Nasional

BMKG: Jakarta Masih Diguyur Hujan

Thursday, 06 Februari 2014 | View : 857

JAKARTA-SBN.

Hujan yang terus mengguyur Jabodetabek membuat sejumlah wilayah Ibukota terendam banjir. Bahkan, banjir tahun 2014 dinilai sebagai banjir yang bertahan lama di banding tahun lalu.

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik, Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kukuh Ribudiyanto menyatakan, hujan yang turun di Jakarta mulai akhir 2013 hingga awal 2014 ini rata-rata curah hujannya 50-100 milimeter. Namun demikian, curah hujan intensitas 50-100 milimeter itu sanggup merendam sebagian wilayah Ibukota dalam kurun yang lumayan lama.

Apa sebab? "Kondisi hujan antara 50-100 milimeter itu terjadinya berhari-hari. Sehingga jika ditotal curah hujan bulanannya mungkin lebih tinggi dari tahun lalu," tutur Kukuh Ribudiyanto.

Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat bahwa wilayah Jakarta masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat (7/2/2014).

“Dalam dua hari ini diprediksi hujan sedang hingga lebat terutama di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat pada dinihari dan pagi hari,” papar Kepala Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya di Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Berdasarkan analisa dinamika atmosfer, hujan tersebut terjadi akibat menguatnya beberapa pusat tekanan rendah yang berderet di sekitar Australia bagian utara.

Kelembaban udara di lapisan 850 mb masih cukup tinggi  melebihi 80% di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Daerah pumpunan masa udara (konvergensi) memanjang dari pesisir barat Sumatera bagian Selatan hingga perairan Selatan Jawa.

Selain itu, terjadi air pasang di wilayah Jakarta dengan ketinggian maksimum 0,8 meter pada Rabu (5/2/2014) hingga Kamis (6/2/2014).

Sementara, untuk wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, diprediksi hujan lebat terjadi di wilayah Bekasi dan Tangerang pada malam atau saat dinihari.

Sedangkan, Bogor dan Depok hujan lebat terjadi pada sore hingga malam hari.

Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ menilai, upaya mengatasi banjir yang dilakukan selama ini sudah terlihat dampaknya. Ia mencontohkan beberapa kawasan di sekitar waduk dan aliran sungai yang telah dinormalisasi, seperti di kawasan Pluit, Jakarta Utara dan Tomang, Grogol, Jakarta Barat.

"Coba dilihat di beberapa tempat seperti yang kita kerjakan seperti waduk, coba lingkungannya ditanyakan di situ. Pluit yang sudah dikeruk, tanyakan lingkungannya seperti apa. Di Kemang Barat, coba ditanyakan seperti apa yang sudah dikeruk. Jangan tanya ke saya, nanti gak obyektif," terang mantan Wali Kota Solo tersebut, Jokowi.

Karena itu, Gubernur DKI ini meminta agar masyarakat jangan hanya menyoroti banjir di sekitar Istana Merdeka. Banjir yang melanda di kawasan Monas dan Jalan di sekitar Istana Merdeka dan menggenangi Jalan Medan Merdeka Utara itu pada Rabu (5/2/2014) hanya berlangsung singkat. "Ya, seperti itu yang dilihat, jadi kelihatan progress-nya seperti apa? Jangan hanya karena genangan 1-2 jam," tegas mantan Wali Kota Surakarta, Jokowi.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggas Rudi Siahaan mengatakan, genangan di sekitar istana kemungkinan disebabkan tersumbatnya saluran air penghubung di Jalan Abdul Muis. Sehingga menyebabkan genangan air di sebagian ruas Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Medan Merdeka Barat.

"Di simpang situ pokoknya, itu larinya air ke saluran penghubung Abdul Muis dan larinya ke Kali Cideng ada sumbatan-sumbatan yang terjadi dari mulut air maupun saluran penghubung Abdul Muis," jelas Manggas Rudi Siahaan.

Agar genangan tidak lagi terjadi, Manggas Rudi Siahaan mengatakan, pihaknya akan segera mengecek kondisi saluran penghubung tersebut. Pihaknya juga akan mengeruk saluran tersebut agar dapat menampung debit air lebih banyak bila hujan kembali mengguyur Jakarta.

"Saya sudah menurunkan staf saya. Sekarang kita lagi cek, besok atau lusa langsung kita keruk, lakukan pendalaman. Sehingga alirannya makin lancar, akan segera kita keruk (saluran Abdul Muis)," pungkas Manggas Rudi Siahaan. (tri/lip6)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.010.727 Since: 05.03.13 | 3.6575 sec