Hukum

Artha Merish Simbolon Dipanggil KPK Lagi

Tuesday, 11 Februari 2014 | View : 1296

JAKARTA-SBN.

Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (PT. KPI), Artha Merish Simbolon mengatakan perusahaannya selalu dianaktirikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Artha Merish Simbolon mengaku pernah berkirim surat ke Rudi Rubiandini ketika masih menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM. Bahkan, ia juga pernah menyampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kalau dirinya korban kartel. "Tapi saya belum dapat perlindungan," katanya saat bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Selain itu, Artha Merish Simbolon juga mengatakan, perusahaannya sudah tujuh bulan tidak beroperasi karena maraknya impor amoniak yang dilakukan PT. Pupuk Indonesia Holding Company. "Saya mau minta perlindungan hukum untuk perusahaan kami. Saya benar-benar stress," tuturnya.

Artha Merish Simbolon justru merasa dizolimi dengan dituduh memberikan suap ke Rudi Rubiandini untuk memuluskan PT. KPI mengatur formula harga gas.

Dalam dakwaan, Artha Merish Simbolon disebut memberikan uang senilai US$ 522.500 kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi secara bertahap.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterlibatan Artha Merish Simbolon dalam kasus dugaan korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat karyawan PT. Kaltim Prana Industri, perusahaan yang dipimpin Artha Merish Simbolon.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Peberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Jumat (29/11/2013).

Adapun keempat saksi tersebut yakni Agustinus, Alam Salahudin, Ratib, Dwi Putranti. Keempatnya, yang diketahui sebagai sopir di perusahaan tersebut dinilai mengetahui terkait kasus yang menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R).

Perlu diketahui, PT. Kaltim Prana Industri atau PT. Parna Raya Group adalah sebuah perusahaan perdagangan minyak di Indonesia yang sebagian besar melayani perusahaan minyak dan gas seperti Pertamina, Total E & P Indonesie, Unocal, Vico, PT. Caltex Pacific Indonesia. Perusahaan yang selalu menjadi rekanan SKK Migas ini dipimpin oleh Artha Merish Simbolon sebagai Direktur Utama.

Artha Merish Simbolon sendiri merupakan saksi dalam kasus ini yang juga telah dicekal KPK sejak sehari penangkapan Rudi, yaitu pada tanggal 14 Agustus 2013. Artha Merish Simbolon pun telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Senin (4/11/2013) lalu. Bahkan KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor PT. Parna Raya Group di Menara Imperium pada Rabu (6/11/2013) lalu.

Kasus ini bermula dari peristiwa tangkap tangan yang dilakukan penyidik terhadap Rudi Rubiandini, petinggi PT. Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Simon Gunawan Tanjaya dan swasta bernama Deviardi pada 13 Agustus lalu.

Mereka ditangkap lantaran diduga baru saja melakukan serah terima sejumlah uang untuk pengurusan kegiatan di SKK Migas. Kini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan Simon Gunawan Tanjaya telah menjalani sidang pembacaan dakwaan. Rudi Rubiandini dan Ardi disangkakan pasal penerimaan suap, sedangkan Simon Gunawan Tanjaya sebagai pemberi suap.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelatih golf pribadi  Rudi Rubiandini, Deviardi diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan suap SKK Migas. Deviardi mengaku pernah dititipkan uang untuk Rudi Rubiandini dari Direktur utama PT. Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon. Hal ini disampaikan Deviardi saat diperiksa bagi saksi Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).

Perkenalan pertama Deviardi dengan Artha Merish Simbolon terjadi di lapangan golf di Gunung Geulis. Saat itu ia dikenalkan oleh Rudi Rubiandini.

Setelah pertemuan itu, Rudi Rubiandini memerintahkan Deviardi untuk bisa bertemu dengan Artha Merish Simbolon.

Pertemuan pertama terjadi di Hotel Sari Pan Pasific. Saat itu Artha Merish Simbolon menyerahkan langsung uang US$ 200 ribu kepada Deviardi agar diberikan ke Rudi Rubiandini. "Artha Meris yang serahkan langsung," ungkap Deviardi. Selanjutnya Deviardi bertemu di sebuah cafe dan diberikan uang US$ 22 ribu. Yang terakhir sebesar US$ 50 ribu di McDonalds Kemang. (oke/det)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.503.940 Since: 05.03.13 | 0.3358 sec