke sini untuk melakukan eksekusi," ucap Kasi pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Zulfahmi SH, kepada wartawan ditemui terpisah.

Kini, ketika akhirnya Dewi Persik bersedia dieksekusi, muncullah cerita lain. Dewi Persik mengaku kaget karena ada petugas kejaksaan yang tiba-tiba datang ke rumahnya. Bahkan, saat itu ia hanya mengenakan daster tanpa bra.

Penjemputan paksa sempat berjalan alot lantaran saat petugas tiba, Depe panggilan akrabnya masih mengenakan daster. "Saya enggak boleh berangkat oleh orang tua saya karena saya masih pakai daster. Saya baru bangun tidur, enggak pakai bra," ucap janda Saiful Jamil kepada wartawan di rumahnya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2014). "Sudah gitu tadi Papa saya dibentak-bentak sama orang. Saya tidak suka orang yang bikin bising orangtua saya. Saya tidak boleh berangkat sama keluarga karena saya pakai daster," sambung Dewi Persik.

"Aku lupa dalam keadaan nggak pakai bra, pas disamperin tiba-tiba ada orang yang bilang, ayo ikut, Mbak. Saya seolah dipaksa masuk penjara," lanjutnya lagi.

Selain sedang dalam kondisi hanya memakai daster dan baru bangun tidur, Depe menolak ikut petugas lantaran mempertanyakan surat pemberitahuan untuk penjemputan paksa. "Tadi saya masih pakai daster, tiba para aparat mau main jemput saya saja," tandasnya. "Keluarga saya minta surat perintah dari MA. Itu tidak ada pemberitahuan tahu-tahu ada perintah Kejaksaan saya harus dibawa," kilahnya.

Menjawab pertanyaan Depe, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Asep Sentana menuturkan kedatangan dirinya beserta beberapa anak buahnya ke kediaman Depe dengan membawa surat perintah dari Mahkamah Agung. "Ini kita ke sini sudah bawa surat perintah dan diperintahkan untuk langsung eksekusi (jemput paksa)," jelas Asep Sentana.

Asep Sentana pun membeberkan mekanisme penjemputan paksa kepada awak media. "Jadi ketika sudah terima salinan resmi dari PN Jaktim, ya kita (Kejaksaan) sudah wajib eksekusi. Ini pelaksanaan putusan, bukan pemanggilan. Jadi tidak ada pemanggilan pertama, kedua atau ketiga," ungkap Asep Sentana.

Dewi Persik akhirnya penuhi perintah eksekusi. Dengan kesadaran sendiri ia berangkat dari kediamannya di kawasan Lebak Bulus, menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Bahkan, bekas istri Saipul Jamil itu, menyetir mobil mewah Jaguar miliknya. Dengan kendaraan berbeda, petugas kejaksaan mengiringinya hingga sampai ke tempat tujuan.

Sebelum berangkat, ia menegaskan kepada awak media, bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menunda jalannya eksekusi.

Ia mengeluhkan pelaksanaan eksekusi yang dilakukan oleh petugas kejaksaan. Menurutnya, eksekusi itu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Makanya, ia terkejut dengan kedatangan petugas tersebut.

Penyanyi dangdut itu, Dewi Persik pun mengaku sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Meski begitu, setelah itu ia langsung bersiap untuk berangkat ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur walaupun memerlukan waktu 5 jam.

Pedangdut Dewi Persik akhirnya tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 17.15 WIB. Kedatangannya ke kantor Kejaksaan itu, untuk menjalani eksekusi terkait vonis Mahkamah Agung (MA), dengan kasus perkelahiannya dengan Julia Perez alias Jupe.

Dikawal beberapa petugas tim eksekusi dari Kejari Jakarta Timur yang menjemputnya dari kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Dewi Persik masih bisa melempar senyum.

Kedatangan Dewi Persik alias Depe di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Rabu (13/2/2014) petang disambut oleh puluhan awak media yang menunggu sejak siang. Mereka sontak hampiri mobil merek Jaguar yang dikendarainya.

Padahal, mobil yang dikendarai Depe baru nongol di pintu gerbang masuk kantor kejaksaan. Kerumunan kameramen membuat ia kesulitan memarkirkan mobilnya tersebut.

Bahkan, bekas suami Saipul Jamil itu, mengalami kesulitan keluar dari pintu mobil. Kameramen terus mengerumuni. Mereka tidak memberi ruang untuknya membuka pintu. Sempat terjadi dorong-dorongan.

Namun, akhirnya Depe dengan susah payah bisa keluar dari mobilnya. Wajahnya cerah. Bibirnya tersenyum dalam balutan lipstik merah. Ia mengenakan busana warna hitam dan putih dengan motih kepala singa.

Sejumlah awak media menyapanya. Ia kemudian menolehkan pandangannya kepada mereka dengan senyuman sambil mengacungkan salam metal dua jari.

Awak media terus mengerumuninya tatkala masuk kantor kejaksaan. Mereka mengabadikan kedatangan Depe dengan kamera video dan foto. Langkahnya pelan. Bahkan, sempat terjadi kericuhan karena mereka berdesak-desakan.

Beberapa warga yang menonton sempat membuat heboh. Dengan kawalan mobil patroli kepolisian, Dewi Persik yang menyetir sendiri mobil Jaguar hitam dengan nopol B 1521 GAF, disambut sorak warga sekitar kantor Kejari Jaktim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewi Persik sempat meminta diberikan waktu sekitar 1x24 jam untuk menyerahkan diri ke Kejaksaan. Namun pihak Kejari Jakarta Timur tidak lagi ingin menunggu lama.

Dewi Persik, yang bernama asli Dewi Murya Agung, divonis hukuman dua bulan pidana penjara dengan percobaan selama empat bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur dan dikuatkan oleh pengadilan di tingkat banding. Di tingkat banding, Dewi Persik memperoleh vonis yang sama.

Kasus ini merupakan buntut dari perseteruan antara Dewi Persik dan Julia Perez alias Jupe di tempat syuting salah satu film horor beberapa waktu lalu. Dewi Persik dan Julia Perez terlibat kasus perkelahian saat keduanya menjalani pengambilan gambar film atau shooting film Arwah Goyang Karawang. Hukuman bagi Dewi Persik itu terkait peristiwa perkelahian dengan kekasih pemain sepakbola Gaston Castano yang merupakan penyerang di klub Pelita Bandung Raya, Julia Perez saat menjalani pengambilan gambar film Arwah Goyang Karawang.

Kedua artis bertubuh seksi itu akhirnya saling melapor ke polisi, dan berkas perkara Julia Perez lebih dulu masuk ke MA.

Dalam kasasi itu, MA mengubah hukuman PN Jaktim menjadi tiga bulan penjara. Pihak Mahkaman Agung (MA) memutuskan tiga bulan penjara untuk mantan istri Saiful Jamil atas kasus tersebut.

Penyanyi dangdut dan pemain film, Julia Perez yang memiliki nama asli Yuli Rachmawati dan lebih dikenal dengan panggilan 'Jupe' juga sudah menjalani hukumannya sesuai amar MA di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu dan bebas pada 17 Juni 2013. (det/tri/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.405.696 Since: 05.03.13 | 0.2235 sec