Hukum

Kasus Pembunuhan Sadis Sisca Yofie, Istri Terdakwa Diperiksa

Monday, 10 Februari 2014 | View : 1558

BANDUNG-SBN.

Senin (10/2/2014), di Ruang Sidang VI Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Jawa Barat memeriksa Sarah, istri terdakwa Wawan alias Awing, 39 tahun, dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan sadis Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam dengan dua tersangka yaitu Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Epul (24).

Kesaksian dari istri Wawan ini cukup dinanti di persidangan karena tim JPU sudah tiga kali memanggilnya. Sebelumnya, Sarah selalu mangkir. Baru di persidangan, Senin (10/2/2014) ini, saksi Sarah bisa memenuhi panggilan JPU untuk memberikan kesaksian di persidangan Franceisca Yofie.

Menolak bersaksi untuk suaminya, wanita berjilbab berusia 40 tahun ini diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Ade Ismayadi, keponakannya.

Kepada sidang pimpinan Hakim Parulian Lumban Toruan, Sarah mengaku, dia mengaku bertemu Wawan sekitar pukul 17.00 WIB sebelum peristiwa pembunuhan Sisca Yofie terjadi pada 5 Agustus 2013.

Di kamar mereka di rumah Jalan Sukagalih, Wawan pamitan mau membeli cat untuk usaha airbrush miliknya. Wawan saat itu membawa sebuah tas namun ia tak tahu pasti isinya apa saja, termasuk apakah ada golok.

Sarah juga mengaku belum melihat Ade saat suaminya pamitan. "Saya waktu itu diam saja di kamar nggak lihat suami saya di luar rumah, jadi saya nggak tahu dia pergi ke arah mana. Tapi kalau bepergian biasa pakai motor Ade," tutur dia kepada sidang, Senin (10/2/2014).

Berjam-jam tak melihat Wawan, baru sekitar pukul 20.00 WIB, di dalam kamar, Sarah menerima telepon dari suaminya.

Wawan meminta Sarah datang saat itu juga ke pintu tol Padalarang besama Ade. "Waktu menelepon suara Wawan biasa saja. Saya tanya ada apa? Dia (Wawan) cuma bilang ke sini (ke Padalarang) saja," aku Sarah.

Malam itu, Sarah tak tahu Ade pulang ke rumah jam berapa. Cuma saat dia panggil, datang mendekat ke kamar dia. "Saya panggil Ade. Terus bareng naik taksi ke Padalarang. Selama perjalanan Ade cuma bilang nggak tahu kenapa Wawan memanggil ke Padalarang. Ade nggak dikontak Wawan," kata dia.

Setiba di Padalarang, taksi berhenti di tepi jalan dekat akses ke pintu tol. Tak jauh, Sarah melihat Wawan menunggu dekat motor Suzuki Satria milik Ade. Ade turun lebih dulu dari mobil. Sarah menyusul setelah membayar ongkos taksi. Ia melihat Wawan tengah jongkok di bagian belakang motor.

"(Wawan) Jongkok sambil membersihkan rante dan gir motor. Ada rambut di gear motor agak pirang. Saya tanya rambut siapa? Dia (Wawan) bilang rambut perempuan yang terseret motor," aku Sarah.

Penasaran, ia tanyakan lagi alasan bertemu Wawan di Padalarang. “Tapi dia marah bilang, "Jangan banyak omong berisik," tutur dia.

Selang sejenak, Wawan dan Ade nampak saling berbisik.

Lalu Wawan, sambung Sarah, memberikan duit Rp 100 ribu kepada Ade untuk ongkos pulang ke Sukagalih. "Saya lalu ikut naik motor sama dia (Wawan) sekitar pukul 9 malam ke Cianjur ke rumah Rido (saksi lain), teman yang sudah dianggap keluarga sendiri," aku dia.

Dari Cianjur perjalanan diteruskan ke Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Di Cililin mereka tinggal di sebuah rumah kos. Mereka pun ber-Lebaran di Cililin tanpa sempat bersilaturahmi ke rumah orang tua Wawan di Sukagalih.

Saat dalam pelarian itulah, di sela perjalanan, Wawan mengaku kepada Sarah bahwa dia baru menjambret seorang perempuan.

Namun terdakwa tak menjelaskan bagaimana nasib si korban. "Hari Kamis (8 Agustus), Ade kirim SMS ke Wawan melalui handphone Esia saya. Isinya, ada kejadian di Cipedes (Jalan Cipedes Tengah), korbannya meninggal dunia," aku Sarah. Namun ia tak berani banyak tanya kepada Wawan karena takut dimarahi.

Di Cililin, Sarah juga sempat melihat Wawan membawa telepon genggam warna putih. Sarah tak tahu merek telepon tersebut. "Saya tanya hape siapa? Kata dia (Wawan), hape orang. Hape kemudian dibuang di sungai besar di Cililin. Sambil membuang, dia bilang, "Gara-gara ini saya sial! "Di jembatan (di Cililin), dia juga buang beberapa kartu seperti kartu ATM. Dilemparin," beber dia.

Selain itu, menurut Sarah, pada hari Minggu (11/8/2013), Wawan sempat hendak menjual sepeda motor milik Ade yang mereka gunakan selama buron. Namun niat ini tak kesampaian lantaran pada hari itu mereka tertangkap polisi. "Kami ditangkap (polisi) di daerah Citiis, sudah jauh dari Cililin," aku Sarah.

Kepada Majelis Hakim, Sarah juga mengatakan bahwa motor yang digunakan Wawan membawa dia selama pelarian adalah Suzuki Satria milik Ade Ismayadi, keponakan mereka.

Seperti didakwakan Jaksa Penuntut, motor Ade inilah yang digunakan Wawan dan Ade saat menjambret dan menyeret tubuh Sisca Yofie hingga sejauh sekitar 800 meter dari lokasi penjambretan, Jalan Setra Indah Utara.

Sarah, istri dari terdakwa Wawan alias Awing, 39 tahun, yang diduga membunuh Branch Manager PT. Verena Multi Finance, Franceisca Yofie, menyatakan melihat adanya rambut berwarna pirang yang terlilit/tersangkut gir sepeda motor milik terdakwa Ade. "Ada rambut di gir motor, banyak. Pirang-pirang (warna rambut tersebut)," kata Sarah, saat menjadi saksi pada persidangan lanjutan pembunuhan Franceisca Yofie, di Ruang Sidang VI Pengadilan Negeri Bandung, Senin (10/2/2014).

Mendengar kesaksian Sarah tersebut, salah seorang anggota majelis hakim bertanya mengapa saksi tidak merasa curiga dengan adanya rambut yang terlilit di gir sepeda motor tersebut. "Saya sempat bertanya lagi ke suami saya, rambut siapa itu. Tapi dia malah marah-marah ke saya. Dia jawab, jangan banyak omong lah, berisik kamu," ujar Sarah.

Sarah mengenakan pakaian serta kerudung berwarna hitam di ruangan sidang. Dia menuturkan, dalam kesehariannya Wawan memang dikenal dengan sifat pemarah. "Saya suka malas bertanya ke dia karena kalau saya bertanya, dia suka marah," katanya.

Majelis hakim juga sempat bertanya kepada Sarah apakah dirinya melihat ada bercak darah di sepeda motor yang digunakan oleh Wawan dan Ade untuk menghabisi nyawa Franceisca Yofie. "Kalau darah, saya enggak lihat, Pak," kata Sarah.

Seperti diberitakan, keluarga Franceisca Yofie mendatangi Kejaksaan Negeri Bandung, Jumat (8/11/2013). Mereka sengaja menghadiri proses pelimpahan dua tersangka pembunuh Sisca Yofie, yakni Wawan dan Ade, dari polisi kepada Jaksa di kantor Kejaksaan Negeri Bandung.

Elfie, kakak Sisca Yofie, dan suaminya, Andy, sempat menyatroni sel tempat tersangka Wawan. Elfie sempat "menyemprot" Wawan. "Yang jujur, bertanggung jawab. Mata Tuhan melihat," ujar dia dengan nada tinggi kepada tersangka.

Tersangka Wawan hanya berdiri mematung tanpa ekspresi. Kepada wartawan, Elfie mengaku sengaja datang lantaran penasaran ingin melihat tampang pembunuh adik bungsunya itu.

Menurut dia, penanganan kasus penjembretan dan pembunuhan Sisca Yofie menyisakan keganjilan karena sesuatu yang coba disembunyikan. "Saya tetap enggak percaya kasus ini cuma penjambretan," kata dia.

Sebelum mendatangi Wawan, Elfie dan Andy juga sempat menemui Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bandung Irfan Wibowo. Mereka menitipkan harapan yang besar sekalipun sang jaksa sebelumnya mengakui keterangan para tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan Sisca Yofie tetap berpotensi memicu polemik.

Irfan Wibowo menunjuk soal terseretnya tubuh korban dan raibnya salah satu telepon genggam milik korban. "Tapi daripada tak selesai-selesai (di tahap pemberkasan), lebih baik kami serahkan soal (yang memicu) polemik itu ke (pemeriksaan) pengadilan," terang Irfan Wibowo. (tem)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.727 Since: 05.03.13 | 0.1799 sec