Politik

PPP Yakin Koalisi Poros Tengah Bisa Terbentuk Pada Pemilu 2014

BANDUNG-SBN.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharama Ali yakin koaliasi poros tengah yang terjadi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 bisa kembali terbentuk pada Pemilu 2014.

"Saya punya keyakinan poros tengah di dalam membangun era perpolitikan nasional bisa terwujud," kata Suryadharma Ali pada Forum Diskusi Inilah Demokrasi “Peluang Capres Parpol Islam dalam Kandidat Pemilihan Presiden 2014” di Inilah Grha Pasim Bandung, Minggu (9/2/2014).

Ia merasa yakin karena komunikasi antara pimpinan parpol Islam yang ada di Indonesia saat ini berjalan baik. Menurut dia, alasan dirinya yakin bahwa koalisi poros tengah bisa terwujud ialah karena komunikasi antara pimpinan parpol Islam yang ada di Indonesia saat ini berjalan baik. "Karena dasarnya, hubungan kami antarketua umum sangat baik. Kedua, kami ketua umum partai Islam pada saat ini berada di kabinet, jadi sekurang-kurangnya satu kali seminggu bertemu," lanjutnya.

Ia mengakui, banyak tokoh yang menyebut partai politik Islam terlihat rendah dari segi elektabilitas dan popularitas. Dirinya mengakui banyak tokoh yang mengatakan bahwa partai politik Islam terlihat rendah dari segi elektabilitas dan popularitasnya. "Kalau ada yang mengatakan mengapa tidak ada komunikasi intensif antara pimpinan parpol Islam. Saya lagi-lagi mengatakan bahwa kalau yang namanya koalisi poros tengah, saya punya keyakinan bisa terwujud," ujarnya.

Ia mengatakan, sebenarnya koalisi poros tengah pada pemerintah saat ini juga sudah terbentuk, namun dirinya menyebutnya dengan nama koalisi poros tengah plus.

"Mengapa ada kata plusnya, karena di dalam kabinet SBY saat ini terdiri dari PPP, PKB, PKS, plus Partai Golkar dan Partai Demokrat," kata dia.

"Apakah patut jika partai Islam tenggelam dan tidak laku di tengah mayoritas rakyat dengan agama Islam? Apakah kita mau pemilu 2014 jadi kuburan massal bagi partai Islam? Maka tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali kerja keras, kerja cerdas, dan kerja iklhas," Demikian disampaikan Ketua umum DPP PPP Suryadharma Ali saat memberikan sambutan dalam acara Hari Jadi Ke-41 PPP di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu (5/1/2014) malam.

Menteri Agama tersebut mengimbau kepada semua kader partai untuk bersatu padu, berjuang bersama guna meningkatkan perolehan suara dalam pemilihan anggota legislatif mendatang.

Politisi yang akrab disapa SDA tersebut juga mengimbau segenap kader PPP untuk bersikap berani, tidak mudah putus asa, dan siap berjuang habis-habisan dalam meningkatkan perolehan suara partai dalam pemilihan umum mendatang. "Meskipun dalam keadaan terbatas, kita harus berani berkiprah, berjihad, dan mengabdi kepada bangsa. Tidak boleh ada kader yang rendah diri," imbau SDA kepada kader PPP.

Koalisi partai politik (parpol) berideologi Islam ini masih tersandung sejumlah penghalang pada pemilihan umum presiden 2014 nanti.

Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S. Bakry mengatakan wacana koalisi partai Islam bisa menjadi ijtihad agar partai Islam tidak terbenam. Sebab, beberapa persoalan yang dihadapi partai Islam belakangan ini membuat elektabilitas dan akseptabilitas partai Islam cenderung menurun.

Namun, dengan jumlah mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, peluang untuk merebut kembali suara pemilih Islam sangat besar.

Koalisi, lanjut Umar S. Bakry, secara realistis bisa mendongkrak elektabilitas partai Islam. sekaligus menjadi strategi mencari kekuasaan dalam pemilu 2014.  "Kalau berkoalisi, bargaining terhadap partai nasionalis akan menguat. Paling tidak dan paling realistis untuk jabatan wakil presiden," cetus Umar S. Bakry di Jakarta, Minggu (24/11/2013).

Meski begitu, Umar S. Bakry menyebutkan, memang masih banyak halangan dalam menyatukan partai berbasis Islam. Misalnya saja, tidak ada tokoh yang kuat sekaligus bisa diterima oleh semua partai sejak era Gus Dur dan Amien Rais. Kemudian, partai-partai Islam masih dihadapkan pada persoalan perbedaan aliran keagamaan. "Meski elite sudah cair, tapi di akar rumput masih terjadi perbedaan aliran yang kuat," bilang Umar S. Bakry.

Koalisi juga masih tersandung karena kepentingan partai Islam yang berbeda dan cenderung pragmatis. Partai Islam lebih suka berkoalisi dengan partai nasionalis yang jelas-jelas bisa memberikan partai politik (parpol) Islam bagian dari kekuasaan.

Karenanya, Umar S. Bakry menilai sangat penting untuk menyatukan kepentingan semua parpol Islam. Dengan koalisi, kepentingan pragmatis disatukan sehinggabisa dibagi antara sesama partai Islam. "Setidaknya partai Islam punya tokoh seperti Pak Mahfud MD yang bisa diterima semua kalangan dan aliran," tukasnya.

Peneliti dari Institute of Southeast Asian Studies Evi Nurvidya Arifin mengatakan partai yang mengusung azas agama tidak akan ‘laku’ pada Pemilu, karena pemilih partai yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Sejarah (pemilu sebelumnya) sudah membuktikan, kalau partai agama tidak laku dijual,” terang Evi Nurvidya Arifin di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Peneliti dari Institute of Southeast Asian Studies Evi Nurvidya Arifin menambahkan para pemilih sudah memiliki kedewasaan dalam memilih sehingga mereka tidak hanya memilih karena faktor agama. “Masyarakat lebih memilih siapa yang bisa membawa kesejahteraan,” lanjut dia.

Faktor ekonomi menjadi pertimbangan pertama masyarakat dalam memilih partai. Masyarakat, sambung Evi Nurvidya Arifin, melihat hal terpenting pada masa yang akan datang adalah kesejahteraan. “Oleh karena itu, di Jakarta ada pemimpin yang non Muslim,” tambah dia. Hal itu juga berlaku pada politikus yang mengusung agama untuk menarik pemilihnya.

Peneliti dari Institute of Southeast Asian Studies Evi Nurvidya Arifin mengharapkan para politikus untuk cerdas, dan tidak mengulang kesalahan pada masa lalu. “Jangan mengulang kesalahan masa lalu,” imbuhnya.

Sejumlah partai politik yang bertarung pada Pemilu 2014 berbasiskan agama yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Perolehan suara partai politik (parpol) berbasis agama pada Pemilu 2014 diprediksi semakin menurun bahkan terancam tidak dapat meloloskan calon anggota legislatifnya menjadi anggota DPR. Salah satu faktornya adalah minimnya program sosial yang diselenggarakan parpol itu.

Ketua Lembaga Penelitian Psikologi Universitas Indonesia (LPPsi-UI) Bagus Takwin memprediksi perolehan suara partai berbasis agama semakin menurun karena sedikitnya program sosial yang dilakukan. "Program sosial partai berbasis agama agak rendah. Itu korelasinya tinggi dalam perolehan suara. Bisa-bisa mereka terancam tidak masuk Parlemen," beber Ketua Lembaga Penelitian Psikologi Universitas Indonesia (LPPsi-UI) Bagus Takwin, dalam paparan media Paparan Hasil Survei Barometer Sosial di Kantor INFID, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2013).

Ketua Lembaga Penelitian Psikologi Universitas Indonesia (LPPsi-UI) Bagus Takwin menilai, parpol, terutama yang berbasis agama, tidak menganggap program sosial penting. Padahal sebaliknya, kata dia, bagi masyarakat, kebijakan program sosial dianggap penting dan bermanfaat bagi warga negara. Hal itu terungkap dari hasil survei LPPsi, International NGO Forum for Indonesia Development (INFID), Perkumpulan Prakarsa dan Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

Menurut Bagus Takwin, program sosial lebih mendorong keterpilihan partai daripada politik uang. "Kalau mau dipilih, bekerja. Itu (program sosial) lebih berpengaruh daripada politik uang," lanjutnya.

Selain itu, Bagus Takwin juga mengkritisi sedikitnya parpol yang mendorong kebijakan program sosial kepada pemerintah. "Mungkin memang program sosial bukan ranah parpol, tapi parpol lewat DPR juga cenderung tidak mendorong kebijakan program sosial kepada pemerintah," urai Bagus Takwin.

Survei itu juga menunjukkan, parpol yang berbasis agama justru jarang menyelenggarakan program sosial dibandingkan parpol nasional. "Partai berbasis agama agak rendah kuantitas program sosialnya. Mayoritas partai tidak melakukan program mensejahterakan rakyat," papar Bagus Takwin.

Pada survei itu, responden menilai Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agak tidak peduli terhadap program sosial. "Parpol lainnya hanya pada tataran agak peduli," jelasnya.

Ketua Lembaga Penelitian Psikologi Universitas Indonesia (LPPsi-UI) Bagus Takwin menjabarkan, hanya 17,7 persen dari 2.442 responden yang menyatakan PKB melakukan program sosial bagi masyarakat. Urutan dua terendah diduduki PPP, yaitu hanya 19,9 persen responden yang menyatakan PPP menyelenggarakan program tersebut. Menduduki peringkat lebih tinggi, PAN. Partai berlambang matahari itu dinilai oleh 21,4 persen responden menyelenggarakan program sosial. Adapun, PKS mendapat 26,5 persen suara responden dalam hal penyelenggaraan program sosial. Survei dilakukan terhadap 2.442 responden di 33 provinsi selama September hingga November 2013. Tingkat kesalahan penelitian sebesar 1,98 persen. (ant/kom)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.688.773 Since: 05.03.13 | 0.1768 sec