Hukum

Alasan Menkumham Perihal Pembebasan Bersyarat Schapelle Corby

JAKARTA-SBN.

Narapidana narkoba asal Australia yang kerap dijuluki 'Ratu Mariyuana', Schapelle Leigh Corby, kemungkinan segera menghirup udara bebas.

Ratu Mariyuana asal Australia Schapelle Leigh Corby tengah berbahagia. Wanita yang seharusnya merasakan bui penjara selama 20 tahun itu baru saja dibebaskan bersyarat oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Lalu apa alasan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin memberikan pembebasan bersyarat Schapelle Leigh Corby?

"Kami tegakkan hukum, tidak memandang siapapun orangnya, manakala aturan perundang-undang itu memberikan seseorang haknya. Dan wajib bagi kami untuk memberikan kepadanya hak itu," tukas MenkumHAM Amir Syamsuddin di Grha Pengayoman, Kemenkumham, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin melanjutkan, pembebasan bersyarat itu menjadi hak Schapelle Leigh Corby. Bahkan, menjadi kewajiban KemenkuHAM untuk memberikan pembebasan bersyarat pada sang Ratu Mariyuana.

Pembebasan bersyarat itu akan diberikan kepada setiap narapidana, sepanjang seluruh aturan perundang-undangan yang memberikan hak kepadanya telah terpenuhi. Dan menurut Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Schapelle Leigh Corby layak mendapatkan haknya. "Yang ingin saya tekankan di sini, bahwa pembebasan bersyarat ini bukan kebijakan, bukan kemurahan hati Menteri atau Pemerintah. Itu adalah hak yang diatur dalam Undang-undang, Peraturan Pemerintah, dan seluruh rangkaian peraturan yang ada," pungkas Amir Syamsuddin.

Namun bukan berarti dia bebas dari hukumannya. Schapelle Leigh Corby hanya diperbolehkan tidak berada di dalam penjara, tetapi tidak boleh keluar dari Indonesia.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM), Amir Syamsuddin, menyatakan, hingga 3 hari ke depan, pihaknya akan memproses administrasi yang diajukan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) ihwal pembebasan bersyarat perempuan Australia itu.

Menurut Amir Syamsuddin, Schapelle Leigh Corby akan dapat pembebasan bersyarat, selama dia memenuhi aturan dan mendapat rekomendasi dari TPP. "Sepanjang itu terpenuhi, dia berhak mendapatkan haknya sesuai aturan yang ada. Dia akan memperoleh itu," papar Amir Syamsuddin di KemenkumHAM, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014).

Wanita yang berasal dari Gold Coast, Queensland, Australia ini, Schapelle Leigh Corby divonis bersalah 20 tahun penjara pada tahun 2004 setelah terbukti bersalah karena menyelundupkan 4,2 kilogram mariyuana atau ganja di Bali. Namun, Schapelle Leigh Corby kemudian mendapat sejumlah remisi dan grasi 5 tahun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara itu, menjelang kebebasan sang 'Ratu Mariyuana' Schapelle Leigh Corby, keluarga Schapelle Leigh Corby mulai mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali. Tampak kakak kandung Schapelle Leigh Corby, San Mercedes dan suaminya Wayan Cupak yang merupakan warga Bali datang menjenguk. “10 tahun sudah adik saya menjadi penghuni LP Kerobokan," cetus San Mercedes di Denpasar, Bali, Jumat (7/2/2014).

Wayan Cupak juga mengatakan, hingga kini belum turun surat pembebasan bersyarat adik iparnya tersebut. Keluarga masih menunggu surat resmi pembebasan Schapelle Leigh Corby. "Hingga saat ini memang belum ada. Kita tunggu dalam waktu dekat pasti kita tahu nanti, berdoa saja untuk kebaikan Corby," jelas Wayan Cupak.

Selain mendapat kunjungan dari kakak kandungnya, Schapelle Leigh Corby juga didatangi Staf Konsulat Jenderal Australia.

Kedatangan kakak Schapelle Leigh Corby itu menjadi buruan media-media asing yang sejak 3 hari kemarin menunggu kabar tentang kebebasan warga Australia itu di depan Lapas Kerobokan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) akan mengumumkan rencana pembebasan bersyarat narapidana narkoba Schapelle Leigh Corby. Bersama 1.700 narapidana lainnya, wanita yang dikenal sebagai Ratu Mariyuana asal Australia itu menjadi 'nominasi' penerima pembebasan bersyarat.

Rencana pengumuman pembebasan bersyarat itu akan dilakukan sore ini di Grha Pengayoman, Kemenkumham. Pengumuman akan dilakukan setelah Menkumham melantik konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Berdasarkan pantauan, Jumat (7/2/2014), rencana pengumuman itu menyedot perhatian media-media asing, khususnya dari Australia. Di antaranya Channel 9 dan Channel Ten. Selain itu juga media dari Prancis, AFP.

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin menyatakan, pihaknya sedang memroses administrasi rekomendasi Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) ihwal pembebasan bersyarat 1.700 narapidana. Nama Schapelle Leigh Corby masuk di dalamnya. Namun banyak pihak yang menolak pembebasan bersyarat untuk Schapelle Leigh Corby itu.

Meski demikian, Amir Syamsuddin yang juga anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu membantah Schapelle Leigh Corby mendapat perlakuan istimewa. Kata Amir Syamsuddin, bersama Schapelle Leigh Corby, ada sekitar 1.700 berkas narapidana lain yang juga dilimpahkan oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Karena itu, lanjut Amir Syamsuddin, KemenkumHAM saat ini tengah menelaah proses administrasi dan rekomendasi TPP itu. "Saya janjikan dalam 3 hari ini Insya Allah diturunkan sekitar 1.700 (berkas) narapidana. Dan memang Corby termasuk salah satu dari 1.700 itu," tandas Amir Syamsuddin. "Saya tidak mau berbicara khusus mengenai Schapelle," kata politisi asal Partai Demokrat itu. (lip6/tri/jos)

See Also

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.787.742 Since: 05.03.13 | 0.1517 sec