Hukum

Pengacara Akui Ada Transaksi Wawan Ke Artis

Thursday, 06 Februari 2014 | View : 1919

JAKARTA-SBN.

Senin (3/2/2014) siang, publik dikejutkan dengan tangisan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. Airin Rachmi Diany menangis, matanya sembab, usai menjenguk suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Airin Rachmi Diany kerap membesuk suaminya itu di tahanan namun baru kali ini Airin Rachmi Diany keluar tahanan dengan berlinang air mata. Tangisan Airin Rachmi Diany menjadi misteri sebab dia tidak mau menjelaskan apa penyebab dirinya menangis. Adik ipar Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah itu menutup rapat-rapat mulutnya dengan telapak tangan.

Nama seorang artis kembali tersangkut dalam pusaran koruptor. Salah satu artis Tanah Air disebut-sebut menerima uang dari tersangka kasus dugaan korupsi, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Sehari kemudian, tepatnya Selasa (4/2/2014), muncul informasi soal aliran dana suami Airin Rachmi Diany yakni Wawan ke artis papan yang masih menjombolo, atas Aura Kasih.

Aura Kasih disebut-sebut ikut menerima aliran dana gelap dari Wawan setelah KPK menerima Laporan Hasil Audit (LHA) atas rekening milik Wawan dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Namun, KPK belum menyebutkan jumlah uang yang masuk ke rekening Aura Kasih, dan sejumlah artis lainnya, dari Wawan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mengaku telah menerima Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) milik tersangka Wawan. KPK sendiri telah menerima laporan hasil audit atas rekening tersangka Tubagus Chaery Wardana dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). KPK pun akan menggunakan LHA itu sebagai bahan penelusuran aset milik adik Gubernur Banten itu. "Memang ada LHA yang disampaikan ke KPK," beber Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2014). Menurut Johan Budi SP., laporan tersebut akan menjadi bahan buat KPK menelusuri dugaan aliran dana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu. Sebab, sambung Johan Budi SP., pihaknya masih menelusuri aset milik tersangka. "Semua LHA pasti ditelusuri lebih lanjut, ini bahan awal untuk ditelusuri," tambahnya.

Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengaku belum bisa memaparkan ke mana saja duit Wawan mengalir. Pasalnya, LHA Wawan masih di tangan penyidik. "Semua LHA pasti ditelusuri lebih lanjut, ini bahan awal untuk ditelusuri," jelasnya.

Soal aliran dana yang diduga mengalir ke sejumlah pihak termasuk selebritas Aura Kasih, Johan Budi SP. mengaku tak tahu. Ia pun mengaku, Komisi pun belum melakukan penutupan rekening milik tersangka. "Kemarin sudah saya tanya, tapi mungkin masih dalam pendalaman dan penelusuran lebih lanjut. Tapi bisa dipastikan belum berhenti, masih dilakukan asset tracing," imbuhnya.

Aura Kasih disebut-sebut pernah memiliki "jalan" untuk bertemu dengan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Untuk diketahui, nama penyanyi dan aktris tersebut juga disebut sebagai salah seorang penerima aliran dana dari adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang kini mendekam dalam bilik tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Apakah Wawan memiliki "kedekatan" dengan Aura Kasih?

Belakangan, artis yang disebut-sebut ikut menikmati uang Wawan adalah Aura Kasih. Kabar tersebut beredar di media nasional sejak kemarin malam.

Kabar itu cukup membuat artis seksi tersebut terkejut.

Kemungkinan adanya persamuhan antara Aura Kasih dengan Wawan tersebut, tidak ditampik oleh manajer sang artis, Heru Gunjani.

Manajer Aura Kasih, Heru Gunjani, mengatakan, selama ini Aura Kasih tak pernah mengenal suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu. "Tapi kemudian disangkutpautkan dengan kasus korupsinya Wawan," ungkap Heru Gunjani.

Heru Gunjani, personal manager Aura Kasih, yang dikonfirmasi wartawan tidak tahu ada kedekatan keduanya. Namun ditegaskan  Aura Kasih (25) mengenali wajah Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan yang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus tindak pidana pencucian uang dari bekas pacarnya dulu.

Heru Gunjani menduga, bekas pacar Aura Kasih yang mengenalkan Aura Kasih ke Wawan. “Awalnya, yang kenal (Wawan) itu bukan Aura, tapi bekas pacar Aura yang terakhir," terang Heru Gunjani.

Menurut Heru Gunjani, kemungkinan itu ada karena seorang mantan pacar Aura Kasih pernah bergabung bersama Wawan dalam satu klub pemilik supercar. Pacar Aura dulu, sebut Heru Gunjani, teman satu klub mobil Lamborgini. "Dia (bekas pacar Aura) yang satu klub sama Wawan, bukan Aura," jelas Heru Gunjani.

Selama Aura Kasih menjalin kasih dengan bekas pacarnya itu, sambung Heru Gunjani, "Dia (Aura) tahu, tapi nggak pernah dikenalkan (ke Wawan). Jadi Aura hanya tahu saja, tapi tidak kenal." Setelah putus cinta, Aura Kasih tidak pernah tahu Wawan lagi.

Meski begitu, Heru Gunjani mengungkapkan Aura Kasih tetap kaget saat namanya disebut-sebut pernah menerima uang dalam jumlah besar dari Wawan. "Aura kaget saat saya tanya mengenai kabar itu. Dia terkejut. Perlu lagi dijelaskan, yang kenal itu bukan Aura, tapi mantan pacarnya yang terakhir," cerita Heru Gunjani, dalam wawancara per telepon di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Penasihat hukum adik Ratu Atut Chosiyah itu, Firman Wijaya, membenarkan adanya uang kliennya yang mengalir ke pelakon di dunia hiburan. Firman Wijaya, Pengacara tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan mengakui adanya transaksi kliennya ke seorang artis. Namun, dia memastikan aliran transaksi tersebut tak berkaitan dengan tindak pidana, baik sumbernya uangnya maupun peruntukannya. "Artis, ya ada," beber Firman Wijaya saat dikonfimasi wartawan di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014) kemarin. Namun, Firman Wijaya enggan menyebut identitas artis penerima uang Wawan.

Dalam kesempatan sama, Firman Wijaya juga mengakui KPK sudah mengantongi bukti transaksi keuangan Wawan. Dalam catatan transaksi itu, menurut Firman Wijaya, akan membuka terang kasus Wawan.

"Pak Wawan punya catatan maut yang dapat menjelaskan duduk perkara Banten secara terang benderang. Saat ini kita harap ada dulu kesepahaman antara pemeriksa dan Pak Wawan terkait dengan catatan maut. Karena catatan maut itu sudah di dalam. Ternyata catatan maut pak wawan dapat menjelaskan alir dan alur," terang Firman Wijaya, Rabu (5/2/2014).

Saat dikonfirmasi "catatatan maut" transaksi Wawan akan bermuara ke siapa saja, Firman Wijaya belum mau membukanya secara gambalang. Begitu juga saat ditanya mengenai dugaan aliran dana Wawan ke Partai Golkar.

"Yang penting saat ini kami harap ada dulu kesepahaman antara pemeriksaan dan Pak Wawan terkait dengan catatan maut. Karena catatan maut itu sudah di dalam," ungkap Firman Wijaya.

KPK menahan suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sejak 4 Oktober 2013. Adik kandung Gubernur provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ini Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka sejumlah kasus korupsinya di KPK dan dijerat kasus berlapis. Selain merupakan tersangka kasus dugaan suap di pengurusan dan penanganan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK), Tubagus Chaery Wardana alias Wawan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) kedokteran umum di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran (TA) 2012 dan terjerat juga kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) di lingkungan Dinas Kesehatan provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2011-2013.

Terakhir, tak sampai disitu, belakangan KPK menemukan bukti dugaan pencucian uang dari suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany tersebut. Tubagus Chaery Wardana juga disangka dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sejauh ini KPK sudah menyita sejumlah hartanya demi kepentingan penyidikan. Harta-harta itu disita lantaran diduga berasal dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (tri/lip6)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.783.831 Since: 05.03.13 | 0.1347 sec