Hukum

Pekan Depan, Berkas 4 Petugas Transjakarta Cabul Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Wednesday, 12 Februari 2014 | View : 1000

JAKARTA-SBN.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto menuturkan, berkas perkara terhadap empat orang petugas transjakarta yang melakukan tindakan pencabulan terhadap penumpang wanita di genset Halte Harmoni sudah rampung. "Minggu depan berkas dilimpahkan ke kejaksaan. Kemungkinan satu sampai dua hari ke depan di kirim ke Kejaksaan," beber Kombes Pol. Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/2/2014).

Pihak kepolisian yakni Polres Jakarta Pusat telah menangkap dan menahan empat orang petugas bus transjakarta yang mencabuli dan melakukan perbuatan asusila terhadap seorang penumpang wanita di Harmoni, Jakarta Pusat. Empat petugas transjakarta yang melakukan pencabulan terhadap korbannya YF di ruang genset Halte busway Harmoni, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2014) hingga akhirnya ditahan di Polres Jakarta Pusat.

Dikatakannya, saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan di Mapolres Jakarta Pusat. Penahanan terhadap keempat pelaku yakni DLS, ILA alias Ipank, MK alias Aki, dan EKL dilakukan karena penyidik menerapkan pasal berlapis terhadap keempatnya yang sejak dua minggu lalu ditahan di Polres Jakarta Pusat. “Saat ini pelaku ditahan di Polres Jakarta Pusat, sudah sejak dua minggu lalu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto di kantornya, Rabu, (12/2/2014).

Kombes Pol. Rikwanto menambahkan, saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Jakarta Pusat. "Dia terancam dua pasal tersebut, tidak ada ampun dan saat ini sudah ditahan di Polres Jakarta Pusat," tuturnya.

Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan, para pelaku dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan penyidik. Menurutnya, pelaku dijerat pasal berlapis.

Kepolisian menerapkan pasal tambahan kepada empat petugas bus transjakarta yang melakukan pencabulan terhadap seorang penumpang wanita di ruang genset Halte Harmoni, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan keempat pelaku kini dikenakan Pasal 281 KUHP dengan ancaman tiga tahun penjara. Serta Pasal 290 ayat (1) barangsiapa melakukan perbuatan asusila dalam kondisi tak berdaya atau pingsan, dengan ancaman 7 tahun penjara. “Sebelumnya untuk pelaku, empat tersangka yang melakukan perbuatan asusila dikenakan/dijerat Pasal 281 KUHP, kemudian kita tambahkan Pasal 290 ayat (1) tentang barang siapa berbuat cabul diketahui orang tersebut dalam keadaan/kondisi tidak berdaya atau pingsan dengan ancaman tujuh tahun penjara,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/2/2014).

Kombes Pol. Rikwanto melanjutkan, pelaku diancam tujuh tahun penjara dimana penerapan pasal sebelumnya hanya dijerat ancaman dua tahun dibawah lima tahun. "Karena ada tambahan pasal itu yang ancamannya 7 tahun penjara, sehingga empat pelaku ditahan," terang Kombes Pol. Rikwanto.

Seperti diketahui, korban YF melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya ke Polres Jakarta Pusat, dengan nomor laporan 079/K/I/2014/Res Jp tertanggal 21 Januari 2014.

Pelecehan seksual itu dilakukan oleh empat petugas transjakarta yang kini ditetapkan sebagai tersangka di Ruangan Genset Halte Busway Harmoni.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat korban naik busway dari RS Islam Cempaka Putih. Di tengah perjalanan korban pingsan dan sadar kembali lalu diturunkan di Halte busway Harmoni diterima oleh EKL dan korban diminta duduk di dalam Halte dekat pintu masuk lalu dipindahkan ke ruangan genset. Kejadian itu terjadi di ruang genset Halte Harmoni.

Dengan alasan dapat mengobati ilmu hitam, EKL meraba tubuh korban yang lemas sehabis pingsan, kemudian pelaku lainnya juga melakukan hal yang sama dengan alasan membantu korban. Para pelaku meraba tubuh korban.

Bahkan pelaku MK alias AKI dan DLS meraba-raba bagian dada, yang diawali dengan memijat. Sedangkan pelaku ILA meraba-raba bagian dada, dan juga mengeluarkan kemaluannya.

Bahkan, salah seorang pelaku ada yang melakukan oral seks hingga orgasme. Saat para pelaku tengah melakukan aksi bejatnya, korban siuman dan langsung berteriak meminta tolong. Salah seorang petugas polisi lalu lintas yang ada di lokasi kemudian mendengar dan langsung menangkap para pelaku.

Diberitakan sebelumnya, walaupun pihak kepolisian telah menetapkan empat petugas transjakarta sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap penumpang YF di Halte Harmoni, Jakarta Pusat. Namun, keempat petugas itu tidak langsung ditahan. "Penahanan tidak dilakukan terhadap empat petugas keamanan transjakarta karena tersangka telah ada yang menjamin, serta tidak akan melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/1/2014).

Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan, alasan lain keempat tersangka tidak ditahan karena pelaku hanya dijerat Pasal 281 KUHP tentang pelecehan seksual dengan ancaman penjara 3,5 tahun. "Di bawah hukuman lima tahun tidak wajib untuk ditahan," sebut Kombes Pol. Rikwanto.

Walaupun belum ada penahanan, lanjut Kombes Pol. Rikwanto, pihaknya akan segera melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan agar segera diproses secara hukum. "Pihak kepolisian saat ini telah mempercepat berkas perkara tersangka agar segera dilimpahkan ke Kejaksaan," terangnya.

Kempat petugas transjakarta yang ketangkap tangan melakukan perbuatan tercela cabul dan asusila, setelah selesai di periksa sementara waktu malam tadi, langsung ditahan dan masuk ruang sel di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, "sementara ini para pelaku kita sangkaan dengan Pasal 281 KUHP, masih didalami motif dan peran masing-masing," ucap AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Dijelaskan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, kronologi kejadian, korban menumpang Bus transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni dari RS Islam Cempaka Putih. Dia mengenakan celana pendek dan kaos. namun mendadak korban pingsan saat tiba di halte Atrium Senen, wanita itu pingsan karena penyakit asmanya kambuh. Salah seorang petugas kemudian membawanya ke ruang genset yang berada di belakang Halte. Tak lama kemudian ketiga temannya menyusul. Nah, dalam kondisi pingsan itulah pencabulan terjadi. “Saat korban tiba di Halte Atrium Senen, dia mendadak pingsan karena penyakit asmanya kambuh," bilang AKBP Tatan Dirsan Atmaja di ruang kerjanya Rabu (22/1/2014). “Dalam kondisi pingsan, korban dicabuli oleh 4 orang petugas tersebut," ujarnya kembali.

Sekitar 15 menit kemudian, korban tersadar. Menyadari kondisi pakaiannya yang tersingkap, perempuan yang tinggal di Jalan Sumur Batu, Kemayoran itu ini panik dan berteriak meminta tolong.

Polisi yang kebetulan sedang berjaga di lokasi tersebut langsung menuju ke ruang genset dan mengamankan 4 orang pria tersebut.

Sekitar pukul 23.30 WIB ke empat tersangka selesai menjalani pemeriksaan di unit PPA Polres Metro Jakarta Pusat, dan langsung dibuka rompi dinas kebanggan warna merah jambu sebagai tanda petugas transjakarta, dan dengan lunglai lalu masuk dalam sel di Lantai 2 Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan dari raut wajah mereka tampak sangat menyesali perbuatan bejatnya.

Sementara itu, barang bukti berupa pakaian korban yang terdapat noda sperma sudah diamankan berikut dengan pemeriksaan sejumlah saksi terkait pelecehan tersebut.

Dikabarkan sebelumnya, empat petugas keamanan bus transjakarta ditangkap setelah mencabuli dan melakukan tindak asusila terhadap seorang penumpang wanita berinisial YF. YF seorang karyawan swasta yang tengah pingsan menjadi korban pelecehan seksual. Hal tersebut terjadi di ruang genset Halte busway Harmoni, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada 21 Januari lalu.

PT. transjakarta akhirnya memecat empat karyawan yang melecehkan penumpang bus. Pemecatan dilakukan setelah keempatnya mengakui perbuatan tak terpuji tersebut. "Sudah kita lakukan pemecatan secara tidak hormat sejak kemarin Senin (27/1/2014)," kata Humas PT. transjakarta, Sri Ulina kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).

Menurut dia, manajemen transjakarta sudah menjalankan prosedur sebelum memecat mereka yakni mengelurkan surat teguran.

Selain itu, manajemen transjakarta juga sudah mengklarifikasi pelecehan itu ke korban dan pelaku. "Mereka (pelaku) sudah buat surat pernyataan mengakui perbuatan mereka, itu sudah cukup. Polisi juga menyatakan mereka bersalah," paparnya.

Awalnya, korban berinisial YF (29) naik bus transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni dari depan Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Setibanya di Halte Atrium Senen, korban terjatuh dan pingsan karena penyakit asmanya kambuh.

Petugas kemudian menurunkan korban yang juga karyawati swasta ini di Halte Harmoni dan memanggil empat pelaku untuk mengobatinya.

Kemudian para pelaku membawa korban ke ruang genset di Halte busway tersebut. Keempat pelaku, berpura-pura bisa mengobati penumpang dengan menggunakan ilmu hitam. "Dengan alasan dapat mengobati ilmu hitam akhirnya pelaku EKL meraba tubuh pelapor yang lemas setelah pingsan," urai Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Namun, bukan memberikan pertolongan, selanjutnya para pelaku selanjutnya justru mencabuli korban dengan meraba-raba dan mengerayangi tubuh korban. “Pelaku MK alias AKI dan DLS meraba-raba bagian dada dengan memijat YF. Sedangkan terlapor ILA meraba bagian dada dan mencabulinya," ungkap Kasat reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Perilaku empat petugas Bus transjakarta yang mencabuli seorang wanita berinisial YF (29) di ruang genset Halte Harmoni, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, menuai kecaman dari sejumlah pihak. Empat petugas tersebut diberikan sanksi berat, agar kejadian serupa tak kembali terjadi. “Mereka harus dipecat karena seharusnya mereka memberikan fasilitas kepada penumpang, tapi melakukan tindakan pencabulan dan asusila seperti itu," ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Dharmaningtyas, kepada wartawan, Kamis (23/1/2014).

Ketua MTI, Dharmaningtyas meminta kepolisian bertindak tegas kepada empat pelaku yang tega melakukan pencabulan saat korban pingsan dan membutuhkan pertolongan. "Kepolisian, harus menindak tegas. Kalau korban tidak terima dan tetap menuntut, ya harus diproses hukum. Agar ada efek jera bagi pelaku dan petugas lainnya," tegasnya. (oke/tri)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.993.359 Since: 05.03.13 | 0.1487 sec