Hukum

Yusril Ihza Mahendra: MS Kaban Siap Diperiksa KPK

JAKARTA-SBN.

Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan mantan Menteri Kehutanan (Menhut) yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Dr. H. Malam Sambat (MS) Kaban, S.E., M.Si. akan mematuhi prosedur hukum yang berlaku dan siap memberikan keterangan apa pun yang diperlukan KPK guna penegakan hukum.

"Saya sudah bicara dengan Pak Kaban dan memintanya untuk selalu siap memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan yang diperlukan," kata Yusril Ihza Mahendra melalui suratelektronik, di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Yusril Ihza Mahendra mengatakan hal itu menanggapi status cegah tangkal yang diberikan kepada Ketua Umum PBB MS Kaban untuk tidak bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Pakar hukum tata negara ini juga membenarkan bahwa KPK telah resmi meminta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah MS Kaban bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

"KPK berpendapat bahwa Pak Kaban diperlukan keterangannya sebagai saksi sehubungan dengan penyidikan terhadap tersangka Anggoro Widjojo," katanya.

Dengan pencegahan itu, sambung dia, maka akan memudahkan KPK untuk memanggil MS Kaban setiap saat jika keterangannya diperlukan.

Yusril Ihza Mahendra menambahkan, KPK yang telah menetapkan status tersangka terhadap mantan Direktur Utama PT. Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, pada kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) ini, bukan kasus baru. "Dalam perkara ini, Pak Kaban sudah pernah dimintai keterangan oleh KPK sebanyak delapan kali dan selalu datang memenuhi panggilan," katanya.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, status MS Kaban dalam kasus SKRT ini adalah saksi yang dimintai keterangannya, maka sesuai KUHAP saksi tidak perlu didampingi oleh penasihat hukum. “Kami memandang penetapan status cegah kepada Pak Kaban adalah normal dalam konteks penyidikan suatu perkara pidana oleh KPK,” katanya.

Mantan Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban mengatakan ia tak akan nonaktif di Partai Bulan Bintang meskipun dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Enggaklah, ini enggak ada hubungannya," tukas MS Kaban setelah mengikuti Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (7/2/2014).

MS Kaban mengaku siap dipanggil KPK kapan saja. "Asal jangan salah menilai yang dimintai keterangan sudah pasti salah," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dirinya mendukung tersangka kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT), Anggoro Widjojo, untuk membeberkan siapa saja yang terlibat. "Ia merasa diperas. Jadi, Anggoro sebutkan saksinya siapa-siapa saja. Bagus itu, kita harus dukung," katanya.

Pengusutan dugaan korupsi SKRT kembali dilakukan KPK setelah menangkap Direktur Bisnis PT. Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo.

Saat konferensi pers, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan pengembangan kasus itu tak bakal berhenti di Anggoro Widjojo. KPK membuka kemungkinan menyeret orang-orang yang diduga terlibat kasus itu. "Soal pihak lain, masih perlu pendalaman, tapi Insya Allah bisa," tuturnya.

KPK menetapkan Anggoro Widjojo sebagai tersangka pada 19 Juni 2009. Anggoro Widjojo diduga menyuap anggota Komisi Kehutanan DPR periode 2004-2009 dan pejabat Kementerian Kehutanan agar memuluskan proyek berbiaya Rp 180 miliar itu.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sudah menyidangkan pihak-pihak yang disuap Anggoro Widjojo, diantaranya eks Ketua Komisi Kehutanan Yusuf Erwin Faishal dengan nilai suap Rp 125 juta dan Sin$ 220 ribu. Sebagai Ketua Komisi, Yusuf Erwin Faishal diminta Anggoro Widjojo menyetujui rancangan anggaran proyek yang ada pada anggaran 2007 itu. Lembar pengesahan juga diteken MS Kaban.

Komisi Kehutanan lantas mengeluarkan surat rekomendasi pada 12 Februari 2007. Setelah proyek diloloskan, Yusuf Erwin Faishal menerima imbalan lewat kolega Anggoro Widjojo di PT. Masaro Radiokom.

Pada November 2007, Yusuf Erwin Faishal kembali menerima uang dari Anggoro Widjojo. Uang ini lantas dibagikan ke anggota Komisi, antara lain Suswono (kini Menteri Pertanian) Rp 50 juta, Fachri Andi Laluasa Sin$ 30 ribu, Azwar Chesputra Sin$ 5.000, Hilman Indra Sin$ 140 ribu, dan Sujud Sirajuddin Rp 20 juta.

Yusuf Erwin Faishal sudah divonis 4,5 tahun. Ia dibebaskan pada 12 November 2010.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (14/12/2010), Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Boen Mochtar Purnama mengaku menerima US$ 20 ribu dari Anggoro Widjojo. Menurut Boen Mochtar Purnama, ia menerimanya atas seizin MS Kaban. "Terima saja, anggap saja rezeki," kata Boen Mochtar Purnama menirukan perkataan MS Kaban. Belakangan, Boen Mochtar Purnama mengembalikan uang itu ke KPK. (tem/ant)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.909.180 Since: 05.03.13 | 0.1658 sec