Hukum

Artha Merish Simbolon Bersaksi Untuk Rudi Rubiandini

Tuesday, 11 Februari 2014 | View : 1708

JAKARTA-SBN.

Direktur Utama (Dirut) PT. Parna Raya, Artha Merish Simbolon membantah memberikan uang ke mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). Namun Artha Merish Simbolon mengakui pernah mengirim surat berisi keluhan ke Rudi Rubiandini soal perlakuan berbeda Kementerian ESDM terhadap perusahaannya. "Saya hanya melayangkan surat tentang komplain perusahaan saya, bahwa perusahaan saya selama ini dianaktirikan Kementerian ESDM," kata Artha Merish Simbolon bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Artha Merish Simbolon pernah bertemu dengan Rudi Rubiandini kala menjabat Wakil Menteri ESDM. Saat itu, perusahaannya diundang Kementerian ESDM dalam sebuah acara. Perusahaan Artha Merish Simbolon pernah dipercaya untuk mendistribusikan solar ke nelayan. "Saya hanya sempat bertemu Beliau saat perusahaan saya dan perusahaan lain diundang ke Kementerian ESDM dalam inagurasi," beber dia.

Artha Merish Simbolon berulang kali ditanya majelis hakim soal pemberian uang ke Rudi Rubiandini melalui pelatih golf pribadinya, Deviardi.

Dalam sidang lanjutan ini Artha Merish Simbolon membantah isi surat dakwaan yang menyebut dirinya memberikan uang US$ 272 ribu kepada Rudi Rubiandini. "Saya tidak pernah memberi hadiah, gratifikasi ke Pak Rudi. Saya tidak ada hubungan kerja dengan SKK Migas, saya berkoordinasi dengan Kementerian ESDM," sanggahnya.

Dalam dakwaan Artha Merish Simbolon disebut memberikan duit US$ 522,500 ribu ke Rudi Rubiandini. Uang diberikan agar Rudi Rubiandini yang menjabat Kepala SKK Migas memberikan rekomendasi terkait formula harga gas.

Direktur Utama (Dirut) PT. Parna Raya, Artha Merish Simbolon meninggalkan ruang sidang setelah memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus suap SKK Migas dengan terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). dan Deviardi di pegadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Seperti diberitakan sebelumnya, pelatih golf pribadi  Rudi Rubiandini, Deviardi diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan suap SKK Migas. Deviardi mengaku pernah dititipkan uang untuk Rudi Rubiandini dari Direktur utama PT. Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon. Hal ini disampaikan Deviardi saat diperiksa bagi saksi Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).

Perkenalan pertama Deviardi dengan Artha Merish Simbolon terjadi di lapangan golf di Gunung Geulis. Saat itu ia dikenalkan oleh Rudi Rubiandini.

Setelah pertemuan itu, Rudi Rubiandini memerintahkan Deviardi untuk bisa bertemu dengan Artha Merish Simbolon.

Pertemuan pertama terjadi di Hotel Sari Pan Pasific. Saat itu Artha Merish Simbolon menyerahkan langsung uang US$ 200 ribu kepada Deviardi agar diberikan ke Rudi Rubiandini. "Artha Meris yang serahkan langsung," ungkap Deviardi. Selanjutnya Deviardi bertemu di sebuah cafe dan diberikan uang US$ 22 ribu. Yang terakhir sebesar US$ 50 ribu di McDonalds Kemang.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT. Parna Raya Group, Artha Merish Simbolon. Dia diperiksa terkait dugaan suap di lingkungan Satuan kerja khusus pelaksana kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). "Ia diperiksa untuk RR (Rudi Rubiandini)," ujar kepala bagian informasi dan pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Artha Merish Simbolon yang tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.45 WIB. Namun, dia enggan berkomentar kepada wartawan terkait pemeriksaan kali ini dan ia langsung masuk ke lobby KPK.

PT. Parna Raya Group yang digeledah, diketahui pernah mendapat tugas untuk mendistribusikan bahan bakar minyak bersudsidi kepada nelayan oleh Pemerintah, dan merupakan rekanan dari PT. Pertamina Persero. Sementara Artha Meris Simbolon sendiri selaku Direktur Utama dari PT. Parna Raya Grup sudah ikut dicekal KPK sejak 14 Agustus 2013 terkait kasus suap Rudi Rubiandini.

Komisi Pemberantasan Korupsi memang sudah memanggil satu persatu orang yang dicegah bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan suap bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini. Misalnya KPK memanggil petinggi sebuah perusahaan perminyakan, PT. Zerotech Nusantara, Febri Prasetyadi Soeparta. 

Nama Febri Prasetyadi Soeparta muncul saat KPK mengumumkan status cegah yang dikenakan padanya, 28 Agustus 2013. Pada saat itu, Febri Prasetyadi Soeparta dicegah berbarengan dengan pencegahan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Waryono Karno.

KPK melakukan pencegahan ke luar negeri selain pejabat SKK Migas, juga ada pengusaha. Kamis (15/8/2013), KPK meminta empat orang lagi dicegah bepergian ke luar negeri. Mereka adalah  Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensat Bidang Pengendalian Komersial SKK Migas, Agus Sapto Raharjo Moerdi Hartono, Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bidang Pengendalian Komersil SKK Migas Popi Ahmad Nafis, Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas, Iwan Ratman dan  satu orang dari perusahaan swasta yakni Direktur PT. Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon. 

Kasus suap SKK Migas sudah menjerat tiga orang menjadi tersangka. Ketiganya adalah bekas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, petinggi Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Indonesia Simon Gunawan Tanjaya, dan pelatih golf Devi Ardi alias Ardi.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada Selasa (13/8/2013). Hasil operasi ini bahkan menjadi hasil terbesar sepanjang sejarah KPK. Hasil tangkapan adalah uang US$ 400 ribu, US$ 90 ribu, dan Sin$ 127 ribu, sekaligus sebuah sepeda motor mewah bermerek BMW hitam berpelat nomor B-3946-FT.

Diduga, uang itu digunakan untuk "menanam jasa" trading atau tender di bidang migas yang belum berlangsung supaya Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) menang tender tersebut. (oke/det)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.736 Since: 05.03.13 | 0.1452 sec