Hukum

Usai Bebas, Schapelle Corby Rayakan Kemenangan

Wednesday, 12 Februari 2014 | View : 816

JAKARTA-SBN.

Misteri kenapa Schapelle Leigh Corby menutupi wajahnya dengan kerudung saat keluar dari penjara akhirnya terkuak. Schapelle Leigh Corby dikabarkan menjual foto dirinya tanpa mengenakan kerudung seharga AUS$ 20.000 atau senilai Rp 216,65 juta kepada sebuah majalah di Australia. Harga itu diakui majalah ternama asal Australia, Woman’s Day.

Woman’s Day harus membayar Rp 216,65 juta untuk membeli foto Schapelle Leigh Corby tanpa kerudung. Dalam foto yang pertama kali dirilis, Schapelle Leigh Corby tampak tampil bersama saudara lelakinya, Michael, di Resor Sentosa Seminyak. Kakak-adik itu tampak merayakan kemenangan setelah bebas dari penjara dengan minum bir pada Senin (10/2/2014) malam.

Woman’s Day merupakan media yang berafiliasi dengan Nine Network. Woman’s Day mengklaim foto tersebut disuplai.

Ada hal menarik dalam foto tersebut, Schapelle Leigh Corby tampak mengenakan cincin kawin. Ada kabar yang menyebutkan dia menikah dengan mantan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Ben Panangian, dalam upacara yang digelar secara rahasia tahun lalu.

Pada hari kedua setelah pembebasan, Schapelle Leigh Corby masih menikmati hidupnya dalam sebuah Villa mewah.

Schapelle Leigh Corby juga masih bersembunyi. Dia menghindari sorotan kamera jurnalis yang mengintai di sekitar Villa yang didiaminya.

Isu yang masih beredar adalah kapan, berapa harga, dan dengan siapa Schapelle Leigh Corby akan mengajak kerja sama untuk kepentingan wawancara kisahnya.

Salah satu media televisi Australia, Channel Seven kemarin membantah telah membayar AUS$ 2 juta atau US$ 1,8 juta atau setara dengan Rp 21,59 miliar untuk mendapatkan akses wawancara eksklusif dengan Schapelle Leigh Corby.

Seperti ditegaskan reporter Channel Seven, Mike Willesee, yang membantah ada kesepakatan tersebut. Dia justru menganggap jumlah uang yang didiskusikan dengan Schapelle Leigh Corby lebih rendah dari yang diperbincangkan. “Pada tahap ini kita tidak membayar untuk melakukan wawancara. Dapat saya katakan uang yang mereka perbincangkan itu suatu hal yang lucu,” ucap Mike Willesee yang berada di resor mewah di Kuta, Bali, dalam rangka wawancara dengan Schapelle Leigh Corby. Dia mengaku tidak mengetahui kapan wawancara itu akan dilaksanakan.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai honor yang diterima oleh mantan narapidana kasus narkotika, Schapelle Leigh Corby dari perusahaan media asal Australia wajib disetorkan ke negara. Imbalan uang tersebut berpotensi untuk masuk ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2009 (PP 38/2009) Pasal 1 angka (1) huruf (e) disebutkan Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia meliputi penerimaan dari Jasa Tenaga Kerja Narapidana.

Selanjutnya dalam Pasal 1 ayat (3) disebutkan bahwa "Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berupa Jasa Tenaga Kerja Narapidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf (e) adalah sebesar nilai nominal yang tercantum dalam kontrak kerjasama."

Menurut Hikmahanto Juwana, meski saat ini Schapelle Leigh Corby mendapatkan pembebasan bersyarat, namun statusnya tetap sebagai Narapidana.

Wawancara dan foto ekskluisif merupakan jasa yang diberikan oleh Schapelle Leigh Corby sebagai Narapidana dan atas pemberian jasa ini Schapelle Leigh Corby menerima imbalan dari perusahaan media asal Australia. "Merujuk pada Pasal 1 ayat (1) huruf (e), penghasilan yang diterima oleh Corby merupakan penerimaan Jasa Tenaga Kerja Narapidana. Penerimaan ini yang harus disetor ke kas negara sebagai PNBP," tutur Hikmahanto Juwana melalui siaran pers yang diterima, Rabu (12/2/2014).

Menurut Hikmahanto Juwana, jumlah uang yang harus disetorkan ke negara adalah seluruh penerimaan Schapelle Leigh Corby berdasarkan kontrak yang dibuat dengan perusahaan media Australia. Ini sesuai yang diatur dalam Pasal 1 ayat (3).

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) perlu melihat PP 38/2009 dan menegakkan aturan ini terhadap Schapelle Leigh Corby. Ini karena meski WNA, Schapelle Leigh Corby masih ada di Indonesia dan ia wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan Indonesia. “Corby tidak kebal dan tidak boleh dikecualikan dari hukum yang berlaku di Indonesia. Bila Indonesia berkomitmen untuk memiskinkan para koruptor maka sudah sewajarnya bila pelaku kejahatan Narkoba juga dimiskinkan. Tidak justru sebaliknya menjadi kaya karena "dramatisasi" menjalani hukuman," terang Hikmahanto Juwana. (oke/tri/jos)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.728 Since: 05.03.13 | 0.1483 sec