Hukum

Berkas Penyidikan Lengkap, Kasus FPJP Century Segera Disidangkan

Tuesday, 11 Februari 2014 | View : 759

JAKARTA-SBN.

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dengan tersangka mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Dengan demikian, kasus dugaan korupsi yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 7,4 triliun ini pun akan segera bergulir ke meja hijau dan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. “Hari ini berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam kaitan dengan pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dengan tersangka BM (Budi Mulya) telah memasuki tahap dua atau P21,” beber Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, di kantornya, plaza Gedung KPK Jl. HR Rasuna Said, Kav.C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014).

Johan Budi SP. menambahkan, kasus ini segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Berkas perkara Budi Mulya akan dilimpahkan ke persidangan dalam 14 hari kedepan. Menurut Johan Budi SP., dengan lengkapnya berkas perkara kasus tersebut, penuntut umum mempunyai waktu maksimal 14 hari kerja untuk melimpahkan ke pengadilan. “Maksimal 14 hari kerja akan dilimpahkan ke pengadilan,” imbuhnya.

Sehingga diperkirakan Budi Mulya akan mulai disidang pada akhir Februari ini atau pada awal Maret 2014 mendatang.

Budi Mulya datang ke KPK, Selasa (11/2/2014) pagi. Ia mengaku mau melengkapi berkas administrasi di KPK. “Iya P21, dari penyidikan ke penuntutan, kami melengkapi administrasi saja,” kata Budi Mulya didampingi penasihat hukumnya, Luhut Pangaribuan di kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014).

Pengacara Luhut Pangaribuan mengatakan berdasarkan perkiraan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK persidangan perdana kliennya digelar akhir Februari. Sehingga diprediksi persidangan perdana kasus Century akan digelar pada akhir Februari atau awal Maret. “Tadi Jaksa Penuntut sudah memprediksi kira-kira persidangan akhir bulan ini atau awal bulan depan lah,” jelas penasihat hukum Budi Mulya, Luhut Pangaribuan.

Lebih lanjut pengacara Luhut Pangaribuan menuturkan, kliennya bakal membuka fakta kasus tersebut di persidangan seterang-terangnya. Menurut Luhut Pangaribuan, kliennya siap buka-bukaan di persidangan. Budi Mulya juga siap membuka kasus Century seterang-terangnya. Pengacara Budi Mulya, Luhut Pangaribuan mengatakan kliennya akan mengungkapkan seluruh fakta yang diketahuinya terkait kasus tersebut. Khususnya soal pengucuran FPJP sebesar Rp 689,39 miliar untuk Bank Century. “Oh iya, dia (Budi Mulya) akan mengungkapkan seluruhnya tentang FPJP karena dia (Budi Mulya) juga ikut di dalam proses pengambilan keputusan FPJP. Dia akan ungkapkan seluruhnya,” tuntasnya. "Ya kami akan buka semua di persidangan nanti," tambahnya.

Meski demikian, Luhut Pangaribuan tidak mau memperkirakan apakah KPK akan menyeret orang lain sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Pasalnya, dia mengaku belum mengetahui apakah kliennya didakwa bersama-sama atau seorang diri.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menegaskan, berkas pemeriksaan tersangka Budi Mulya dalam dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik sudah mendekati tahap akhir.

Wakil Ketua KPK tersebut memprediksi berkas segera naik ke penuntutan pada bulan ini. "Soal Century, sekarang ini pemeriksaan oleh teman-teman jaksa itu sudah mendekati akhir," ungkap Bambang Widjojanto di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014) malam.

Bambang Widjojanto mengaku, Komisi terus berupaya merampungkan berkas tersebut agar segera disidang. Bambang Widjojanto menyebut, pihaknya berharap berkas naik ke penuntutan pada pekan kedua Februari ini. "Minggu lalu kan intensifikasi pemeriksaan saksi-saksi, karena ada catatannya. Sekarang sudah mengonfirmasikan, membangun argumentasi," tegasnya. (ant)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.798.831 Since: 05.03.13 | 0.1358 sec