Hukum

Menko Perekonomian Akan Tuntut Orang Yang Sebut Namanya

Wednesday, 03 Juli 2013 | View : 1019

JAKARTA-SBN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), H.R. berang namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013. 

H.R. pun akan menuntut yang menyebut namanya terlibat dalam kasus tersebut. “Saya akan tuntut sampai ke ujung dunia kalau ada orang mengatakan saya terlibat (suap impor daging sapi),” tukas H.R. berapi-api di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

“Menko membahas ketersediaan daging sapi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian adalah suatu yang biasa. Itu menurut saya untuk mengetahui stok ketersediaan daging sapi itu sendiri,” tutur besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. “Itu dibahas di Kemenko tidak masalah,” pungkasnya.

H.R. pun menegaskan bahwa agar yang diperiksa dalam kasus suap daging impor tersebut adalah dia yang melakukan korupsi. “Yang harus diperiksa itu yang korupsi,” tandas H.R.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Umum (HRD dan General Affair) PT. Indoguna Utama, Juard Effendi dalam nota pembelaannya (pledoi) mengungkapkan cara-cara Elda Devianne Adiningrat alias Bunda meyakinkan atasannya, Direktur Utama PT. Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman untuk mengajukan penambahan kuota impor daging sapi di Kementan.

“Elda Devianne Adiningrat kerap meyakinkan Maria Elisabeth Liman untuk memakai bantuannya dalam pengurusan itu,” ujar Juard Effendi. “Bahkan untuk memuluskan rencananya,  Elda Devianne Adiningrat nekat menjual nama Menteri Koordinator Perekonomian dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, H.R.,” terang Juard Effendi.

“Saya mendengar hal itu dari anak buah Elda Devianne Adiningrat, Jerry Roger Kumontoy,” ungkap Juard Effendi. “Elda Devianne Adiningrat mengutus Jerry Roger Kumontoy guna menyampaikan supaya PT. Indoguna Utama mengajukan penambahan kuota impor daging sebesar delapan ribu ton,” tambah Juard Effendi.

“Jerry Roger Kumontoy diminta Elda Devianne Adiningrat agar menyampaikan kepada saya mengajukan penambahan kuota impor daging sapi sebanyak delapan ribu ton untuk tahun 2013,” lanjut Juard Effendi. “Jerry Roger Kumontoy mengatakan saat itu Uban (Hatta Rajasa) telah menyetujui tambahan kuota impor sebesar 20 ribu ton,” imbuh Juard Effendi saat membacakan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Diberitakan, pihak terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang berkaitan dengan pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013 dan tindak pidana pencucian uang, L.H.I. menilai dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum sangat bermuatan politis.

Kuasa hukum mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) L.H.I., Wirawan Adnan menilai muatan politis itu didasari kenapa hanya nama petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja yang tertera dan muncul dalam dakwaan. Sementara nama petinggi partai politik lain tidak dimunculkan. “Dalam berita acara ada tokoh-tokoh politik di situ, ada HR, ARB, SN, HB. Tapi dalam dakwaan justru yang muncul adalah tokoh-tokoh PKS,” cetus Wirawan Adnan di Jakarta, Kamis (27/6/2013). “Sejumlah nama tokoh politik itu tersebar di mana-mana. Yang diketahuinya, nama-nama tadi dari kesaksian pengusaha Yudi Setiawan, tersangka kasus dugaan korupsi Bank Jawa Barat atau BJB,” sambung Wirawan Adnan. “Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yudi Setiawan, nama-nama itu disebut. Di dalamnya menyoal aliran uang,” lanjut Wirawan Adnan. “Namun, kenapa Jaksa menggunakan kesaksian Yudi Setiawan tapi tidak turut memasukkan nama-nama politisi tadi dalam surat dakwaan LHI,” tukas Wirawan Adnan.

“Belum mengetahui betul apa kaitan sejumlah politisi di atas dalam BAP Yudi Setiawan,” aku Wirawan Adnan. "Saya baru menandai nama-nama tadi dengan stabilo saja. Bahkan, saya tidak tahu terkait kasus apa nama mereka disebut,” tandas Wirawan Adnan. (tri)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.270.720 Since: 05.03.13 | 0.2498 sec