Politik

Yenny Wahid Tolak Jadi Capres PPP

Sunday, 09 Februari 2014 | View : 934

JAKARTA-SBN.

Putri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menolak dicalonkan sebagai calon presiden dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pemilik nama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh itu menyatakan tidak memikirkan pencapresan karena sedang berkonsentrasi dengan kelahiran anak ketiganya pekan depan. Namun, Yenny Wahid mengakui dukungan sejumlah DPW PPP dalam Mukernas PPP merupakan sebuah kehormatan. “Saya berterima kasih atas dukungan menjadi salah satu capres PPP, namun saya harus katakan menolak dukungan tersebut karena saya sedang berkonsentrasi dengan kehamilan anak ketiga saya,” tutur Yenny Wahid di Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Yenny Wahid menegaskan, sikap politiknya sudah dikonsultasikan dengan keluarga maupun jaringan Gus Durian. Saat ini, ia memilih tak terlibat aktif dalam politik dan memilih berkonsentrasi pada keluarga.

Pembahasan capres dalam Mukernas II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Bandung sempat memunculkan nama Zanuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid sebagai salah satu kandidat. Hal itu dibenarkan Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP, Ahmad Yani.

Dorongan itu datang dari beberapa DPW yang menginginkan putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dipertimbangkan PPP untuk diusung. Tapi Yenny Wahid menolak untuk diusung. "Mbak Yenny (alasannya) personal," beber Ahmad Yani, Minggu (9/2/2014) dini hari.

Disinggung soal adanya dukungan dari kelompok pecinta Gus Dur pada Yenny Wahid, hal itu sangat dihargai. "Secara personal dia (Yenny) memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya. Tapi alasannya sangat personal, kita hargai," ungkapnya.

Sementara selain Yenny Wahid, ada nama lain yang sempat mencuat dalam pembahasan tapi berakhir batal yaitu Jenderal TNI Moeldoko. Meski diusulkan beberapa DPW, nama Moeldoko akhirnya tersingkir untuk dipertimbangkan sebagai capres.

Berbeda dengan Yenny Wahid yang menolak diusung, Moeldoko justru dibatalkan untuk diusulkan dalam pembahasan. Alasannya PPP tidak ingin membawa Moeldoko yang saat ini masih menjabat Panglima TNI untuk masuk dalam politik praktis.

Pada masa awal reformasi, sambung Ahmad Yani, PPP adalah salah satu pihak yang menginginkan agar TNI tidak masuk politik praktis. Jika Moeldoko diusulkan untuk dibahas, itu sama dengan mengingkari perjuangan PPP dulu. "Oleh karena itu, kita tidak ingin menyeret TNI masuk (pada politik praktis)," tegasnya.

Dalam pembahasan capres, Ahmad Yani menyebut ada tujuh nama yang diusulkan untuk dibahas sebagai kandidat capres. Mereka masing-masing Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsuddin, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua KPK Abraham Samad, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Ihsan Noor, dan tentu saja Suryadharma Ali. "Tujuh nama ini yang dicoba masuk dalam radar pantauannya PPP," ucapnya.

Disinggung soal nama Khofifah Indar Parawansa, ia tidak memberi jawaban pasti. "Khofifah kayaknya masuk," tandas Ahmad Yani.

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP berlangsung di Bandung sejak 7-9 Februari 2014. Nama Yenny Wahid diusulkan bersama delapan capres lainnya. Kesembilan capres PPP tersebut adalah Suryadharma Ali, Jusuf Kalla, Joko Widodo, Din Syamsuddin, Abraham Samad, Khofifah Indar Parawansa, Yenny Wahid, Moeldoko, dan Isran Noor.

Pendeklarasian Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali sebagai bakal calon Presiden akhirnya batal dilakukan.

Pembatalan ini diputuskan setelah peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP sepakat mengusulkan sembilan nama bakal capres ke forum partai setelah pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg).

Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Partai Persatuan Pembangunan hari terakhir mengagendakan deklarasi Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali sebagai calon presiden tunggal. Namun, 26 DPW beserta Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan Partai dan Mahkamah Partai menolak pendeklarasian tersebut. Mukernas akhirnya hanya memutuskan Suryadharma Ali sebagai bakal capres internal PPP dan enam nama lainnya sebagai capres eksternal.

Ketua DPP PPP mengatakan, pembatalan deklarasi capres PPP adalah hasil Mukernas. Mukernas mengamanatkan deklarasi setelah pileg, karena perolehan suara PPP belum bisa terekam. "Iya, tidak jadi deklarasi tapi pengusulan sembilan nama bakal capres," ujar Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani di sela-sela acara Mukernas II PPP, Minggu (9/2/2014).

Keputusan didapat pada rapat pleno terakhir Mukernas II PPP yang selesai pada dini hari. Di dalam rapat itu juga, lanjut Yani, diputuskan bahwa sembilan nama bakal capres yang diusulkan akan diputuskan pada forum rapat pimpinan nasional (rapimnas) PPP yang dilaksanakan setelah pemilihan legislatif (pileg).

"Keputusannya setelah Pileg, karena PPP bisa malu kalau menetapkan capres sekarang, tapi suara partai kurang untuk presidential treshold (syarat mengajukan pasangan capres dan cawapres)," imbuh Ahmad Yani.

Berdasarkan undangan yang diterima peserta Mukernas II PPP disebutkan bahwa puncak acara Mukernas akan dilakukan pada Minggu (9/2/2014) siang di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung.

Puncak acara berisikan peringatan hari lahir PPP ke-41 dan deklarasi calon Presiden RI 2014-2019.

Lantaran batal deklarasi, maka agenda pada puncak perayaan itu hanya akan membacakan hasil rekomendasi Mukernas.

Sebelum Mukernas II PPP, nama Suryadharma Ali santer disebut sebagai bakal capres terkuat. Suryadharma bahkan sempat didukung oleh 20 Dewan Pimpinan Wilayah PPP.

Namun, pada pelaksanaan Mukernas II PPP ini, sebanyak 26 DPW meminta agar tidak ada pendeklarasian capres tunggal. Mereka mengusulkan sejumlah nama sebagai bakal capres.

Setidaknya hingga hari kedua pelaksanaan Mukernas, ada tujuh tokoh eksternal yang diajukan sebagai bakal capres PPP. Mereka adalah Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Bupati Kutai Timur Isran Noor, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddique, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua KPK Abraham Samad.

Saat ditanyakan soal pembatalan deklarasinya ini, Suryadharma Ali hanya sempat menjawab singkat.

"Hasilnya dibacakan besok, sekarang sedang diperhalus. Mukernas ini kan forum tertinggi kedua," ujar Suryadharma Ali.

Namun, ucapan Suryadharma Ali ini pun langsung terpotong saat Ketua Pengarah Mukernas Lukman Hakim Syaifuddin keluar dari arena Mukernas.

"Ini nih ada yang lebih kompeten, Ketua Pengarah," ucap Suryadharma Ali sambil menunjuk ke arah Lukman Hakim Syaifuddin. Setelah itu, Suryadharma Ali pun meninggalkan lokasi acara dengan dalih ingin berisitirahat.

Enam tokoh eksternal yang diusung PPP, yakni Jusuf Kalla, Joko Widodo, Din Syamsuddin, Isran Noor, Jimly Asshiddiqie dan Khofifah Indar Parawansa adalah nama-nama yang diyakini mampu mendongkrak perolehan suara partai berlambang Kaaba atau Ka’bah itu. (met/oke/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.664.549 Since: 05.03.13 | 0.1785 sec