Internasional

Panglima TNI Pastikan Tim Jupiter Tampil Di Singapore Airshow

Monday, 10 Februari 2014 | View : 955

JAKARTA-SBN.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan Tim Jupiter yang berasal dari TNI AU tetap akan tampil dalam ajang dirgantara Singapura atau Singapore Airshow. “Tim Jupiter tetap ikuti (Singapore Airshow). Bagi Jupiter ya, peragaannya bukan hanya untuk masyarakat Singapura, tapi masyarakatnya internasional,” tutur Jenderal TNI Moeldoko.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memastikan tim akrobatik udara TNI Angkatan Udara, Jupiter Aerobatic Team (JAT), akan tetap tampil di ajang Singapore Airshow.

Jenderal TNI Moeldoko memastikan pembatalan pertemuan dialog pertahanan oleh Kementerian Pertahanan Singapura tak memengaruhi penampilan tim Jupiter di ajang tersebut.

Jenderal TNI Moeldoko menjelaskan, dirinya baru saja mendapat informasi bahwa tim Jupiter TNI tetap dicantumkan dalam acara Singapore Airshow. Menurut Jenderal TNI Moeldoko, pihaknya berencana menarik Tim Jupiter. “Tetapi kalau tidak dikasih jadwal kan untuk ada di sana, akan kita tarik. Tapi saya cek barusan ada, diberi jadwal,” tegasnya.

Dengan begitu, ia merasa tak menemukan alasan untuk menarik pasukannya agar batal tampil di ajang kedirgantaraan Singapura, meski hubungan antara Indonesia dan Singapura sedang sedikit memanas. "Jadwalnya ada, sehingga dia (Jupiter) tetap ikuti. Bagi Jupiter, peragaan ini bukan untuk masyarakat Singapura, tapi untuk masyarakat internasional," tukas Jenderal TNI Moeldoko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, delapan pesawat tim Jupiter TNI AU telah tiba di Singapura sejak dua hari lalu untuk berlatih. Jenderal TNI Moeldoko menyatakan Tim Jupiter sudah dua hari berada di Singapura untuk berlatih. “Pembukaan (Singapore Airshow). Ada delapan pesawat ke sana,” tandasnya.

Sesuai jadwal, enam pesawat tim Jupiter akan tampil secara resmi di pembukaan Singapore Airshow, Selasa (11/2/2014).

Seperti dikabarkan sebelumnya, Jenderal TNI Moeldoko mengaku siap menarik tim Jupiter TNI dari Singapura bila tak dicantumkan dalam jadwal acara Singapore Airshow. "Kalau tidak dikasih jadwal kan ngapain ada di sana. Akan kita tarik. Tapi saya cek barusan ada diberi jadwal," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Kementerian Pertahanan Singapura membatalkan pertemuan dialog pertahanan dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang sedianya akan digelar di Singapura bersamaan dengan acara kedirgantaraan, Singapore Airshow, 11-16 Februari 2014.

Panglima TNI juga menerima pembatalan perihal undangan delegasi Indonesia ke Singapore Airshow yang jumlahnya mencapai 100 orang.

Karena Singapura membatalkan dialog bilateral itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Minggu (9/2/2014) pagi, mendadak membatalkan kunjungannya ke Singapura yang semula direncanakan dimulai hari Minggu (9/2/2014) kemarin hingga Rabu (12/2/2014).

Kementerian Pertahanan Singapura menolak untuk berkomentar terkait pembatalan pertemuan dialog antara militernya dan Indonesia. Pembatalan itu dilakukan pasca-protes dari Pemerintah Singapura terkait rencana penamaan "KRI Usman Harun" pada salah satu unit kapal TNI Angkatan Laut. TNI AL tetap teguh akan memakai nama KRI Usman Harun untuk salah satu fregat ringan yang tengah dipesan dari Inggris. Bagi TNI AL, keputusan itu final. Pengabdian Sersan Usman dan Kopral Harun tak akan dilupakan TNI AL dan seluruh bangsa Indonesia. Dua prajurit KKO ini digantung pemerintah Singapura saat konfrontasi Dwikora tahun 1968.

Usman Harun merupakan dua Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden No.050/TK/1968. Usman bin Said dan Harun bin Muhammad Ali adalah prajurit KKO (kini Korps Marinir TNI AL) yang dihukum mati Singapura karena mengebom gedung perkantoran di kawasan Orchard, MacDonald House, pada 10 Maret 1965 yang menewaskan tiga orang dan melukai 33 orang.

Setelah menyelesaikan misinya, Usman dan Harun berusaha keluar Singapura. Mereka berusaha menumpang kapal-kapal dagang yang hendak meninggalkan Singapura namun tidak berhasil. Pemerintah Singapura telah mengerahkan seluruh armadanya untuk memblokir Selat Malaka. Hampir tidak ada kesempatan untuk kabur.

Usman dan Harun kemudian mengambil alih sebuah kapal motor. Malang, di tengah laut kapal ini mogok. Mereka pun tidak bisa lari dan ditangkap patroli Singapura.

Keduanya dijebloskan ke penjara. Hakim mengganjar mereka dengan hukuman gantung atas kasus pembunuhan, penggunaan bahan peledak dan melakukan tindakan terorisme.

Pemerintah Indonesia mencoba banding dan mengupayakan semua bantuan hukum dan diplomasi. Gagal, semuanya ditolak Singapura.

Suatu pagi, selepas subuh tanggal 17 Oktober 1968, keduanya dikeluarkan dari sel mereka. Dengan tangan terborgol dua prajurit ini dibawa ke tiang gantungan. Tepat pukul 06.00 waktu setempat, keduanya tewas di tiang gantungan. Dua marinir, yakni Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said, akhirnya dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968. (jos/mer/tem/kom)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.609.029 Since: 05.03.13 | 0.1366 sec