Internasional

Menkopolhukam Pastikan Tak Akan Ubah Nama KRI Usman Harun

Friday, 07 Februari 2014 | View : 1719

JAKARTA-SBN.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto memastikan tak akan mengubah nama KRI Usman Harun. Sebab, penamaan kapal perang milik TNI AL tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur dan beberapa penilaian. “Pemerintah Indonesia memiliki tatanan, aturan, prosedure dan kriteria penilaian sendiri untuk menentukan seseorang mendapat kehormatan sebagai pahlawan. Dan itu tidak boleh ada intervensi dari negara lain," kata Djoko Suyanto dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Tentu, lanjut Djoko Suyanto, penyematan nama Usman Harun tak lepas dari bobot pengabdian dan pengorbanan keduanya hingga mendapat gelar pahlawan.

Jika kemudian ada persepsi berbeda atas kebijakan tersebut, Djoko Suyanto memastikan tak akan ada yang berubah meski ada protes dari negara tetangga. "Bahwa ada persepsi yang berbeda terhadap policy pemerintah RI oleh negara lain (Singapura) tidak boleh menjadikan kita surut dan gamang untuk tetap melanjutkan policy itu dan memberlakukannya," tandasnya.

Menkopolhukam Djoko Suyanto merasa heran dengan sikap pemerintah Singapura saat ini, sebab PM Lee Kuan Yew pernah menaburkan bunga makam Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada 1973 lalu. Dengan demikian, isu mengenai peledakan di McDonald's House tersebut harusnya tidak lagi dipermasalahkan.

"Saya sudah jelaskan kepada Wakil PM Theo Chee Hean tentang posisi dan argumentasi tersebut. Pemerintah Indonesia dalam hal ini TNI AL punya otoritas dan pertimbangan yang matang untuk memberikan penghormatan kepada pahlawannya untuk diabadikan di sejumlah kapal perang RI, seperti halnya nama-nama pahlawan yang lain," pungkasnya.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto menyebut Usman Haji Mohamad Ali alias Usman Janatin dan Harun Said merupakan pejuang bangsa sehingga namanya layak diabadikan sebagai nama salah satu KRI, yakni Usman Harun. Bahkan di Purbalingga, nama Usman Janatin diabadikan sebagai nama Taman Kota yang menempati lahan eks Pasar Purbalingga. "Bagi bangsa Indonesia, Usman dan Harun merupakan pahlawan. Ini juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Purbalingga karena nama Usman Janatin diabadikan sebagai nama sebuah kapal perang," katanya, di Purbalingga, Jumat (7/2/2014).

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berterima kasih kepada pimpinan TNI Angkatan Laut yang telah mengabadikan dua nama pahlawan tersebut dalam KRI Usman Harun.

Disinggung mengenai protes keberatan pemerintah Singapura terhadap penamaan KRI Usman Harun, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mencampuri permasalahan tersebut karena bagi bangsa Indonesia, Usman dan Harun merupakan pahlawan atau pejuang bangsa. "Sebagai warga Purbalingga, kita sangat bangga karena pahlawan kita diabadikan sebagai nama salah satu kapal perang," kata Bupati menegaskan.

Seperti diketahui, pemerintah Singapura memprotes TNI AL karena berniat menamai salah satu KRI dengan nama Usman Harun.

Penamaan kapal itu diambil dari nama dua pahlawan nasional Indonesia (pahlawan Dwikora), yaitu Usman Haji Mohamad Ali alias Usman Janatin dan Harun Said.

Usman yang dilahirkan di Dusun Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, bersama Harun merupakan prajurit Korps Komando Operasi (sekarang Marinir).

Kedua prajurit tersebut gugur dengan cara digantung di Singapura pada tanggal 17 Oktober 1968, saat terjadinya konfrontasi Indonesia dengan Malaysia (pada waktu itu Singapura masih masuk wilayah Malaysia).

Dalam hal ini, Usman dan Harun dituduh mengebom MacDonald House, Orchard Road, Singapura, pada tanggal 10 Maret 1965, sehingga menewaskan tiga orang dan melukai 33 orang. (tri/mer)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.250 Since: 05.03.13 | 0.2121 sec