Hukum

Artha Merish Simbolon Dipanggil KPK Lagi

Tuesday, 11 Februari 2014 | View : 1220

JAKARTA-SBN.

Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (PT. KPI), Artha Merish Simbolon mengatakan perusahaannya selalu dianaktirikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Artha Merish Simbolon mengaku pernah berkirim surat ke Rudi Rubiandini ketika masih menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM. Bahkan, ia juga pernah menyampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kalau dirinya korban kartel. "Tapi saya belum dapat perlindungan," katanya saat bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Selain itu, Artha Merish Simbolon juga mengatakan, perusahaannya sudah tujuh bulan tidak beroperasi karena maraknya impor amoniak yang dilakukan PT. Pupuk Indonesia Holding Company. "Saya mau minta perlindungan hukum untuk perusahaan kami. Saya benar-benar stress," tuturnya.

Artha Merish Simbolon justru merasa dizolimi dengan dituduh memberikan suap ke Rudi Rubiandini untuk memuluskan PT. KPI mengatur formula harga gas.

Dalam dakwaan, Artha Merish Simbolon disebut memberikan uang senilai US$ 522.500 kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi secara bertahap.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterlibatan Artha Merish Simbolon dalam kasus dugaan korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat karyawan PT. Kaltim Prana Industri, perusahaan yang dipimpin Artha Merish Simbolon.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Peberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Jumat (29/11/2013).

Adapun keempat saksi tersebut yakni Agustinus, Alam Salahudin, Ratib, Dwi Putranti. Keempatnya, yang diketahui sebagai sopir di perusahaan tersebut dinilai mengetahui terkait kasus yang menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R).

Perlu diketahui, PT. Kaltim Prana Industri atau PT. Parna Raya Group adalah sebuah perusahaan perdagangan minyak di Indonesia yang sebagian besar melayani perusahaan minyak dan gas seperti Pertamina, Total E & P Indonesie, Unocal, Vico, PT. Caltex Pacific Indonesia. Perusahaan yang selalu menjadi rekanan SKK Migas ini dipimpin oleh Artha Merish Simbolon sebagai Direktur Utama.

Artha Merish Simbolon sendiri merupakan saksi dalam kasus ini yang juga telah dicekal KPK sejak sehari penangkapan Rudi, yaitu pada tanggal 14 Agustus 2013. Artha Merish Simbolon pun telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Senin (4/11/2013) lalu. Bahkan KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor PT. Parna Raya Group di Menara Imperium pada Rabu (6/11/2013) lalu.

Kasus ini bermula dari peristiwa tangkap tangan yang dilakukan penyidik terhadap Rudi Rubiandini, petinggi PT. Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Simon Gunawan Tanjaya dan swasta bernama Deviardi pada 13 Agustus lalu.

Mereka ditangkap lantaran diduga baru saja melakukan serah terima sejumlah uang untuk pengurusan kegiatan di SKK Migas. Kini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan Simon Gunawan Tanjaya telah menjalani sidang pembacaan dakwaan. Rudi Rubiandini dan Ardi disangkakan pasal penerimaan suap, sedangkan Simon Gunawan Tanjaya sebagai pemberi suap.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelatih golf pribadi  Rudi Rubiandini, Deviardi diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan suap SKK Migas. Deviardi mengaku pernah dititipkan uang untuk Rudi Rubiandini dari Direktur utama PT. Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon. Hal ini disampaikan Deviardi saat diperiksa bagi saksi Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).

Perkenalan pertama Deviardi dengan Artha Merish Simbolon terjadi di lapangan golf di Gunung Geulis. Saat itu ia dikenalkan oleh Rudi Rubiandini.

Setelah pertemuan itu, Rudi Rubiandini memerintahkan Deviardi untuk bisa bertemu dengan Artha Merish Simbolon.

Pertemuan pertama terjadi di Hotel Sari Pan Pasific. Saat itu Artha Merish Simbolon menyerahkan langsung uang US$ 200 ribu kepada Deviardi agar diberikan ke Rudi Rubiandini. "Artha Meris yang serahkan langsung," ungkap Deviardi. Selanjutnya Deviardi bertemu di sebuah cafe dan diberikan uang US$ 22 ribu. Yang terakhir sebesar US$ 50 ribu di McDonalds Kemang. (oke/det)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.784.006 Since: 05.03.13 | 0.1406 sec