Hukum

Artha Merish Simbolon Bantah Kenal Pelatih Golf Rudi Rubiandini

Tuesday, 11 Februari 2014 | View : 1961

JAKARTA-SBN.

Seorang pria yang diduga penasihat hukum Artha Merish Simbolon dengan keras memarahi wartawan usai persidangan. Tepatnya saat Artha Merish Simbolon keluar dari ruang sidang menuju ruang istirahat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa (11/2/2014).

Kejadian itu bermula saat seorang wartawan menanyakan soal benar tidaknya ada hubungan antara Artha Merish Simbolon dengan kurir Deviardi. "Jangan sembarangan bicara kamu. Itu fitnah kamu. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," hardik dia sambil melotot.

Diketahui bahwa dalam percakapan telepon yang diperdengarkan majelis hakim terdapat pembicaraan soal transaksi cinta dan rayuan maut Deviardi kepada Artha Merish Simbolon. Namun semua itu diklaim Artha Merish Simbolon sebagai kebohongan dan mengada-ngada.

Di tengah kegugupan Artha Merish Simbolon, Deviardi justru mengakui jika percakapan itu adalah dirinya dan Artha Merish Simbolon. "Posisi saya tetap seperti yang ada di BAP. Saya kenal Merish dan saya kenal Simon," terang Deviardi.

Kelakuan serupa juga dilakukan oleh seorang wanita setengah tua yang diduga keluarga dan juga penasihat hukum Artha Merish Simbolon. Sejak Artha Merish Simbolon angkat kaki dari meja pesakitan, wanita ini tak henti-hentinya berteriak kepada wartawan agar tidak banyak bertanya kepada Artha Merish Simbolon.

Wanita ini berkali-kali menghalangi para jurnalis dengan menyingkirkan recorder yang disodorkan ke depan muka Artha Merish Simbolon. Seorang wartawati televisi pun ikut merasa kecewa. "Biasa aja bu, jangan tarik-tarik," cetus dia.

Kuat dugaan jika reaksi frontal para pengacara tersebut akibat kliennya sedang dalam tekanan serius. Dalam persidangan, Artha Merish Simbolon nampak gugup dan menjawab serba tidak tahu atas semua dakwaan yang dibacakan hakim kendati disodorkan beberapa bukti rekaman percakapan dan juga sms.

Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Merish Simbolon, membantah jika dirinya pernah mengadakan beberapa pertemuan rahasia dengan pelatih golf pribadi mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R)., Deviardi alias Ardi.

Padahal terdengar jelas, saat Jaksa Penuntut memutar rekaman pembicaraan antara dirinya dengan Deviardi terdapat beberapa tempat yang dijadikan tempat rahasia pertemuan antara keduanya. "Tidak pernah Pak Hakim," tukas si rambut pirang,  Artha Merish Simbolon, saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (11/2/2014). "Karena saya tidak ada hubungan kerja dengan SKK Migas. Masalah penyaluran soal itu untuk memenuhi prosedur perusahaaan saja. Demi Tuhan tidak, bukan dengan BPH Migas, perusahaan kami hanya untuk menyalurkan BBM bersubsidi kepada nelayan," tambah Artha Merish Simbolon saat ditanya hakim soal kedekatannya dengan pejabat migas.

Ada yang unik saat keduanya berdialog lewat telpon. Panggilan mesra dan kalimat cinta pun sempat terucap dari lidah Deviardi kepada Artha Merish Simbolon.

Berikut rekaman yang diputar dalam persidangan,

"Apa kabar bang," tanya Artha Merish Simbolon.

"Baik..baik.....," jawab Ardi.

"Lagi dimana sekarang bang," Artha Merish Simbolon nanya lagi.

"Di hatimu," jawab Ardi mesra.

Percakapan tersebut dianggap sebagai awal rencana terselubung antara keduanya untuk mengadakan pertemuan special di sejumlah tempat. Namun rupanya ingatan Artha Merish Simbolon memudar. Ia tak pernah sekalipun mengakui bahwa itu suaranya.

Padahal keduanya pernah bertemu saat bermain golf di Gunung Geulis Kabupaten Bogor dimana Marihad mengenalkan Artha Meris Simbolon selaku Presiden Direktur PT. KPI.

Dirut PT. Parna Raya, Artha Merish Simbolon, disebut dalam surat dakwaan, memberikan uang US$ 272 ribu kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). Namun, Artha Merish Simbolon membantah mentah-mentah isi surat dakwaan tersebut.

Surat dakwaan yang merujuk pada pernyataan Deviardi, orang dekat Rudi Rubiandini, menyebutkan Artha Merish Simbolon memberikan uang US$ 272 ribu dalam tiga tahap. Uang selalu diberikan kepada Deviardi. "Saya tidak mengenal Deviardi," ketus Artha Merish Simbolon yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Rudi Rubiandini di PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Majelis hakim pun mencecar Artha Merish Simbolon mengenai tiga kali pemberian uang kepada Deviardi. Tak satu pun yang diakui oleh Artha Merish Simbolon. "Tidak pernah. Perusahaan saya juga tidak berhubungan dengan SKK Migas. Selama ini koordinasinya dengan Kementerian ESDM," tandas Artha Merish Simbolon.

Artha Meris Simbolon pun memberikan sejumlah uang, dimana dirinya meminta bantuan Deviardi untuk bertemu di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta Pusat. Pada kesempatan tersebut Devairdi menerima penyerahan uang sebesar US$ 250 ribu.

Februari 2013, Artha Meris Simbolon menghubungi Deviardi dan bertemu di Cafe Nanini Plaza Senayan untuk  menerima uang sebesar US$ 22.500 ribu.

Tak Sampai disitu, Jaksa juga mendakwa menerima hadiah dari PT. Kaltim Parna Insdustri (PT. KPI) sebesar US$ 522.500 ribu, dimana hadiah tersebut setelah terdakwa bertemu sekitar awal tahun 2013 dengan Presiden Komisaris PT. KPI Marihad Simbolon terkait tingginya formula harga gas untuk PT. KPI yang dapat mengakibatkan gulung tikar.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelatih golf pribadi  Rudi Rubiandini, Deviardi diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan suap SKK Migas. Deviardi mengaku pernah dititipkan uang untuk Rudi Rubiandini dari Direktur utama PT. Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon. Hal ini disampaikan Deviardi saat diperiksa bagi saksi Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).

Deviardi yang lebih dahulu diperiksa sebagai saksi mengaku pernah dititipkan uang untuk Rudi Rubiandini dari Direktur utama PT. Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon.

Perkenalan pertama Deviardi dengan Artha Merish Simbolon terjadi di lapangan golf di Gunung Geulis. Saat itu ia dikenalkan oleh Rudi Rubiandini.

Setelah pertemuan itu, Rudi Rubiandini memerintahkan Deviardi untuk bisa bertemu dengan Artha Merish Simbolon.

Pertemuan pertama terjadi di Hotel Sari Pan Pasific. Saat itu Artha Merish Simbolon menyerahkan langsung uang US$ 200 ribu kepada Deviardi agar diberikan ke Rudi Rubiandini. "Artha Meris yang serahkan langsung," ungkap Deviardi. Selanjutnya Deviardi bertemu di sebuah cafe dan diberikan uang US$ 22 ribu. Yang terakhir sebesar US$ 50 ribu di McDonalds Kemang. (oke/asatu/det)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.288.999 Since: 05.03.13 | 0.1909 sec