Internasional

Panglima TNI: Penamaan KRI Usman Harun Urusan Internal RI

Friday, 07 Februari 2014 | View : 774

JAKARTA-SBN.

Reaksi pemerintah Singapura terhadap penamaan KRI Usman Harun ditanggapi dingin oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Bagi mantan Kasad ini, pemberian nama baru bagi kapal perang milik TNI AL merupakan urusan internal, tak ada hubungannya dengan sejarah Singapura. "Itu urusan internal kita. Tujuannya bukan untuk membangkitkan emosi. Masalah di sana enggak ada hubungannya," tegas Jenderal TNI Moeldoko di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Jenderal TNI Moeldoko menambahkan, TNI AL memiliki tradisi sendiri dalam menamai kapal perangnya dengan nama pahlawan nasional. Tidak ada urusan politik dalam mengeluarkan keputusan tersebut. "Tradisi yang dikembangkan di AL, menamakan kapal dengan nama pahlawan nasional. Enggak ada tujuan lain," lanjutnya.

Pemerintah Singapura memprotes penyematan nama Sersan Usman Haji Mohamad Ali dan Kopral Harun Said pada tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) baru milik TNI AL. Protes pun dilayangkan Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Penolakan itu bukan tanpa alasan, masyarakat Singapura menganggap keduanya adalah pelaku kejahatan. Sebab, dua marinir asal Indonesia ini melakukan pengeboman terhadap sebuah bank bernama McDonald's House yang menewaskan tiga orang dan melukai 22 warganya.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku belum menerima surat keberatan dari pemerintah Singapura soal penamaan KRI Usman Harun. Meski demikian, Marty Natalegawa mengaku sudah mendengar dan mencatat keprihatinan negara tersebut ke dalam dokumen milik Kementerian Luar Negeri. "Enggak ada (kiriman surat). Mereka memang menyampaikan keprihatinan, kita semata mencatat saja keprihatinan mereka. Penamaan kapal perang itu kan melalui suatu proses, dan itu wewenang kita. Kita sudah menyampaikan kepada mereka. Masalahnya sudah selesai," tegas Marty Natalegawa di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Marty Natalegawa menjelaskan, disematkannya nama Usman Harun pada kapal perang milik TNI AL sudah melalui prosedur dalam internal TNI AL. Sehingga, tidak ada pelanggaran ataupun kesalahan yang dilakukan Indonesia. "Penamaan kapal perang kita itu sudah sesuai prosedur, sesuai ketentuan dan pola yang sudah ditetapkan," tandasnya.

Menlu Marty Natalegawa memastikan, kontroversi KRI Usman Harun tak akan mengganggu hubungan kedua negara. "Mereka sudah mengetahui bahwa ini sesuatu yang sudah kita putuskan," pungkasnya. (tri/mer)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.611.282 Since: 05.03.13 | 0.1443 sec