Hukum

Menko Perekonomian Akan Tuntut Orang Yang Sebut Namanya

Wednesday, 03 Juli 2013 | View : 955

JAKARTA-SBN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), H.R. berang namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013. 

H.R. pun akan menuntut yang menyebut namanya terlibat dalam kasus tersebut. “Saya akan tuntut sampai ke ujung dunia kalau ada orang mengatakan saya terlibat (suap impor daging sapi),” tukas H.R. berapi-api di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

“Menko membahas ketersediaan daging sapi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian adalah suatu yang biasa. Itu menurut saya untuk mengetahui stok ketersediaan daging sapi itu sendiri,” tutur besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. “Itu dibahas di Kemenko tidak masalah,” pungkasnya.

H.R. pun menegaskan bahwa agar yang diperiksa dalam kasus suap daging impor tersebut adalah dia yang melakukan korupsi. “Yang harus diperiksa itu yang korupsi,” tandas H.R.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Umum (HRD dan General Affair) PT. Indoguna Utama, Juard Effendi dalam nota pembelaannya (pledoi) mengungkapkan cara-cara Elda Devianne Adiningrat alias Bunda meyakinkan atasannya, Direktur Utama PT. Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman untuk mengajukan penambahan kuota impor daging sapi di Kementan.

“Elda Devianne Adiningrat kerap meyakinkan Maria Elisabeth Liman untuk memakai bantuannya dalam pengurusan itu,” ujar Juard Effendi. “Bahkan untuk memuluskan rencananya,  Elda Devianne Adiningrat nekat menjual nama Menteri Koordinator Perekonomian dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, H.R.,” terang Juard Effendi.

“Saya mendengar hal itu dari anak buah Elda Devianne Adiningrat, Jerry Roger Kumontoy,” ungkap Juard Effendi. “Elda Devianne Adiningrat mengutus Jerry Roger Kumontoy guna menyampaikan supaya PT. Indoguna Utama mengajukan penambahan kuota impor daging sebesar delapan ribu ton,” tambah Juard Effendi.

“Jerry Roger Kumontoy diminta Elda Devianne Adiningrat agar menyampaikan kepada saya mengajukan penambahan kuota impor daging sapi sebanyak delapan ribu ton untuk tahun 2013,” lanjut Juard Effendi. “Jerry Roger Kumontoy mengatakan saat itu Uban (Hatta Rajasa) telah menyetujui tambahan kuota impor sebesar 20 ribu ton,” imbuh Juard Effendi saat membacakan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Diberitakan, pihak terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang berkaitan dengan pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013 dan tindak pidana pencucian uang, L.H.I. menilai dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum sangat bermuatan politis.

Kuasa hukum mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) L.H.I., Wirawan Adnan menilai muatan politis itu didasari kenapa hanya nama petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja yang tertera dan muncul dalam dakwaan. Sementara nama petinggi partai politik lain tidak dimunculkan. “Dalam berita acara ada tokoh-tokoh politik di situ, ada HR, ARB, SN, HB. Tapi dalam dakwaan justru yang muncul adalah tokoh-tokoh PKS,” cetus Wirawan Adnan di Jakarta, Kamis (27/6/2013). “Sejumlah nama tokoh politik itu tersebar di mana-mana. Yang diketahuinya, nama-nama tadi dari kesaksian pengusaha Yudi Setiawan, tersangka kasus dugaan korupsi Bank Jawa Barat atau BJB,” sambung Wirawan Adnan. “Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yudi Setiawan, nama-nama itu disebut. Di dalamnya menyoal aliran uang,” lanjut Wirawan Adnan. “Namun, kenapa Jaksa menggunakan kesaksian Yudi Setiawan tapi tidak turut memasukkan nama-nama politisi tadi dalam surat dakwaan LHI,” tukas Wirawan Adnan.

“Belum mengetahui betul apa kaitan sejumlah politisi di atas dalam BAP Yudi Setiawan,” aku Wirawan Adnan. "Saya baru menandai nama-nama tadi dengan stabilo saja. Bahkan, saya tidak tahu terkait kasus apa nama mereka disebut,” tandas Wirawan Adnan. (tri)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.493 Since: 05.03.13 | 0.1733 sec