Hukum

Kalapas Kerobokan Belum Terima Surat Pembebasan Bersyarat Schapelle Corby

DENPASAR-SBN.

Pemerintah Indonesia sudah memberikan pembebasan bersyarat pada Ratu Mariyuana asal Australia Schapelle Leigh Corby.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kerobokan Denpasar, Farid Junaedi belum menerima surat pembebasan bersyarat tersebut. "Surat (pembebasan bersyarat) belum ada," ujar Kalapas Kerobokan Farid Junaedi kepada wartawan, Sabtu (8/2/2014).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Denpasar Farid Djunaedi, yang ditemui wartawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat pembebasan bersyarat yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM. "Saya masih belum tahu kapan akan dibebaskan karena surat pembebasan bersyarat masih belum saya terima, dan menurut saya masih diproses di sana," ungkapnya.

Pembebasan Schapelle Leigh Corby akan dilakukan setelah Farid Junaedi menerima surat pembasan bersyarat tersebut.

Schapelle Leigh Corby ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali karena kedapatan membawa 4,1 kg ganja dalam tasnya yang terbang dari Brisbane dan transit di Sydney, Australia pada Oktober 2004 lalu.

Schapelle Leigh Corby, warga negara Australia yang divonis 20 tahun penjara pada 2005 karena membawa 4,1 kilogram mariyuana ke Indonesia, saat ini dipenjara di Kerobokan, Bali.

PN Denpasar memvonis Schapelle Leigh Corby hukuman 20 tahun penjara pada Mei 2005, kemudian dikurangi 15 tahun dalam pengadilan banding pada Oktober 2005. Kemudian ketika kasasi, MA mengembalikan hukuman 20 tahun penjara pada 12 Januari 2006.

Pada tahun 2010, Schapelle Leigh Corby meminta keringanan hukuman dengan mencantumkan alasan gangguan mental.

Tahun 2012, pemerintah Indonesia telah mengurangi hukuman Schapelle Leigh Corby lima tahun.

Pada hari Rabu (5/2/2014), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Amir Syamsuddin mengatakan dokumen  pembebasan Schapelle Leigh Corby akan ditandatangani sebelum hari Jumat (7/2/2014).

Jika bebas, maka ia kemungkinan baru bisa menghirup udara bebas pekan depan karena ada prosedur birokratik yang harus diikuti. Schapelle Leigh Corby, 35, harus menetap di Bali dan tidak bisa kembali ke Australia hingga 2017.

Pada Jumat (7/2/2014) kemarin, Menkum HAM Amir Syamsuddin mengumumkan secara resmi pembebasan bersyarat Schapelle Leigh Corby. Menghirup kebebasan bukan berarti Schapelle Leigh Corby dapat keluar Indonesia. Schapelle Leigh Corby harus tetap di Indonesia sampai 2017 dan harus 3 kali melapor.

Schapelle Leigh Corby dilaporkan rencananya akan tinggal di Bali bersama dengan saudara perempuannya, kakaknya Mercedes yang tinggal di Bali setelah bebas.

Sementara itu, kantor berita AFP melaporkan sejumlah televisi dan surat kabar Australia berlomba untuk mendapatkan wawancara ekslusif dengan Schapelle Leigh Corby pasca dibebaskan. Bayaran yang ditawarkan dikabarkan berkisar antara AUS$ 1 juta atau setara dengan Rp 10,7 miliar hingga AUS$ 3 juta. (afp)

See Also

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.859 Since: 05.03.13 | 0.1956 sec