Hukum

KPK Sita Uang Rp 2 M Dari Kantor PPBMN

Friday, 07 Februari 2014 | View : 707

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah Kantor Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN), di Cikini, Jakarta Pusat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi siang menyita uang senilai Rp 2 miliar dari penggeledahan di kantor Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) di Jalan Pegangsaan I Cikini, Jakarta Pusat. Uang sebesar Rp 2 miliar tersebut disita penyidik KPK dari Gedung Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN), di Jalan Pegangsaan I Cikini, Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. menjelaskan, dalam penggeledahan itu di Kantor Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) atau Gedung Aset Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan Pegangsaan I Cikini, Menteng, Jakarta, penyidik KPK menyita uang sebanyak Rp 2 miliar yang terbungkus dalam amplop. Namun, KPK belum menyimpulkan apakah uang termasuk hasil tindak pidana korupsi. “Ada beberapa amplop, setelah dibuka berisi uang sekitar Rp 2 miliar dalam bentuk rupiah,” tukas Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2014).

Penggeledahan tersebut dilakukan dalam penyidikan kasus di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan tersangka Sekretaris Jenderal (Sekjen) ESDM, Waryono Karyo. Dia disangka menerima gratifikasi. Penyitaan ini terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tersangka mantan Sekjen ESDM Waryono Karno.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, penggeledahan tersebut masih berkaitan dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tersangka mantan Sekjen ESDM Waryono Karno.

Menurut Johan Budi SP., jumlah nominal tersebut belum secara keseluruhan. Sebab, masih dimungkinkan bertambah atau berkurang. “Nanti, jumlah pastinya setelah dihitung dan saya bertemu penyidik,” imbuhnya.

Meski demikian, Johan Budi SP. mengaku belum tahu keterkaitan antara uang tersebut dengan kasus yang menjerat Waryono Karno.

Lebih lanjut, Johan Budi SP. mengatakan, selain uang, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik berupa harddisk dan flashdisk dalam penggeledahan tersebut. Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, menyatakan uang tersebut disita bersama sejumlah dokumen dan barang elektronik berupa harddisk dan flashdisk. "Penyidik melakukan penyitaan sejumlah dokumen, barang elektronik berupa hardisk dan flashdisk. Di sana ditemukan beberapa amplop Rp 2 miliar," beber Johan Budi SP. di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2014).

Menurut Johan Budi SP., penggeledahan dilakukan pada pukul 11.00 WIB dan selesai pukul 17.00 WIB. "Sejak pukul 11.00 WIB, penyidik melakukan penggeledahan lanjutan di Kantor PPBMN dan sudah selesai," ujar Johan Budi SP. menambahkan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2014).

Juru Bicara KPK Johan Budi SP. mengatakan, dari penggeledahan pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB di Kantor PPBMN selain menyita dokumen KPK juga mendapat beberapa amplop berisi uang dalam mata uang rupiah.

Uang ditemukan di beberapa ruang pertama di ruang rapat, mobil Toyota Kijang Innova milik Sri Utami, ruang rapat umum kantor PPBMN, ruang Kabid. Ruangan-ruangan itu berada di lantai 6. Uang sebanyak Rp 2 miliar tersebut beberapa disita dari ruang kerja Bendahara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Utami. “Jadi uang di amplop ditemukan di beberapa ruangan. Di antaranya ruang rapat umum, ruang rapat biasa dan ruang kerja Sri Utami," papar dia di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2014). “Kecuali mobil di basement. Total uang sekitar Rp 2 miliar,” bebernya.

Menurut Johan Budi SP., Sri Utami memang berkantor di salah satu ruangan di Gedung PPBMN. "Bu Sri berkantor di sana," sebutnya. “Sri Utami adalah kepala bidang pemindahtanganan, penghapusan dan pemanfaatan barang milik negara PPBMN," jelasnya.

Penggeledahan itu merupakan lanjutan dari aktivitas yang sama pada Kamis (6/2/2014). Penggeledahan dan penyitaan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi terkait kegiatan-kegiatan di Kementerian ESDM dengan tersangka Waryono Karyo.

Penggeledahan itu untuk mencari bukti dugaan penerimaan gratifikasi dengan tersangka Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno. Karenanya, kata dia, uang Rp 2 miliar tersebut jelas bagian dari barang bukti untuk kasus Waryono Karno. "Uang sekitar Rp 2 miliar itu ada kaitannya dengan temuan uang US$ 200.000 yang disita dari ruangan WK (Waryono Karno) dulu atau tidak belum ada kesimpulan itu. Termasuk apakah dari catatan WK atau tidak," paparnya.

Wakil Ketua KPK M. Busyro Muqoddas menyatakan, sektor-sektor energi yang ditangani Kementerian ESDM acap kali terindikasi penyelewengan. Dia menuturkan, uang sekitar Rp 2 miliar yang disita dari kantor PPBMN tentu akan ditelaah. Menurutnya, belum bisa disimpulkan apakah keberadaan uang tunai di lingkungan ESDM itu laten atau tidak nanti akan diusut oleh penyidik. "Ada unsur fraud atau tidak tentu nanti akan terungkap," ungkap M. Busyro Muqoddas saat konferensi di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/2/2014) malam. (sin)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.301.088 Since: 05.03.13 | 0.1754 sec