Hukum

Artha Merish Simbolon Tetap Bantah Menyuap Rudi Rubiandini

Tuesday, 11 Februari 2014 | View : 879

JAKARTA-SBN.

Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (PT KPI), Artha Merish Simbolon, terus berkelit dan membantah disebut memberikan uang kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). "Tidak ada pak, tidak tahu," cetus Artha Merish Simbolon kepada majelis hakim saat bersaksi untuk terdakwa Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014).

Hakim terus mencecar Artha Merish Simbolon, karena tidak mengakui. Akhirnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memperdengarkan bukti percakapan telepon antara Artha Merish Simbolon dengan Deviardi.

Inti dari percakapan itu, melalui Deviardi, Artha Merish Simbolon berupaya meminta bantuan kepada Rudi Rubiandini ketika itu masih menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM agar menaikkan harga gas PT. Kaltim Pasific Amoniak (PT KPA).

Artha Merish Simbolon juga ingin Rudi Rubiandini bisa meminta Menteri ESDM, Jero Wacik menurunkan formula harga gas untuk PT. KPI. "Bilang ke Pak Rudi ya bang (Deviardi) yang 1,7 bisa dioptimalkan lagi," kata Artha Merish Simbolon dalam kutipan rekaman telepon.

Artha Merish Simbolon kembali membantah kalau dalam rekaman itu adalah suaranya. "Mirip suara saya, tapi itu bukan saya," kilahnya.

Dalam dakwaan, Rudi Rubiandini disebut menerima uang senilai US$ 522.500 dari Artha Merish Simbolon yang diberikan melalui  Deviardi secara bertahap.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar bukti percakapan telepon Presiden PT. Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Merish Simbolon dengan pelatih golf mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, Deviardi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

JPU KPK memperdengarkan isi percakapan dari nomor telepon 0816104779 dengan 0811987888. Dalam rekaman tersebut diketahui, Artha Merish Simbolon hendak memberikan uang kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi.

Berikut isi rekaman percakapan telepon Artha Merish Simbolon (A) dengan Deviardi (D) yang disadap KPK:

Artha Merish Simbolon: Halo Bang Ardi?

Deviardi: Hai Merish. Tadi malam saya sama Pak Rudi telepon sudah sampai itu mau ucapin terimakasih.

Artha Merish Simbolon: Kemarin itu coba nungguin, apa sudah apa belum barangnya? Sementara kan 250 janji kami sama bapak, Jadi kalau berkenan ini ada sisa 200. Bisa diambil kapan ya bang?

Deviardi: Merish jangan tulis-tulis bahaya, difoto wartawan. Biasa aja di Kemang.

Artha Merish Simbolon: Jam berapa?

Deviardi: Malam lah ya.

Deviardi: Anaknya gimana?

Artha Merish Simbolon: Sudah lumayan sih, tapi izin kalau yang anter staf saja, aku minta staf Merish yang antar.

Artha Merish Simbolon: Minta tolong bang kalau berkenan staf Merish yang anter. Kalau berkenan diantar di tempat Bang Ardi.

Keduanya kemudian bersepakat untuk melakukan pertemuan di restoran Sate Senayan sekitar pukul 17.30 WIB.

Kendati berbagai bukti rekaman diperdengarkan, Artha Merish Simbolon terus membantah itu suaranya. Sementara, Deviardi mengakui, kalau dalam rekaman itu adalah suaranya.

Artha Merish Simbolon diketahui masuk dalam dakwaan terdakwa mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Dalam dakwaan Rudi Rubiandini, Artha Merish Simbolon disebut memberikan uang senilai US$ 522.500 kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi secara bertahap. Tujuannya, hal itu dilakukan guna memuluskan permintaan agar Rudi Rubiandini membantu menurunkan formula harga gas di Kementerian ESDM untuk PT. KPI.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa cegah Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Merish Simbolon terkait kasus dugaan suap dilingkungan SKK Migas.

Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, masa cegah Artha Merish Simbolon terhitung sejak 27 September 2013 akan berakhir pada Februari 2014 sehingga dilakukan perpanjangan mengingat yang bersangkutan masih dibutuhkan dalam penuntasan kasus ini. "KPK memperpanjang pencegahan terhadap Artha Meris Simbolon, selama 6 bulan ke depan," katanya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014). (oke)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.484.425 Since: 05.03.13 | 0.2625 sec