Ekonomi

Sony Jual Bisnis PC, Pisahkan Bisnis TV Jadi Anak Perusahaan

Thursday, 06 Februari 2014 | View : 1035

TOKYO-SBN.

Sony Corporation mencoba mentransformasikan bisnis elektronika. Sony Corp. memperkuat usaha untuk membangkitkan bisnis elektronik konsumsi.

Raksasa elektronik asal Jepang ini pada Kamis (6/2/2014) mengumumkan akan meninggalkan bisnis Personal Computer (PC) dan memisahkan bisnis televisi (TV) menjadi unit baru.

Di 2012, Sony Corp. memutuskan akan mengkonsolidasikan upayanya di masa depan ke dalam tiga bisnis utama yakni imaging, gaming, dan mobile. Sejak saat itu, semua bisnis di luar ketiga bisnis utama tersebut menghadapi kemungkinan untuk “dipangkas”. Kini, divisi yang kurang beruntung adalah divisi PC, yang menjalankan merek Vaio.

Melalui siaran pers, Sony Corp. mengonfirmasi akan menjual bisnis PC kepada Japan Industrial Partners (JIP), untuk fokus di bisnis smartphone dan tablet.

Proses pembelian akan diselesaikan pada Maret 2014.

Sekitar 200 hingga 300 karyawan akan dipindah ke perusahaan baru yang dibentuk oleh JIP.

Menurut layanan berita Jepang, Nikkei, Sony Corp. kemungkinan sedang dalam proses pembicaraan untuk menjual bisnis PC mereka kepada lembaga dana investasi, Japan Industrial Partners.

Beberapa karyawan di antaranya ditransfer ke bisnis lain di dalam Sony Corp. dan beberapa di antaranya memperoleh penawaran dukungan program pensiun dini.

Pada rencana tersebut, akan dibentuk perusahaan baru yang akan membeli seluruh bisnis PC Sony Corp.

Harga jual diperkirakan mencapai 40 hingga 50 miliar Yen atau setara dengan Rp 4,8-6 triliun. Sony Corp. menyatakan bisnis PC akan dijual kepada Japan Industrial Partners dengan nilai ditaksir 40-50 miliar yen.

Perusahaan baru tersebut akan terus menjual PC bermerek Vaio dan menangani layanan purna jual. Perusahaan investasi itu kemudian akan membentuk perusahaan baru untuk mengoperasikan bisnis PC tersebut.

Bagi pengguna produk Vaio, Sony Corp. mengatakan tetap menyediakan layanan purna jual.

Untuk memfasilitasi transfer, Sony Corp. hanya akan memiliki sebagian kecil saham perusahaan tersebut. Sony Corp. akan memegang sahamnya 5%. Sony Corp. pemain kecil di bisnis PC global.

Nikkei juga melaporkan bahwa “Meski perusahaan baru ini tetap mempertahankan operasinya di pasar luar negeri di mana merek Vaio dikenal baik, namun akan menarik diri dari banyak negara dan wilayah.”

Bisnis PC Sony Corp. telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dengan unit pengapalan turun menjadi 5,8 juta tahun lalu dari angka puncak 8,7 juta. Penjualan tersebut memungkinkan Sony Corp. fokus kepada konsol game, dan bisnis smartphone dan tablet, yang terbukti lebih sukses pada beberapa tahun terakhir. Sony Corp. menyatakan akan berkonsentrasi ke lini produk ponsel pintar dan tablet.

President dan Chief Executive Officer (CEO) Sony Corporation, Kazuo Hirai mengatakan langkah-langkah ini ditempuh untuk mempercepat revitalisasi dan pertumbuhan bisnis elektroniknya.

Sony Corp. mengumumkan akan merugi 110 miliar yen atau US$ 1,08 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2014. Sebelumnya, Sony Corp. memprediksikan laba bersih 30 miliar yen.

Untuk menghemat biaya dalam jangka panjang, perseroan juga akan memangkas 5.000 lapangan kerja. Pengurangan ini akan menimpa divisi PC dan TV serta akan dilaksanakan pada Maret 2015.

Dengan terus melanjutkan penghematan biaya, Sony Corp. menargetkan bisnis TV akan meraih untung pada akhir tahun fiskal 31 Maret 2015.

Sony Corp. memproyeksikan langkah tersebut akan menghemat biaya sekitar US$ 1 miliar per tahun mulai awal 2015.

Kabar mengejutkan dari Sony Corp. ini keluar sepekan setelah Moody’s menurunkan peringkat kreditnya menjadi junk.

Menurut lembaga pemeringkat tersebut, Moody’s, Sony Corp. harus bekerja keras untuk memperbaiki kondisi neraca keuangan.

Kerugian di bisnis TV menghambat upaya Sony Corp. untuk bersaing dengan para raksasa elektronik konsumsi global, seperti Apple Inc. dan Samsung Electronics Co. Kondisi serupa juga dihadapi rival dalam negerinya termasuk Sharp dan Panasonic.

Sony Corp. memprediksikan bisnis TV tahun fiskal ini akan merugi 25 miliar yen.

Setelah meraih laba operasional pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2004, bisnis TV Sony Corp. merugi hingga 761,9 miliar yen atau setara dengan US$ 7,5 miliar selama sembilan tahun fiskal, tidak termasuk tahun ini.

Untuk bisnis TV, Sony Corp. berniat mempercepat peralihan ke model kelas atas (terutama 4K), yang bisa dipahami mengingat marjin keuntungan yang besar.

Sony Corp. juga akan memperkuat lini 2K dengan ‘teknologi peningkatan gambar dan rentang warna lebih lebar’.

Secara struktural, Sony Corp. juga akan memisahkan bisnis TV menjadi anak perusahaan dengan kepemilikan penuh di tangan Sony Corp. pada Juli 2014. Adapun bisnis TV-nya akan dipisahkan pada Juli 2014. (afp/bloomberg)

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.996.298 Since: 05.03.13 | 0.216 sec